Teresya Meriska Stefhani
Pendidikan Nonformal, FKIP, Universitas Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDAMPINGAN PARTISIPATIF DIGITALISASI KONTEN EDUKATIF HAND PUPPET BUJANG DAN BETERI BERBANTUAN AI BAGI GURU PAUD GUGUS ANYELIR Ari Putra; Elwan Stiadi; Ririn Gusti; Teresya Meriska Stefhani; Salsabila Vania Fitri Andora
Jurnal Abdimas Bencoolen Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/abdimas.4.2.41-52

Abstract

Guru PAUD Gugus Anyelir Kota Bengkulu memiliki aset kreatif berupa hand puppet karakter “Bujang dan Beteri” yang belum dimanfaatkan sebagai konten digital, di tengah keterbatasan literasi digital dan tekanan ekonomi guru honorer. Kegiatan pendampingan ini bertujuan memahami secara mendalam proses, makna, dan dinamika pemberdayaan guru PAUD dalam memproduksi konten edukatif hand puppet berbantuan kecerdasan artifisial generatif (Google Gemini dan NotebookLM ). Pendampingan ini mengikuti siklus reflektif perencanaan–tindakan/observasi–refleksi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah (FGD), observasi partisipatif, catatan lapangan, serta dokumen (produk naskah/video dan hasil kuesioner sebagai data triangulasi), kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik reflektif. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik, member checking, thick description, dan audit trail. Pada Kegiatan (pra-tindakan dan pelatihan gelombang awal), teridentifikasi empat tema utama: (1) kesenjangan kompetensi spesifik penulisan naskah dan monetisasi di balik kesiapan sarana digital yang tinggi, (2) tumbuhnya kepercayaan diri dan kesadaran kritis atas potensi ekonomi konten digital, (3) hambatan dan strategi adaptif guru dalam menguasai AI generatif, serta (4) kebutuhan pendampingan berkelanjutan pada pengelolaan platform digital. Refleksi kolektif pada akhir siklus menunjukkan proses pemberdayaan yang bersifat transformatif, ditandai pergeseran posisi diri guru dari pengguna pasif teknologi menjadi kreator konten yang mulai percaya diri, meski disertai kesadaran kritis atas keterbatasan yang perlu diatasi pada siklus berikutnya. Temuan ini menegaskan pendampingan memberi ruang suara dan agensi guru PAUD dalam merancang jalur keberdayaan ekonomi digital berbasis kearifan lokal.