Nur Alfiyani
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syari'ah Babussalam

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN INTENSITY OF WORSHIP AND THE STRENGTHENING OF FAITH IN CHILDREN ; THE ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION BASED ON THE 7 HABITS OF GREAT INDONESIAN CHILDREN PERSPECTIVE Nur Alfiyani; Muhammad Kafal Faza
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 2 No. 01 (2026): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the relationship between worship intensity and faith strengthening in children from the perspective of Islamic Religious Education (PAI) and the 7 Habits of Great Indonesian Children program. Using a library research method with a qualitative approach, this study examines relevant literature through stages of data reduction, data presentation, interpretation, and conclusion drawing. The results show that worship intensity has a close relationship with children's faith strengthening through four main mechanisms: (1) internalization of faith values through consistent worship habituation, (2) building emotional and spiritual closeness with Allah SWT, (3) forming positive habits that become children's character, and (4) developing intrinsic motivation in religion. The implementation of worship habits in the 7 Habits of Great Indonesian Children program is carried out through a holistic approach involving family, school, and community by integrating the values of tawhid, worship, morality, and muamalah. Challenges faced include the influence of digital technology, lack of role models, less engaging educational approaches, and socio-cultural pressures. Solutions include wise technology management, increased role modeling, development of creative learning methods, and building children's spiritual resilience. This research provides theoretical contributions to the development of PAI and practical recommendations for educators and parents in strengthening children's faith through systematic and sustainable worship habituation. Keywords: worship intensity, faith strengthening, Islamic Religious Education.
Kokurikuler dan Perkembangan Multiple Intelligence Anak Taman Kanak-Kanak Nur Alfiyani; Muhammad Nasiruddin; Rohmad
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 02 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i02.173

Abstract

potensi kecerdasan anak pada masa golden age. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kegiatan kokurikuler dengan perkembangan multiple intelligence anak Taman Kanak-Kanak melalui studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-naratif terhadap berbagai sumber pustaka yang relevan mengenai kegiatan kokurikuler, teori multiple intelligence Howard Gardner, dan pendidikan anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan kokurikuler memiliki karakteristik yang fleksibel dan menggunakan pendekatan bermain sambil belajar, sehingga sangat efektif dalam mengembangkan delapan jenis kecerdasan menurut teori Gardner. Berbagai jenis kegiatan kokurikuler seperti seni dan musik, olahraga dan permainan fisik, eksplorasi alam dan sains, storytelling dan drama, serta kegiatan sosial dapat mengembangkan kecerdasan linguistik, logis-matematis, spasial, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis secara terintegrasi. Implementasi kokurikuler berbasis multiple intelligence memerlukan perencanaan matang dan kompetensi guru yang memadai, meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan sarana prasarana, waktu, dan ekspektasi orang tua. Pengembangan multiple intelligence melalui kegiatan kokurikuler memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, kepercayaan diri, kreativitas, dan keterampilan hidup anak yang menjadi fondasi penting bagi perkembangan holistik mereka.
Peran Orang Tua dan Guru Terhadap Hasil Belajar Anak Usia Dini Ivo Retna Wardani; Yeni Fitriya; Mohammad Nasiruddin; Nur Alfiyani
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 02 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i02.175

Abstract

Peserta didik yang berhasil dalam belajar dapat ditentukan dari berbagai faktor diantaranya dari guru dan orang tua. Peran guru dan orang tua sangat menentukan keberhasilan siswa dalam belajar. Keberhasilan ini bukan hanya dalam bidang akademik, non akademik melainkan juga pada aspek social, kemandirian dan pengembangan diri. Apalagi pada anak usia dini, yang dimana anak mengalami golden age dalam menerima semua pengetahuan yang ada disekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran guru dan orang tua terhadap hasil belajar anak usia dini. Pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, dimana subjek penelitiannya yaitu kepala sekolah, guru dan orang tua. Dalam penelitian ini memaparkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan belajar anak usia dini bukan hanya ditentukan pada peran guru saja, melainkan peran orang tua sebagai wadah pertama dalam belajar anak sangat mempengaruhi hasil belajar. Sehingga peran guru dan orang tua sama-sama penting dan berpengaruh pada hasil belajar anak usia dini, oleh karena itu keduanya tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
KOLABORASI TRI-PUSAT PENDIDIKAN (SEKOLAH, KELUARGA, MASYARAKAT) DALAM IMPLEMENTASI 7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT Nur Alfiyani; Maylita Dwi Putri; Moh. Ghoizi Eriyanto
AFHAM : Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 1 No. 02 (2025): AFHAM : Jurnal Pendidikan dan Keguruan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/afham.v1i02.169

Abstract

Pembentukan karakter anak melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digagas Kemendikdasmen memerlukan pendekatan holistik dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola kolaborasi Tri-Pusat Pendidikan (sekolah, keluarga, masyarakat) dalam implementasi tujuh kebiasaan yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Metode penelitian menggunakan studi literatur konseptual dan analitis terhadap artikel jurnal, buku, dokumen kebijakan, dan sumber kredibel lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pembentukan karakter sangat bergantung pada sinergi optimal ketiga pusat pendidikan. Sekolah berperan mendesain program terstruktur dan memberikan teladan, keluarga melanjutkan pembiasaan di rumah melalui keteladanan orang tua, dan masyarakat menyediakan lingkungan serta fasilitas pendukung. Tantangan implementasi meliputi kesenjangan komunikasi, keterbatasan keterlibatan keluarga, minimnya peran masyarakat, dan inkonsistensi penerapan nilai. Strategi optimalisasi mencakup parenting education, forum komunikasi Tri-Pusat Pendidikan, kegiatan kolaboratif, dukungan kebijakan, dan evaluasi berkala. Kolaborasi efektif ketiga pihak dengan konsistensi dan keteladanan akan menghasilkan internalisasi karakter yang optimal dan berkelanjutan pada anak Indonesia.
THE CURRICULUM OF LOVE IN THE PERSPECTIVE OF THE QUR'AN AND ITS RELEVANCE TO ELEMENTARY EDUCATION IN MADRASAH IBTIDAIYAH Nur Alfiyani; Moh. Ghoizi Eriyanto; Ivo Retna Wardani
AFHAM : Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 01 (2026): AFHAM : Jurnal Pendidikan dan Keguruan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/afham.v2i01.193

Abstract

This study aims to examine the concept of the Curriculum of Love in the perspective of the Qur'an and to analyze its relevance to elementary education in Madrasah Ibtidaiyah (MI). Using a library research approach with the content analysis method, this study examines Qur'anic verses containing values of love and compassion, namely rahmah, mawaddah, ihsan, and ukhuwwah, and contextualizes them with contemporary Islamic curriculum theories and elementary education. The findings indicate that the Qur'an provides a profoundly strong theological foundation for the concept of the Curriculum of Love, whose relevance to elementary education at MI can be analyzed through four main dimensions: developmental-psychological, juridical-normative, pedagogical-professional, and institutional-cultural. This study concludes that the Qur'an-based Curriculum of Love is not merely a normative concept, but an educational framework that has been scientifically proven effective and is juridically aligned with the goals of Indonesia's national education system.