Risky Juliansyah Putri
Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya, Kendari, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Variasi Basis Gel Terhadap Karakteristik Fisik Sediaan Masker Gel Peel Off dari Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Siti Jumariati; Risky Juliansyah Putri; Juliana Baco; Nur Hatidjah Awaliyah Halid
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i1.330

Abstract

Penyebab timbulnya jerawat adalah produksi kelenjar minyak berlebih yang menyebabkan pori-pori penuh sehingga menimbulkan terjadinya tempat tumbuh bakteri Propionibacterium acnes. Zat aktif yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tersebut adalah daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) karena mengandung senyawa flavanoid yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Masker gel peel off adalah sediaan kosmetik yang dapat dipilih sebagai perawatan kulit untuk mencegah timbulnya jerawat. Salah satu komponen masker gel peel off yang berperan dalam menentukan sifat fisik sediaan adalah basis gel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi basis gel terhadap karakteristik sediaan masker gel peel off dari ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Penelitian ini adalah penelitian secara eksperimental laboratorium. Ekstraksi sampel dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelaarut etanol 96%. Kemudian dilakukan skrining fitokimia dengan menggunakan reaksi kimia (warna dan endapan). Ekstrak kemudian diformulasikan dalam sediaan masker gel peel off dengan menggunakan tiga basis gel yaitu basis gelatin konsentrasi 0,8%, 1%, 1,2%, HPMC konsentrasi 2%, 3%, 4%, dan Carbomer 940 pada konsentrasi 0,5%, 1%, 1,5%. Evaluasi karakteristik fisik sediaan yang dilakukan meliputi uji organoleptik, homogenitas, viskositas, pH, daya sebar, dan waktu mengering. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh variasi dan konsentrasi basis yang digunakan. Dimana, basis gel terbaik yang memenuhi semua uji karakteristik sediaan adalah basis carbomer 940. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh variasi dan konsentrasi basis gel terhadap karakteristik sediaan masker gel peel off ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.).
Formulasi Dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Serum Wajah Dari Fraksi Metanol Daun Bidara (Zizipuhus mauritiana Lam.) Mulyadi Prasetyo; Anisa Gafur; Mus Ifaya; Rismayanti Fauziah; Rina Andriani; Risky Juliansyah Putri; Emilia Audrey Tunmas Pasenggong; Nurhyuni
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.704

Abstract

Daun bidara (Ziziphus mauritiana Lam.) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin, dengan flavonoid berperan penting sebagai antioksidan penangkap radikal bebas. Dalam penelitian ini, fraksi metanol daun bidara diformulasikan menjadi sediaan serum wajah yang dipilih karena memiliki konsentrasi bahan aktif tinggi, viskositas rendah, mudah diserap kulit, dan sesuai sebagai sediaan perawatan kulit topikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia fraksi metanol daun bidara, mengevaluasi fisik sediaan serum wajah, serta menentukan aktivitas antioksidan dari sediaan tersebut. Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium. Ekstrak daun bidara diperoleh dengan metode maserasi menggunakan metanol 96% kemudian difraksinasi dengan metanol 96% dan n-heksan hingga diperoleh fraksi kental. Fraksi diformulasikan dalam bentuk serum dengan variasi konsentrasi F0 (0% kontrol), F1 (5%), F2 (10%), dan F3 (15%). Evaluasi fisik meliputi pengujian organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, cycling test, serta uji iritasi. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH untuk memperoleh nilai IC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan fraksi metanol daun bidara mengandung flavonoid, tanin, dan saponin. Evaluasi fisik menunjukkan seluruh formula berada dalam rentang mutu fisik serum wajah yang dapat diterima. Setelah cycling test terjadi perubahan pada daya sebar dan viskositas, namun tidak terjadi perubahan organoleptik, homogenitas, maupun pH. Uji iritasi tidak menunjukkan tanda iritasi pada sukarelawan. Aktivitas antioksidan menunjukkan semua formula 5%, 10%, dan 15% memiliki aktivitas kuat hingga sangat kuat, dengan formula terbaik F3 (15%) yang menghasilkan IC₅₀ sebesar 16,945 µg/mL. Dapat disimpulkan bahwa serum fraksi metanol daun bidara menunjukkan kestabilan fisik awal berdasarkan cycling test, tidak menimbulkan iritasi pada uji tempel terbuka terbatas, dan berpotensi sebagai sediaan antioksidan alami untuk perawatan kulit wajah.