Pendidikan abad ke-21 menuntut satuan pendidikan tidak hanya meningkatkan capaian akademik peserta didik, tetapi juga membentuk karakter, kecerdasan emosional, serta kemampuan beradaptasi dalam kehidupan bermasyarakat. Berdasarkan hasil Rapor Pendidikan dan evaluasi budaya sekolah, masih ditemukan berbagai permasalahan seperti rendahnya indikator karakter, meningkatnya pelanggaran tata tertib, rendahnya kepedulian sosial, serta belum optimalnya internalisasi nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pembelajaran. Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, SMP Hasanka Boarding School Palangka Raya mengembangkan Program HUMA BETANG (Harmonisasi Ungkapan Mental, Aksi, Bina Emosi Antar Generasi) sebagai inovasi penguatan karakter berbasis filosofi Huma Betang, pembelajaran mendalam (Deep Learning), dan metode sosiodrama.Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Program HUMA BETANG sebagai praktik baik dalam membangun budaya sekolah yang berkarakter, harmonis, dan berbudaya. Metode yang digunakan adalah Best Practice dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, dokumentasi, refleksi pelaksanaan program, serta analisis capaian budaya sekolah. Implementasi program dilakukan melalui tiga komponen utama, yaitu penguatan kapasitas guru, penguatan karakter peserta didik melalui pembelajaran berbasis sosiodrama, serta pembentukan budaya sekolah yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Huma Betang.Hasil implementasi menunjukkan bahwa Program HUMA BETANG berkontribusi terhadap terbentuknya budaya sekolah yang lebih positif, meningkatnya kecerdasan emosional peserta didik, berkembangnya karakter sesuai Profil Lulusan Indonesia, menurunnya kasus pelanggaran peserta didik, meningkatnya prestasi akademik maupun nonakademik, menguatnya pelestarian budaya lokal melalui kegiatan Hasanka's Got Talent, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Selain itu, program ini mendukung peningkatan indikator karakter pada Rapor Pendidikan melalui pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful sesuai paradigma Pembelajaran Mendalam. Program HUMA BETANG dapat menjadi model inovasi penguatan karakter berbasis kearifan lokal yang relevan untuk diimplementasikan pada satuan pendidikan dalam mewujudkan ekosistem sekolah yang aman, inklusif, berbudaya, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. 21st-century education requires educational institutions not only to enhance students' academic achievements but also to shape their character, emotional intelligence, and adaptability within society. Based on "Education Report Card" (Rapor Pendidikan) results and school culture evaluations, various issues persist, such as low character indicators, rising disciplinary infractions, limited social awareness, and the suboptimal internalization of local wisdom values in the learning process. To address these challenges, SMP Hasanka Boarding School Palangka Raya developed the HUMA BETANG Program (*Harmonisasi Ungkapan Mental, Aksi, Bina Emosi Antar Generasi*—Harmonization of Mental Expression, Action, and Intergenerational Emotional Nurturing). This innovation strengthens character based on the *Huma Betang* philosophy, Deep Learning principles, and sociodrama methods. This article describes the implementation of the HUMA BETANG Program as a best practice for building a school culture characterized by strong values, harmony, and cultural awareness. The study employs a "Best Practice" method with a qualitative descriptive approach, utilizing observation, documentation, program implementation reflection, and analysis of school culture outcomes. Implementation involves three main components: teacher capacity building, student character strengthening through sociodrama-based learning, and the establishment of a school culture that integrates *Huma Betang* local wisdom values. Results indicate that the HUMA BETANG Program contributes to a more positive school culture, enhanced student emotional intelligence, character development aligned with the Indonesian Graduate Profile, a reduction in disciplinary infractions, improved academic and non-academic achievements, strengthened local cultural preservation (via the "Hasanka's Got Talent" event), and increased public trust in the school. Furthermore, the program supports the improvement of character indicators in the Education Report Card through learning that is mindful, meaningful, and joyful, in accordance with the Deep Learning paradigm. The HUMA BETANG Program serves as a relevant model for local wisdom-based character strengthening innovation, applicable in educational institutions to create a school ecosystem that is safe, inclusive, culturally grounded, and oriented toward continuous quality improvement.