Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDAMPINGAN PROSES BELAJAR ORANG DEWASA DALAM PELATIHAN PENGEMBANGAN KOMIK EDUKASI BERBASIS AI BERTEMA BUDAYA LOKAL BENGKULU BAGI PAMONG BELAJAR Ari Putra; Alexon Alexon; Mohd Afifi Bahurudin Setambah; Ilham Bakti; Diosy Widyaningtyas
Journal of Community Empowerment Vol. 4 No. 1 (2026): Penguatan Pendidikan Masyarakat dan Pemberdayaan Berbasis Lokal dalam Era Trans
Publisher : UPP FKIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jacom.v4i1.48653

Abstract

Pengabdian ini mengkaji proses belajar orang dewasa (andragogi) yang terjadi dalam pelatihan pengembangan komik edukasi berbasis AI bertema budaya lokal Bengkulu bagi 25 Pamong Belajar dan Tutor PAUD SPNF-SKB Kabupaten Bengkulu Tengah. Berbeda dari kajian yang berfokus pada luaran pelatihan semata, pengabdian ini menganalisis secara mendalam dinamika proses belajar yang berlangsung di setiap tahap pelatihan, mencakup pengaktifan pengalaman awal peserta, negosiasi makna melalui diskusi, pergulatan kognitif dalam penguasaan teknologi, kolaborasi antarpeserta, dan refleksi diri. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data dari observasi partisipatif, catatan lapangan, wawancara reflektif, dan dokumentasi proses, kajian ini mengidentifikasi empat fase kritis proses belajar orang dewasa yang berulang dalam setiap sesi: (1) triggering experience, pengaktifan rasa ingin tahu melalui pengalaman budaya yang familiar; (2) cognitive disequilibrium, ketidakseimbangan kognitif saat menghadapi teknologi baru; (3) collaborative sense-making, negosiasi makna secara kolaboratif; dan (4) integrative reflection, integrasi pengalaman baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki. Temuan menunjukkan bahwa andragogi yang dilandasi konteks budaya lokal sebagai titik masuk pembelajaran terbukti efektif menurunkan resistensi peserta terhadap teknologi, meningkatkan motivasi intrinsik, dan menghasilkan produk pembelajaran yang autentik. Implikasi teoretis dan praktis bagi pengembangan program pelatihan Pamong Belajar berbasis pendekatan pengalaman dibahas secara mendalam.
PELATIHAN MEDIA HAND PUPPET KARAKTER BUJANG DAN BETERI SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BUDAYA LOKAL MASYARAKAT PESISIR BAGI GURU PAUD Ari Putra; Elwan Stiadi; Ririn Gusti
Jurnal Abdimas Bencoolen Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/abdimas.3.3.103-116

Abstract

Kelurahan Pematang Gubernur di Kota Bengkulu sebagai wilayah pesisir memiliki kekayaan budaya lokal yang belum banyak dikenalkan kepada anak usia dini. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan melatih guru PAUD dalam menciptakan media pembelajaran berbasis budaya lokal melalui hand puppet berkarakter Bujang dan Beteri. Pelatihan melibatkan 20 guru PAUD dari gugus setempat dengan membekali keterampilan membuat cerita masyarakat berbasis wilayah pesisir dan menggunakan media hand puppet berbasis cerita rakyat. Metode yang digunakan adalah pelatihan edukatif partisipatif dengan tiga tahap utama: persiapan, pelatihan inti, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi guru yang signifikan dalam menciptakan media pembelajaran berbasis budaya, dengan rata-rata peningkatan skor Pre-test ke Post-test sebesar 35 poin. Program menghasilkan media pembelajaran hand puppet , buku cerita bergambar, dan video dokumentasi. Dampak yang ditargetkan adalah meningkatnya kreativitas guru, tumbuhnya kecintaan anak terhadap budaya lokal pesisir, serta penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di jenjang PAUD. Program ini juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif bagi guru melalui produk edukatif berbasis kerajinan tangan. Keberlanjutan program dijaga melalui pelibatan aktif guru dan evaluasi berkala untuk memastikan dampak jangka panjang terhadap pembelajaran dan pelestarian budaya lokal
EDUREADER: INOVASI DIGITAL READING UNTUK PEMBELAJARAN ORANG DEWASA DENGAN LOW VISION DI PERGURUAN TINGGI MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANDRAGOGIS MENUJU PEMBELAJARAN AKSESIBEL Ari Putra; Nia Ulfasari; Putri Ramadhani Dewi; Mutiara Velisa
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v9i1.29703

Abstract

An andragogical approach is essential to address the unique characteristics of pembelajar dewasa with visual impairments. This study aimed to develop and evaluate of the EduReader application as a digital reading innovation incorporating andragogical principles for students with low vision in the higher education Universitas Bengkulu. The research employed a single case study design with a qualitative approach enriched by quantitative data. Research participants included one low vision student in the fifth semester and two course instructors. Data were collected through intensive observation, in-depth interviews, comprehension assessments, self-assessment instruments, and usage log analytics over a 16-week implementation period. The andragogical approach was operationalized through self-directed learning principles, experiential learning, and problem-centered approaches integrated within the application features. Results demonstrated significant transformation in the subject's learning autonomy. Self-directed learning readiness scores increased from 67 to 89 (scale 100), with the highest gains in self-management (46.6%) and self-control (48.4%) dimensions. Learning autonomy improved from 52 to 94/100, while comprehension of leadership materials increased by 45% based on portfolio assessment. Usage analytics revealed high consistency with an average daily usage of 2.3 hours and a 94% completion rate. Personalization features including adaptive reading speed, customizable interface, and voice preferences effectively supported andragogical principles by providing pembelajar with complete control. The study concludes that EduReader is effective as a digital reading innovation supporting andragogical learning for pembelajar dewasa with low vision. The technology-facilitated self-directed learning approach successfully generated fundamental transformation from external dependency toward authentic learning autonomy