Nita Nasefa
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relationship Between Pregnant Women's Knowledge of Iron (Fe) Tablets and Incidence of Anemia at PMB Shinta, Medan Polonia District, North Sumatera Province Friza Situmorang; Henny Rista; Dessy Ratna Sari; Yasrida Nadeak; Eva Dona Sinaga; Nita Nasefa
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v5i2.2944

Abstract

Anemia during pregnancy remains a major public health problem in Indonesia. One of the contributing factors is inadequate maternal knowledge regarding iron (Fe) tablets, which may affect adherence to supplementation and increase the risk of anemia. Objective: This study aimed to analyze the relationship between pregnant women's knowledge of iron (Fe) tablets and the incidence of anemia at PMB Shinta, Medan Polonia District, North Sumatera Province, in 2025. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design. The study involved all 30 pregnant women attending antenatal care at PMB Shinta, selected through total sampling. Data were collected using a structured questionnaire and hemoglobin examination. The data were analyzed using descriptive statistics and the Chi-Square test. Findings: The results showed that 56.7% of respondents had poor knowledge and 60.0% experienced anemia. A significant relationship was found between maternal knowledge and the incidence of anemia, with a p-value of 0.013. Pregnant women with poor knowledge had a 10.5-times higher likelihood of experiencing anemia than those with good knowledge (OR = 10.5; 95% CI: 1.889–58.359). Implications: The findings indicate the need to strengthen health education during antenatal care, particularly regarding the benefits, dosage, timing, and proper consumption of iron tablets. Improved maternal knowledge is expected to support adherence to iron supplementation and reduce the incidence of anemia during pregnancy. Originality: This study provides recent empirical evidence from a primary midwifery practice in Medan Polonia by directly examining the relationship between maternal knowledge of iron tablets and anemia incidence. The findings offer practical value for developing targeted, community-based maternal health education strategies.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Melalui Edukasi Terapi Foot Soak Lemongrass untuk Pencegahan Hipertensi Maternal Friza Novita Sari Situmorang; Ade Rachmat Yudiyanto; Ika Damayanti Sipayung Sipayung; Sonia Novita Sari; Novita Andriani Br Manjorang; Nita Nasefa; Misno Misno
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/p2h4c670

Abstract

Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu penyumbang utama kematian ibu dan menuntut penanganan preventif sejak dini di tingkat pelayanan kesehatan primer. Kader kesehatan di Desa Bangun Rejo memiliki kedekatan yang tinggi dengan ibu hamil, namun perannya masih terbatas pada pencatatan administratif dan belum dibekali keterampilan asuhan komplementer, sementara potensi tanaman sereh yang melimpah di pekarangan warga belum dimanfaatkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan kader melalui edukasi terstruktur dan pelatihan terapi rendam kaki air rebusan sereh sebagai upaya pencegahan hipertensi maternal. Metode yang digunakan adalah promosi kesehatan partisipatif selama enam bulan, mencakup sosialisasi dan koordinasi, penyusunan instrumen serta leaflet panduan mandiri, edukasi teori, demonstrasi praktik psikomotorik, hingga pendampingan dan evaluasi berkala dengan pengukuran pengetahuan melalui pra dan pasca uji. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan kader sebesar tiga puluh empat persen dan seluruh kader lulus uji ulang demonstrasi pembuatan terapi, sehingga program berhasil terintegrasi ke dalam agenda kunjungan rumah posyandu. Disimpulkan bahwa edukasi dan pelatihan terapi rendam kaki sereh efektif meningkatkan kapasitas kader dalam pencegahan hipertensi maternal berbasis kearifan lokal.