Fakhri Arif Billah
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI EKONOMI KREATIF DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PELAKU INDUSTRI HANDICRAFT: KAJIAN MAQASHID SYARIAH Fatimatuzzahro Fatimatuzzahro; Fakhri Arif Billah; Risanda A Budiantoro; Faishol Luthfi
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2314

Abstract

Ekonomi kreatif merupakan salah satu strategi pembangunan yang berorientasi pada pemanfaatan kreativitas, inovasi, dan potensi lokal untuk menciptakan nilai tambah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Industri handicraft sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi ekonomi kreatif dalam meningkatkan pendapatan pelaku industri handicraft di Desa Tutul, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember serta mengkajinya berdasarkan perspektif maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi ekonomi kreatif dalam meningkatkan pendapatan pelaku industri handicraft ditentukan oleh enam faktor utama, yaitu modal usaha, pengalaman usaha, tenaga kerja, produksi, pemasaran, dan manajemen keuangan. Modal usaha yang dikelola secara efisien, pengalaman usaha yang mendorong inovasi, tenaga kerja yang terampil, proses produksi yang menghasilkan nilai tambah, strategi pemasaran berbasis digital dan pelanggan tetap, serta pengelolaan keuangan yang baik terbukti berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha. Namun demikian, penelitian juga menemukan bahwa pencatatan keuangan masih belum dilakukan secara sistematis dan kemitraan usaha dengan pemerintah maupun sektor swasta masih terbatas sehingga menjadi kendala dalam pengembangan usaha secara berkelanjutan. Ditinjau dari perspektif maqashid syariah, optimalisasi ekonomi kreatif telah mencerminkan terwujudnya lima tujuan pokok syariat, yaitu menjaga agama (hifzh al-din), jiwa (hifzh al-nafs), akal (hifzh al-'aql), harta (hifzh al-mal), dan keturunan (hifzh al-nasl). Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi ekonomi kreatif tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku industri handicraft, tetapi juga menciptakan kemaslahatan sosial melalui pemberdayaan masyarakat dan mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam.
Strategic Framework for Mosque-Based Economic Empowerment: An Integration of SWOT Analysis and Balanced Scorecard Approach Fatimatuzzahro; Fakhri Arif Billah; M. Mirza Pratama; Khurul Aimmatul Umah; Risanda A. Budiantoro
Islamic Economics and Finance Journal Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis masjid. Latar belakang penelitian didasarkan pada belum optimalnya peran ekonomi masjid, meskipun memiliki potensi besar berupa basis jamaah, dana sosial Islam, dan modal sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan mengintegrasikan analisis SWOT dan Balanced Scorecard (BSC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMM berperan strategis dalam meningkatkan kemandirian ekonomi melalui pengembangan unit usaha produktif, pengelolaan dana sosial Islam, serta penciptaan lapangan kerja berbasis komunitas. Namun, pengembangannya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya literasi ekonomi syariah, serta lemahnya tata kelola organisasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang mencakup peningkatan kapasitas SDM, digitalisasi pengelolaan usaha, penguatan tata kelola, dan peningkatan kualitas layanan kepada jamaah. Integrasi SWOT dan BSC menghasilkan model strategi yang menempatkan pembelajaran dan pertumbuhan sebagai fondasi untuk memperbaiki proses internal, meningkatkan kepercayaan jamaah, serta mendorong peningkatan kinerja keuangan dan kemandirian ekonomi masjid secara berkelanjutan.