Hidayah Putri
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Culture Based Stunting Education through Madihin and Traditional Taboos as Pillars of Family Parenting Annisa Febriana; Yulia Yunara; Nur Hikmah; Rizky Ridha Anshari; Hidayah Putri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 7 No. 6 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i6.502

Abstract

Stunting remains a major public health problem in Indonesia, including Banjar Regency, South Kalimantan. Effective prevention requires an educational approach that is not only evidence-based but also culturally sensitive to ensure community acceptance. Integrating local wisdom, such as the oral art of madihin and traditional taboos, is considered effective because it aligns with the socio-cultural values of the Banjar community. This study aimed to evaluate the effectiveness of stunting education based on Banjar culture through madihin videos (traditional oral art), live madihin performances, and the reinforcement of traditional taboos as pillars of healthy family parenting. A quasi-experimental design with a pre-test–post-test control group was employed. The sample consisted of 100 families with toddlers in Banjar Regency, divided into 50 intervention and 50 control participants. Sampling technique used was purposive sampling. The intervention provided education on stunting, exclusive breastfeeding, complementary feeding, traditional taboos, and parenting through videos and live madihin performances, which included health messages and discussions on Banjarese traditional taboos related to diet, pregnancy, and childcare. Data were analyzed using Wilcoxon test to compare pre-test and post-test scores within groups, and Independent t-test to compare differences between intervention and control groups. The intervention group showed a significant improvement in knowledge and attitudes. The mean knowledge score increased from 26.94 to 31.58 (p=0.001), while the attitude score rose from 38.68 to 47.78 (p=0.001). In contrast, the control group showed only a small increase in knowledge (24.80 to 25.20; p=0.001) and no significant change in attitude (20.21 to 29.79; p=0.108). These findings indicate that a culture-based approach is more effective in improving knowledge and fostering positive family attitudes than conventional education. Health education that incorporates madihin and traditional taboos can serve as a strategic innovation in health promotion, particularly in stunting prevention through strengthening family parenting practices in Banjar Regency.
ANTASAN GERAK PULIH: OPTIMALISASI KEMANDIRIAN PENYINTAS STROKE MELALUI REHABILITASI BERBASIS RUMAH DI DESA ANTASAN SENOR ILIR Bernadetta Germia Aridamayanti; Aulya Yuliyanti; Salma Nur Azkia; Hidayah Putri; Nur Aida Rahmah; Claudia Angel Viwanda; Nur Jannah; M. Nabil Nazarul Azra
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i3.7269

Abstract

Stroke dapat menyebabkan keterbatasan fungsi dan penurunan kemandirian penyintas sehingga membutuhkan rehabilitasi berkelanjutan yang dapat dilakukan di lingkungan rumah. Keterbatasan pengetahuan keluarga dan kapasitas kader kesehatan dalam mendampingi rehabilitasi menjadi permasalahan di Desa Antasan Senor Ilir. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan kemandirian penyintas stroke melalui program Antasan Gerak Pulih berbasis rehabilitasi rumah. Mitra kegiatan meliputi Pemerintah Desa Antasan Senor Ilir, Puskesmas Martapura Timur, kader kesehatan, keluarga caregiver, dan penyintas stroke. Kegiatan dilaksanakan melalui pendidikan masyarakat, pelatihan, demonstrasi, serta pendampingan dengan materi latihan range of motion (ROM), ambulasi, activity of daily living (ADL), mobilisasi aman, dan pencegahan komplikasi. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas 10 penyintas stroke, 10 caregiver, dan 10 kader kesehatan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 61,3 menjadi 88,7 dan keterampilan dari 58,4 menjadi 90,2. Skor Barthel Index penyintas meningkat dari 58,5 menjadi 69,8, disertai penurunan ketergantungan berat dan peningkatan kategori kemandirian ringan. Program ini menunjukkan bahwa rehabilitasi berbasis rumah melalui pendekatan edukasi dan praktik mampu meningkatkan kapasitas keluarga serta kader dan mengoptimalkan kemampuan fungsional penyintas stroke. Antasan Gerak Pulih penting dikembangkan sebagai model rehabilitasi stroke berbasis komunitas yang berkelanjutan.lingkungan belajar yang positif di sekolah dasar.