Citra Dewi
Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya, Kendari, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kelengkeng (Dimocarpuslongan L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis Muh Chezar R; Silviana Hasanuddin; Citra Dewi
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i1.147

Abstract

Penyakit infeksi merupakan suatu keadaan masuknya mikroorganisme kedalam tubuh, berkembang biak dan menimbulkan penyakit.Penyebab infeksi kulit adalah bakteri Propionibacterium acnesdan Staphylococcus epidermidis. Daun kelengkeng (Dimocarpus longan L.) adalah tanaman yang berkhasiat, mengandung senyawa golongan alkaloid, falavonoid, tanin, saponin dan steroid yang bermanfaat sebagai antiradang, antioksidan, antifungi dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan konsentrasi terbaik dari ekstrak etanol daun kelengkeng dalam penghambatan bakteri Propionibacterium acnedan Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan ekstrak daun kelengkeng yang dimaserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96% selama 3x24 jam. Uji aktivitas antibakteri dilakukan pada konsentrasi 17,5%, 25% dan 50% dengan metode difusi cakram (Paper disk). Ekstrak etanol daun kelengkeng memiliki aktivitas pada konsentrasi 17,5%, 25% dan 50% terhadap bakteri Propionibacterium acne berturut-turut yaitu 11,9 mm (kuat), 13,3 mm (kuat) dan 14 mm (kuat), serta konsentrasi terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis berturut-turut 10,2 mm (sedang), 11 mm (kuat) dan 12,3 mm (kuat). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun kelengkeng memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 17,5%, 25% dan 50% terhadap bakteri Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis dengan konsentrasi optimum ekstrak etanol daun kelengkeng pada konsentrasi 50% yang dikategorikan kuat dengan hasil analisis menunjukkan nilai signifikan terhadap kontrol negatif p < 0,05.
Analisis Minimalisasi Biaya Penggunaan Obat Seftriakson dan Levofloksasin pada Pasien Pneumonia Rawat Inap di RSUD Kota Kendari Tahun 2022 Ni Kadek Ayu Berlian; Nur Herlina Nasir; Citra Dewi
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i2.277

Abstract

Pneumonia merupakan suatu infeksi pada jaringan paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur sehingga menimbulkan peradangan kantung udara pada salah satu atau kedua paru – paru yang berisi cairan. Jenis obat yang biasanya digunakan pada pengobatan pneumonia ini yaitu seftriakson dan levofloksasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya penggunaan obat seftriakson dan levofloksasin pada pasien pneumonia rawat inap di RSUD Kota Kendari Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh data rekam medis sebanyak 150 pasien pneumonia dan diperoleh sampel sebanyak 109 data rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi pada rawat inap di RSUD Kota Kendari Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis minimalisasi biaya penggunaan antibiotik seftriakson dan levofloksasin pada pasien pneumonia di RSUD Kota Kendari diperoleh hasil persentase antibiotik seftriakson lebih minimal sebesar 56,9% dibandingkan antibiotik levofloksasin sebesar 43,1%. Kesimpulannya yaitu besar biaya penggunaan antibiotik seftriakson yaitu Rp 1.965.250 dan biaya penggunaan antibiotik pada obat levofloksasin yaitu Rp 2.161.035. Persentase antibiotik seftriakson diperoleh sebesar 56,9% dibandingkan dengan antibiotik levofloksasin yaitu sebesar 43,1%. Seftriakson lebih banyak digunakan untuk pasien pneumonia karena lebih efektif dan biaya obat seftriakson juga lebih murah dibandingkan dengan obat levofloksasin. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini dengan melakukan penelitian pada analisis minimalisasi biaya pada obat yang berbeda
Review Artikel : Potensi Farmakologi Tanaman Tamarindus indica L. (Asam Jawa) sebagai Sumber Natural Antioxidant Agent dengan Metode DPPH Tenri Zulfa Dwi Ayu Putri; Wa Ode Virgin Health; Citra Dewi; Juliana Baco
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i1.402

Abstract

Asam jawa (Tamarindus indica L.) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional karena kandungan fitokimia yang bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi farmakologi asam jawa sebagai Natural Antioxidant Agent melalui pendekatan kajian literatur. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode literatur review yang teliti untuk mengumpulkan data yang relevan dan terkait dengan potensi farmakologi asam jawa sebagai antioksidan. Pencarian artikel dilakukan menggunakan basis data akademik seperti Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed dengan menggunakan kata kunci seperti “Tamarindus indica L.”, “asam jawa”, “antioxidant agent”, dan “metode DPPH”. Berdasarkan hasil review literatur dari berbagai jurnal dapat disimpulkan bahwa asam jawa kaya akan senyawa aktif seperti flavonoid, polifenol, terpenoid, steroid, dan tanin yang berperan penting dalam aktivitas antioksidan. Senyawa-senyawa ini berpotensi membantu menangkal radikal bebas, sehingga dapat mendukung pemahaman lebih lanjut mengenai manfaat farmakologi asam jawa. Kajian ini memberikan gambaran umum tentang potensi asam jawa sebagai sumber antioksidan alami berdasarkan kandungan fitokimianya.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L) Sebagai Antidiabetes Melitus Pada Mencit yang Diinduksi Aloksan Jamrahul Jelina; Nikeherpianti Lolok; Citra Dewi
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i1.595

Abstract

Penyakit Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan dunia karena bisa menyebabkan kematian dan kesakitan relatif sangat tinggi. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L) merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang mengandung beragam senyawa bioaktif, salah satunya antosianin, yang berpotensi memberikan efek antidiabete melitus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas dan dosis optimal dari ekstrak ubi jalar ungu dalam menurunkan kadar gula darah pada mencit (Mus musculus) yang diinduksi aloksan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan 25 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan (n= 5/kelompok) yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (Glibenklamid 5 mg/kgBB) serta ekstrak ubi jalar ungu dosis 100, 200, 400 mg/kgBB. Pengukuran kadar glukosa dilakukan pada hari ke-1, ke-3, ke-7 dan ke-14 menggunakan metode GOD PAP kemudian dianalisis ANOVA satu arah dan uji LSD. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara kontrol negatif dan positif (p=0,002), yang menandakan induksi berhasil. Ekstrak dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB terbukti mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan dibandingkan kontrol negatif (p < 0,001), sedangkan dosis 100 mg/kgBB belum memberikan efek bermakna. Penurunan glukosa tertinggi terjadi pada dosis 400 mg/kgBB pada hari ke -14. Disimpulkan bahwa Ekstrak etanol ubi jalar ungu menunjukkan aktivitas antidiabetes pada dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB. Semakin tinggi dosis, semakin besar pula penurunan kadar glukosa darah sesuai hasil uji statistik. Penelitian lanjutan dapat menggunakan jumlah sampel lebih besar dan variasi dosis lebih luas.