Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Teori Belajar Perkembangan Kognitiv Lev Vygotsky dan Implikasinya dalam Pembelajaran Ivo Retna Wardani Wardani; Mirza Immama Putri Zuani; Nur Kholis
DIMAR: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2023): DIMAR: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Mubarok Bandar Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58577/dimar.v4i2.92

Abstract

The Learning Process Cannot be separated from cognitive, social and cultural development. One of the figures who discussed cognitive devolopment was Lev Vygotsky, in which Lev Vygotsky argued that children’s knowledge is influenced by their environment,that knowledge is obtained by students from interactions with the surrounding environment. So it needs to be discussed about how cognitive development, the theory of cognitive development according to Vygotsky and the implications for learning. With the aim of being able to describe the theory of cognitive development according to Lev Vygotsky and the implications for learning. The method used in this writing is a qualitative method in the form of a description with a library research approach. The results of this study state that there are three theories of cognitive development according to Vygotsky, namely through the Zona of Proximal Development (ZPD), namely the distance between the actual level of development and potential development, scaffolding namely assistance from people who are more competent and language and thoughts which are the beginning of communication. Good quality so that the implications in a teacher’s learning adapt to the cognitive development of children and design collaborative and cooperative learning. Keywords: Cognitive, Lygotsky, Learning
MEMBANGUN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: TANTANGAN DAN PELUANG DI ERA DIGITAL Yeni Fitriya; Ivo Retna Wardani; Moh. Fatkur Rohman; Maylita Dwi Putri
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 01 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Misbah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/misbah.v1i01.127

Abstract

Pendidikan agama Islam memainkan peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda di Indonesia. Salah satu tantangan signifikan yang dihadapi generasi muda saat ini adalah pengaruh kecanggihan teknologi digital yang tidak terelakkan, terutama di era globalisasi yang ditandai dengan banyaknya informasi yang mudah diakses. Namun, perlu diingat bahwa tantangan dalam pelaksanaan pendidikan ini sangat beragam, termasuk resistensi terhadap perubahan, kebutuhan pelatihan bagi guru, dan ketidakpahaman masyarakat tentang pentingnya pendidikan karakter berbasis agama. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan studi literatur sebagai metodologinya. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui metode ataupun cara dalam membangun karakter siswa melalui pendidikan agama Islam, serta memetakan tantangan dan peluangnya di era digital. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pesatnya kemajuan keilmuan dan berbagai macam inovasi di dalam teknologi menciptakan inovasi-inovasi pendidikan agama Islam yang penuh dengan kreatifitas. Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat, maka Pendidikan Agama Islam juga harus menyesuaikan dengan memberikan respons yang baik terhadap kemajuan zaman. Keywords : Karakter, Pendidikan Agama Islam, Tantangan, Digital
DISKURSUS KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM MERESPONS ARUS MODERNISASI Moh. Fatkur Rohman; Yeni Fitriya; Maylita Dwi Putri; Ivo Retna Wardani
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 01 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Misbah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/misbah.v1i01.128

Abstract

Memasuki abad ke-20 saat ini, terjadi lonjakan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi di seluruh dunia. Kemajuan teknologi informasi, perkembangan global, hingga adanya perubahan paradigma-paradigma baru pada sektor-sektor vital, menciptakan pola tatanan kehidupan baru yang perlu adanya penyesuaian. Penelitian ini bertujuan untuk penanaman sikap-sikap dan karakter secara komprehensif, sebagai respon terhadap arus modernisasi yang pesat, sehingga tercipta suasana yang penuh dengan kedamaian, kerukuran, persatuan dan kesatuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan model penelitian studi literatur. Telaah dokumen-dokumen dilakukan untuk mengetahui dan memetakan terkait sumber primer dan sekunder dalam penelitian ini. Selanjutnya, dilakukan analisis data dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil yang diperoleh ialah para stakeholder PAI tidak hanya sekedar merespons secara teoritik atas modernisasi, melainkan juga memhamai secara bijaksana dan menciptakan kebijakan-kebijakan sistematis untuk menyesuaikan dengan arus modernisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, dicetuskannya konsep integratif-interkonektif oleh M. Amin Abdullah menandai adanya transformasi paradigma secara menyeluruh dari berbagai bidang disiplin keilmuan Selain itu, penekanan terhadap pendidikan karakter melalui pendidikan agama Islam telah menjadi bagian dari fokus respons terhadap arus modernisasi.Keywords : Diskursus, Konsep Pendidikan Agama Islam, Modernisasi
PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM muhammad nasiruddin; Rohmad; Ivo Retna Wardani; Moh. Fatkur Rohman
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 01 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Misbah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/misbah.v1i01.130

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk memahami pendidikan agama Islam yang memiliki peran krusial dalam membentuk moral dan etika individu. Di tengah percepatan perkembangan zaman yang ditandai oleh globalisasi dan digitalisasi, pentingnya pendidikan agama Islam tidak dapat dipandang sebelah mata. Kemajuan teknologi telah mengubah banyak aspek pendidikan, menciptakan peluang baru dalam meningkatkan pengalaman belajar. AI telah terbukti meningkatkan keterlibatan siswa dengan memberi mereka pengalaman belajar yang dipersonalisasi. Dengan menggunakan algoritma pembelajaran mesin, AI dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa dalam bahasa dan keterampilan lainnya. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan studi literatur sebagai metodologinya. Tujuan penelitian ini ialah memetakan pemanfaatan kecerdasan buatan di dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Pengumpulan data akan dilakukan melalui dokumentasi dan menelaah sumber-sumber primer dan sekunder, sekaligus melakukan observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap subyek penelitian sebagai data pendukung. Data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi akan dianalisis menggunakan analisis tematik. Pendekatan ini membantu peneliti dalam mengidentifikasi tema-tema kunci yang berkaitan dengan membangun moderasi beragama melalui pendidikan agama Islam. Hasilnya ialah penerapan kecerdasan buatan dalam pendidikan agama Islam memiliki potensi besar dalam meningkatkan efektivitas pengajaran dan pengalaman belajar. Kemajuan kecerdasan buatan yang kian pesat, dan pemanfaatan berbagai macam platform perangkat digital berbasis internet dapat menjadi penunjang yang positif bagi siswa untuk mempelajari pendidikan Agama Islam secara luas. Keywords : Pemanfaatan, Kecerdasan Buatan, Pendidikan Agama Islam
Implementasi Problem Based Learning Berbasis Nilai Islam untuk Membentuk Karakter dan Kemandirian Belajar Siswa MI Islamiyah Jamberejo Rohmad; Maylita Dwi Putri; Ivo Retna Wardani
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Problem Based Learning (PBL) berbasis nilai-nilai Islam dalam membentuk karakter dan kemandirian belajar siswa Madrasah Ibtidaiyah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga menanamkan nilai moral, spiritual, dan sosial sesuai dengan tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru, kepala madrasah, dan siswa di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Kediri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbasis nilai Islam mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, reflektif, dan bermakna. Guru berhasil mengintegrasikan nilai-nilai keislaman seperti tanggung jawab (amanah), kerja sama (ta’awun), kejujuran (ṣidq), dan disiplin (istiqamah) ke dalam setiap tahapan pembelajaran. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya karakter positif siswa seperti tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, model ini juga berpengaruh signifikan terhadap kemandirian belajar siswa; mereka menjadi lebih mandiri dalam mencari informasi, menyelesaikan tugas kelompok, serta mengatur waktu dan strategi belajar. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem Based Learning berbasis nilai-nilai Islam efektif diterapkan di Madrasah Ibtidaiyah sebagai pendekatan pembelajaran holistik yang mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus membentuk karakter dan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar guru terus mengembangkan model PBL dengan integrasi nilai keislaman secara sistematis, sementara pihak madrasah memberikan dukungan fasilitas dan kebijakan yang mendorong praktik pembelajaran inovatif berbasis karakter islami. Kata kunci: Problem Based Learning, nilai-nilai Islam, karakter, kemandirian belajar.
Tantangan Pendidikan Karakter di MTs: Analisis Berdasarkan Faktor Pendukung, Faktor Penghambat dan Solusinya dalam Pembelajaran Maylita Dwi Putri; Ivo Retna Wardani; Yeni Fitriya
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter menjadi aspek penting dalam pembentukan kepribadian siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs), terutama pada masa remaja yang merupakan periode krusial pengembangan nilai moral dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pendidikan karakter di MTs berdasarkan literatur terkini, dengan fokus pada faktor pendukung, faktor penghambat, dan strategi solusi dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan sumber data berupa artikel jurnal, prosiding, dan buku ilmiah yang diterbitkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2019–2024). Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor pendukung utama meliputi dukungan internal sekolah, keterlibatan orang tua dan masyarakat, serta kegiatan ekstrakurikuler yang terstruktur. Faktor penghambat meliputi kurangnya kompetensi guru, pengaruh lingkungan luar sekolah, rendahnya minat dan partisipasi siswa, serta dampak pembelajaran jarak jauh pascapandemi. Solusi yang direkomendasikan meliputi peningkatan kompetensi guru, kolaborasi dengan keluarga dan masyarakat, penerapan model pembelajaran kontekstual dan kolaboratif, serta penguatan kegiatan ekstrakurikuler berbasis karakter. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru, sekolah, dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan efektivitas pendidikan karakter di MTs.
TREN PENELITIAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR: TINJAUAN BERDASARKAN JENIS DAN PRODUK PENELITIAN muhammad nasiruddin; Yeni Fitriya; Ivo Retna Wardani
MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): MISBAH: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : MISBAH : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Agama Islam di sekolah dasar ditinjau berdasarkan jenis penelitian dan produk yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan analisis tren terhadap artikel-artikel ilmiah yang relevan dan dipublikasikan dalam rentang waktu tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Research and Development (R&D) menjadi pendekatan yang paling dominan digunakan dalam penelitian pembelajaran Agama Islam berbasis teknologi digital. Dominasi ini menunjukkan kecenderungan penelitian yang berorientasi pada pengembangan produk pembelajaran yang inovatif dan aplikatif. Selain itu, ditinjau dari produk penelitian, game edukasi merupakan jenis media digital yang paling banyak dikembangkan dan diteliti dibandingkan produk teknologi lainnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengembangan game edukasi melalui pendekatan R&D dipandang efektif dalam menjawab kebutuhan pembelajaran Agama Islam di sekolah dasar yang sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital. Hasil penelitian ini memberikan implikasi dan rekomendasi terhadap penelitian selanjutnya yang menjadi tren, dengan harapan penelitian yang dilakukan memberikan manfaat karena relevan dengan kebutuhan pembaca.
Pendidikan Bisnis pada Anak Usia Dini (PAUD): Studi Literatur Moh. Ghoizi Eriyanto; Ivo Retna Wardani; Rohmad
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 01 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i01.119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala dalam penerapan pendidikan karakter kewirausahaan pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengumpulkan dan menganalisis jurnal yang relevan berdasarkan kata kunci tertentu. Hasil studi menunjukkan bahwa menanamkan dan meningkatkan pemahaman konsep kewirausahaan sejak dini sangat penting, dimulai dari pendidikan anak usia dini. Implementasi ini sebaiknya dilakukan melalui kegiatan bermain untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada peserta didik. Namun, ditemukan masalah berupa kurangnya motivasi peserta didik dalam mencari referensi terkait materi yang diajarkan. Selain itu, materi kewirausahaan yang disampaikan melalui perangkat pembelajaran belum terintegrasi secara berkelanjutan, sehingga kompetensi yang diharapkan belum tercapai. Pembelajaran juga masih terlalu berpusat pada guru. Dari hasil analisis buku referensi, terlihat bagaimana materi ekonomi dasar disajikan, termasuk contoh dan implementasinya, serta kesesuaiannya dengan silabus perangkat pembelajaran. Buku acuan kegiatan ekonomi dasar kemudian dievaluasi agar dapat digunakan sebagai bahan ajar yang sesuai dengan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan.
Peran Parenting di Lembaga PAUD untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Rohmad Rohmad; Ivo Retna Wardani; Moh. Ghoizi Eriyanto
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 01 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i01.120

Abstract

Menjadi orang tua yang mampu mengasuh anak dengan baik sebenarnya dapat dilakukan oleh siapa saja, asalkan memiliki kesabaran dan kemauan untuk terus belajar. Orang tua yang bijaksana akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tumbuh kembang anak, membentuk karakter mereka di masa depan. Pada akhirnya, anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang sangat dipengaruhi oleh pola asuh yang diterapkan oleh orang tua mereka. Tentunya, setiap orang tua menginginkan masa depan yang cerah dan kebahagiaan bagi anak-anak mereka. Namun, tidak jarang terjadi kesalahan dalam pengasuhan yang justru berdampak buruk pada perkembangan anak. Hal ini sering kali disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang pola asuh yang tepat. Pola asuh memainkan peran yang sangat penting, terutama pada anak usia dini. Usia dini adalah periode emas di mana anak mulai belajar mengenal dunia, membentuk karakter, dan memahami nilai-nilai yang akan menjadi dasar hidup mereka. Ketika orang tua mendidik anak dengan baik, mereka tidak hanya menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis tetapi juga memberikan fondasi yang kuat bagi perkembangan karakter anak. Pola asuh yang tepat menekankan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama yang memberikan pelajaran penting, seperti mengenal diri sendiri, mengenal anggota keluarga, dan memahami peran masing-masing dalam keluarga.
Pembelajaran Literasi Numerasi Berbasis Masalah Kontekstual Pada Anak Usia Dini Yeni Fitriya; Maylita Dwi Putri; Ivo Retna Wardani; M. Miftaqul Miftah Lutfi
SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 02 (2025): SYURO : Jurnal Pendidikan Islam dan Pembelajaran Anak Usia Dini
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIES Babussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/syuro.v1i02.171

Abstract

Literasi numerasi merupakan kompetensi dasar yang perlu dikembangkan sejak anak usia dini karena berperan penting dalam membangun kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah. Namun, pembelajaran numerasi pada pendidikan anak usia dini masih sering bersifat abstrak dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran literasi numerasi berbasis masalah kontekstual pada anak usia dini melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian dilakukan dengan menelaah artikel-artikel ilmiah yang relevan dan terpublikasi pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi, dengan kriteria fokus pada literasi numerasi, pendekatan kontekstual, dan pembelajaran berbasis masalah pada anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran literasi numerasi berbasis masalah kontekstual efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep numerasi secara bermakna, mendorong keterlibatan aktif anak, serta mengembangkan kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah sederhana. Pembelajaran yang mengaitkan numerasi dengan konteks kehidupan sehari-hari dan aktivitas bermain dinilai sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran literasi numerasi berbasis masalah kontekstual merupakan pendekatan yang relevan dan potensial untuk diterapkan dalam pendidikan anak usia dini, meskipun masih diperlukan penelitian empiris lanjutan dengan desain eksperimental untuk memperkuat temuan yang ada.