muhammad ubaidillah ulul albab
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SINERGI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SEBAGAI PILAR MANAJEMEN MODERN Abd Hamid; Misbahul Alam; Bayu Wira Wardani; muhammad ubaidillah ulul albab; Mardiyah Mardiyah
at-Tahsin Vol 5 No 2 (2025): Manajemen Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/attahsin.v5i2.394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi antara Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai fondasi dari sistem manajemen modern. Dalam konteks dunia kerja yang semakin kompleks dan dinamis, integrasi kedua aspek ini menjadi krusial untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan pekerja, dan keberlanjutan organisasi. Latar belakang masalah mencerminkan kurangnya kolaborasi yang optimal antara pengelolaan SDM dan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan dan penurunan kinerja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis kasus pada sejumlah organisasi yang telah menerapkan sinergi ini, dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini mensintesis kerangka teori dan temuan penelitian dari berbagai sumber akademik yang berkaitan dengan transformasi MSDM, perencanaan tenaga kerja strategis, dan manajemen keselamatan di tempat kerja. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi yang efektif antara Perencanaan dan Pengorganisasian SDM dan program K3 meningkatkan kinerja organisasi dengan menyelaraskan pengembangan modal manusia dengan budaya keselamatan serta inovasi teknologi. Melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi, organisasi dapat mencapai produktivitas berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan karyawan, dan ketahanan dalam menghadapi transformasi digital global. Oleh karena itu, sinergi antara perencanaan dan pengorganisasian SDM dan program K3 sangat penting untuk membangun manajemen sumber daya manusia yang adaptif, aman, dan kompetitif di era modern.
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI DALAM MENDUKUNG EFEKTIVITAS ADMINISTRASI PENDIDIKAN: STUDI KASUS DI DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR Muhammad Ubaidillah Ulul Albab; Muhammad Thohir; Mardiyah Mardiyah
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 11 No. 5 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v11i5.3592

Abstract

Objective: This study analyzes how information systems are implemented to support the effectiveness of educational administration at the East Java Provincial Education Office, covering system use, information management, supporting and inhibiting factors, and development directions. Methods: A descriptive qualitative case study was conducted through field observation, semi-structured interviews with four purposively selected informants, and document analysis. Data were analyzed through condensation, display, and conclusion drawing, then interpreted using the DeLone and McLean Information Systems Success Model and Edwards III’s policy implementation framework. Results: Applications such as BPOPP, Dapodik, PPDB Jatim, A-GTK, and IKM DINDIK support data management, information provision, reporting, monitoring, evaluation, and decision-making; the community satisfaction score of 82.96 falls into category B. However, implementation is constrained by dependence on a centralized server, inconsistent data updates, the absence of a dedicated management unit, non-uniform standard operating procedures, and limited budgets. Novelty: At the provincial level, effectiveness emerges from the interplay of technology, human resources, procedures, infrastructure, and governance rather than from the number of applications alone. A formal management team, harmonized procedures, competency building, and gradual infrastructure strengthening are recommended.