Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EVALUASI PENGGUNAAN APLIKASI SAHABAT SEJIWA DENGAN PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL Sutono Sutono; Bety Agustina Rahayu; Tri Widayanti; Burhannudin Hartono
Jurnal Infokes Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v13i2.2056

Abstract

Aplikasi sahabat sejiwa merupakan sebuah aplikasi berbasis web yang digunakan sebagai pelaporan tindakan bullying. Adanya kasus bullying yang terjadi di SMK Muhammadiyah Bambanglipuro, sekolah telah merencanakan program penanganan bullying di sekolah. Karena kasus bullying ini dianggap meresahkan dan menggangu suasana belajar disekolah meskpiun pembelajaran dilakukan secara daring, bullying juga terjadi dalam proses pelaksaan kelas daring. Melihat latar belakang yang ada maka peneliti tertarik untuk membantu sekolah menghentikan rantai perilaku bullying, dengan menawarkan aplikasi yang telah dibuat. Dalam penelitian ini peneliti juga berharap dalam melakukan evaluasi dari penggunaan aplikasi sahabat sejiwa pada siswa SMK Muhammadiyah Bambanglipuro dengan pendekatan technology acceptance model. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan sampel guru BK dan siswa siswi SMK Muhammadiyah Bambanglipuro. Evaluasi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan technology acceptance model (TAM). Instrumen penelitian adalah kuesioner untuk mengevaluasi aplikasi sahabat sejiwa yang meliputi persepsi akan kemanfaatan, sikap penggunaan, persepsi akan kemudahan penggunaan, perilaku untuk tetap menggunakan dan kondisi nyata dalam penggunaan sistem. Analisa menggunakan teknik evaluasi statistic deskriptif. Hasil penelitian yaitu mayoritas dari respoden menjawab cukup puas terhadap aplikasi mulai dari tingkat kemudahan aplikasi, kebermanfaatan aplikasi, keberlangsungan penggunaan aplikasi, dan frekuensi penggunaan aplikasi sahabatsejiwa.com.
Pemanfaatan Teknologi Informasi Oleh Lansia Sebagai Penunjang Activity Of Daily Living Tri Widayanti; Bety Agustina Rahayu
An Idea Health Journal Vol 4 No 01 (2024)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v4i01.214

Abstract

Activities of daily living are activities carried out routinely by each individual in their daily life. Current technological developments have also been utilized by elderly people in the face of functional decline to support activities related to physical and psychological exercise. This research analyzes the use of technology and information technology in the elderly as supporting activities of daily living. This research is a quantitative descriptive research with a questionnaire instrument. The research was conducted in June 2023 at Posyandu Teratai I Padukuhan Pungkuran Pleret Bantul Yogyakarta using an accidental sampling technique and obtained 24 respondents. Description of the technology used by respondents to support activities of daily living. From the household equipment technology category, the most widely used are rice cookers and refrigerators, 27.08% each, from the health equipment category, such as weight scales and thermometers, 8 each. 33%, in the information and communication technology category the majority use television (46.34%). Only 17% of respondents used YouTube as a guide to exercise for the elderly. The information technology used by the elderly as a source of health information is 3% television, 10% radio, and 6% social media. There are 3 types of barriers to using technology in the elderly, namely because they don't have technology tools (25%), are not used to/difficulty using them (29%), and don't have time to use them (4%). Elderly people in Padukuhan Pungkuran Pleret Bantul Yogyakarta do not make much use of technology and information technology to support activities of daily living.
Psychoeducation Based on Short Education Movie as An Educational Media to Improve Knowledge about Online Game Addiction in Students Nelma Liklikwatil; Floria Veramaya Imlabla; Paramita Kurnia Wiguna; Ummul Hariat; Nur Aisah Latuconsina; Agustiningsih Agustiningsih; Norra Hendarni Wijaya; Bety Agustina Rahayu
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.5735

Abstract

Game addiction can result in a significant decrease in an individual's ability to perform routine activities. Lack of education about game addiction can cause behavioral disorders and other health problems. Seeing the existing problems, the purpose of this study is to conduct a psychoeducational analysis study based on short education movies as an educational medium to increase knowledge about online game addiction in students. This study is a quantitative study with a quasi-experimental pretest-protest design. This study will be conducted at Ambon vocational high schools. Sampling using random sampling techniques obtained 40 students. The statistical test used is the Wilcoxon signed Rank test. The results showed that the majority of respondents were 15 years old (57.5%) with the largest gender being female (62.5%). The majority of respondents had insufficient knowledge before being given psychoeducation based on short education movies as an educational medium to increase knowledge about online game addiction in students in Ambon city as many as 27 respondents (67.5%). The results of student knowledge after psychoeducation based on short education movies as an educational medium to increase knowledge about online game addiction in students in Ambon city are mostly in the good category, namely 30 respondents (75%). The results of the Analysis test obtained a p-Value of 0.001. The conclusion in this study is that there is a significant influence between psychoeducation based on short education movies as an educational medium to increase knowledge about online game addiction in students (p-value 0.001).
Efektivitas Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap Kecemasan Remaja Bety Agustina Rahayu; Wa Ode Nurlina; Chanif Kurnia Sari; Sarni Anggoro; Ahmad Khamid
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2338

Abstract

Kecemasan pada remaja merupakan masalah kesehatan mental yang kompleks. Penanganan kecemasan tidak hanya berfokus pada aspek psikologis, tetapi juga mencakup dimensi fisik, sosial, dan spiritual secara terpadu, namun aspek spiritual sering kali belum diintegrasikan secara optimal dalam intervensi keperawatan. Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) sebagai terapi nonfarmakologis telah terbukti efektif menurunkan kecemasan pada berbagai kelompok, tetapi kajian yang secara khusus menilai efektivitasnya pada remaja dalam kerangka keperawatan holistik masih terbatas. Menganalisis efektivitas Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap tingkat kecemasan pada remaja dalam perspektif keperawatan holistik. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest. Tingkat kecemasan diukur menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale sebelum dan sesudah intervensi SEFT. Hasil uji validitas HARS antara 0,529–0,727 dengan nilai reliabilitas 0,793. Intervensi SEFT diberikan sebanyak tiga sesi selama satu minggu dengan durasi 20–30 menit setiap sesi yang meliputi tahapan set-up (doa dan afirmasi), tune-in (fokus pada masalah yang dirasakan) serta tapping (ketukan pada titik-titik energi tubuh). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Terdapat penurunan skor kecemasan setelah pemberian intervensi SEFT. Hasil analisis menunjukkan rata-rata skor kecemasan sebelum intervensi SEFT adalah 24,35 ± 6,12 dan menurun menjadi 15,20 ± 5,08 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai p = 0,000 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian SEFT. SEFT efektif menurunkan kecemasan pada remaja.