Swanny Trikajanti Widyaatmadja
Universitas Telogorejo Semarang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Terapi Mindfulness dalam Mengatasi Burnout pada Perawat: Literature Review Lutfiana Putri Febriyanti; Prita Adisty Handayani; Siti Juwariyah; Swanny Trikajanti Widyaatmadja
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.13

Abstract

Burnout adalah kondisi seseorang mengalami gejala fisik, mental, dan emosional yang disebabkan oleh tingkat stres yang tinggi secara terus-menerus. Hal ini dapat terjadi pada perawat karena perawat harus selalu memberikan pelayanan yang komprehensif pada pasien dan keluarga. Terdapat beberapa intervensi untuk mengatasi masalah burnout pada perawat, salah satunya melalui terapi meditasi yaitu Mindfulness. Terapi mindfulness merupakan intervensi yang meningkatkan kesadaran atas keadaan yang terjadi saat ini dengan cara memusatkan pikiran dan perhatian kepada keyakinan tanpa reaksi penolakan. Tujuan literature ini adalah untuk mengetahui manfaat terapi mindfulness dalam mengatasi burnout pada perawat. Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan menggunakan teknik PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah artikel yang terbit tahun 2019-2024 dengan tipe studi eksperimen, dan tersedia artikel full text. Penelusuran dilakukan menggunakan database Science Direct, Pubmed, dan Google Scholar yang kemudian didapatkan 10 artikel sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Hasil literatur review didapatkan bahwa terapi mindfulness memiliki manfaat yang signifikan dalam mengurangi tingkat burnout pada perawat. Dari sepuluh artikel yang direview, intervensi mindfulness based stress reduction (MBSR) merupakan intervensi yang paling efektif dalam menurunkan burnout pada perawat. MBSR dapat mengurangi kadar hormon stres, seperti kortisol, yang berkontribusi pada gejala burnout pada perawat. Serta dapat menurunkan kelelahan emosional, depersonalisasi, dan meningkatkan kepuasan kerja perawat.
PERSEPSI MAHASISWA BARU MEMILIH PTN ATAU PTS: STUDI NETNOGRAFI DI JAWA TENGAH-DIY Nana Noviada Kwartawati; Albertus Setyo Sumargo; Swanny Trikajanti Widyaatmadja
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/8t94jb83

Abstract

Media sosial saat ini berfungsi sebagai platform utama bagi calon siswa untuk memeriksa dan mempertimbangkan pilihan mereka antara perguruan tinggi negeri dan swasta. Dengan menggunakan metode netnografi, penelitian ini meneliti persepsi dan pertimbangan mahasiswa baru di Jawa Tengah dan DIY ketika mereka memilih antara PTN atau PTS. Data dengan tagar populer seperti #UTBK, #SNBT, #PTSUnggulan, dan #PejuangPTN dikumpulkan dari interaksi publik di Twitter, Instagram, dan TikTok dari tahun 2023 hingga 2025.  Tema-tema utama dalam percakapan digital diidentifikasi melalui analisis isi kualitatif. Studi ini menemukan enam komponen utama yang memengaruhi pertimbangan mahasiswa baru: biaya kuliah, akreditasi dan kualitas, prospek kerja, prestise, lokasi, dan fasilitas kampus. PTS berusaha untuk menonjolkan fasilitas modern, fleksibel, dan kualitas tertentu melalui strategi promosi digital, sedangkan PTN biasanya dianggap lebih baik dalam hal biaya, prestise, dan prospek karir.   Hasilnya menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran yang signifikan dalam membentuk persepsi kolektif siswa yang akan masuk universitas. PTN harus mempertahankan kualitas meskipun ada peningkatan daya tampung, sementara PTS harus memperkuat strategi beasiswa dan citra kualitas, menurut penelitian ini.   Implikasi praktis ditujukan kepada pembuat kebijakan untuk membuat ekosistem pendidikan tinggi yang mengimbangi PTN dan PTS.
Pengaruh Abdominal Stretching Exercise Terhadap Keluhan Low Back Pain (LBP) Pada Pekerja Tenun di Desa Troso Melania Putri Devitasari; Prita Adisty Handayani; Siti Juwariyah; Swanny Trikajanti Widyaatmadja
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : Institut Kesehatan Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v11i1.929

Abstract

Weavers are often restricted from maintaining ergonomic postures due to static work activities and repetitive movements that can cause complaints of low back pain. The purpose of this study is to evaluate the effect of abdominal stretching exercise on reducing low back pain complaints. A quasi-experimental design (one-group pre-posttest) was used in this study with 45 weavers as a research sample, taken by total sampling technique. The Wilcoxon test results indicated a p-value of <0.001, demonstrating a statistically significant decrease in low back pain complaints. After the intervention, the majority of respondents experienced a decrease in pain levels from moderate to mild. This study demonstrates the potential of abdominal stretching exercise as a non-pharmacological approach to managing low back pain in weaving workers; however, additional studies with more robust methodologies are required to substantiate these results.
Business Capability and Creativepreneurship Readiness Predicting In-novative Business Model Quality in Semarang MSMEs Albertus Setyo Sumargo; Ahmad Hafiyyan Shibghatalloh; Swanny Trikajanti Widyaatmadja
Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Vol. 5 No. 3 (2026): September: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupiman.v5i3.6807

Abstract

Creative micro, small, and medium enterprises (MSMEs) often recognize the value of innovation yet struggle to translate creative ideas into coherent business models because execution requires capabilities beyond creativity itself. This study examines whether perception of creativepreneurship and basic business capability predict creativepreneurship readiness, and whether readiness predicts innovative business model quality among creative and potentially creative MSMEs in Semarang, Indonesia. A cross-sectional survey yielded 102 responses; 78 complete cases met the prespecified eligibility criteria and were analyzed using PLS-SEM in SmartPLS 4 with 2,000 bootstrap subsamples. Basic business capability was strongly associated with readiness (β = 0.631, p < 0.001), while perception showed a smaller but positive directional association (β = 0.213, t = 1.907, one-tailed p = 0.028). Readiness strongly predicted innovative business model quality (β = 0.784, p < 0.001). The model explained 59.7% of readiness variance and 61.5% of business-model variance, with positive Q² values. The findings indicate that favorable perceptions are most useful when supported by practical routines in digital marketing, finance, operations, networking, storytelling, and business-model experimentation. Because the design is cross-sectional and some construct content overlaps, the coefficients are interpreted as predictive associations rather than causal effects.