Kecemasan pada remaja merupakan masalah kesehatan mental yang kompleks. Penanganan kecemasan tidak hanya berfokus pada aspek psikologis, tetapi juga mencakup dimensi fisik, sosial, dan spiritual secara terpadu, namun aspek spiritual sering kali belum diintegrasikan secara optimal dalam intervensi keperawatan. Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) sebagai terapi nonfarmakologis telah terbukti efektif menurunkan kecemasan pada berbagai kelompok, tetapi kajian yang secara khusus menilai efektivitasnya pada remaja dalam kerangka keperawatan holistik masih terbatas. Menganalisis efektivitas Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap tingkat kecemasan pada remaja dalam perspektif keperawatan holistik. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest. Tingkat kecemasan diukur menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale sebelum dan sesudah intervensi SEFT. Hasil uji validitas HARS antara 0,529–0,727 dengan nilai reliabilitas 0,793. Intervensi SEFT diberikan sebanyak tiga sesi selama satu minggu dengan durasi 20–30 menit setiap sesi yang meliputi tahapan set-up (doa dan afirmasi), tune-in (fokus pada masalah yang dirasakan) serta tapping (ketukan pada titik-titik energi tubuh). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Terdapat penurunan skor kecemasan setelah pemberian intervensi SEFT. Hasil analisis menunjukkan rata-rata skor kecemasan sebelum intervensi SEFT adalah 24,35 ± 6,12 dan menurun menjadi 15,20 ± 5,08 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai p = 0,000 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian SEFT. SEFT efektif menurunkan kecemasan pada remaja.