Ida Bagus Candra Yana
Institut Seni Indonesia Bali

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Etnofotografi Motif Tenun A’kai manfafa’ dan Panbuat Di Desa Nekmese, Amarasi Selatan, Kupang, Nusa Tenggara Timur Anselans Petervi Bani; I Made Saryana; Ida Bagus Candra Yana
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendokumentasikan identitas lokal masyarakat Desa Nekmese melalui pendekatan etnofotografi, dengan fokus pada motif-motif tenunan tradisional A’kai Manfafa’ dan Panbuat. Tenun A’kai Manfafa dan Panbuat merupakan dua jenis motif yang memiliki makna budaya yang dalam, yang merepresentasikan nilai-nilai sosial, sejarah, dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat setempat. Dalam penelitian ini, etnofotografi digunakan sebagai metode untuk menangkap dan menginterpretasikan nilai-nilai tersebut melalui gambar dan foto, dengan menekankan pentingnya visualisasi dalam memahami fenomena sosial dan budaya yang ada dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi foto terhadap proses pembuatan dan pemakaian tenunan A’kai Manfafa’ dan Panbuat. Analisis dilakukan dengan mengkaji makna simbolis dari motif-motif tersebut serta kaitannya dengan identitas budaya masyarakat desa Nekmese. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana makna dari motif-motif tersebut agar masyarakat dapat memahami dan tidak disalahgunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenunan A’kai Manfafa’ dan Panbuat tidak hanya berfungsi sebagai produk kerajinan tangan, tetapi juga sebagai media ekspresi budaya yang menggambarkan hubungan manusia dengan alam serta struktur sosial dalam masyarakat Desa Nekmese. Melalui etnofotografi, terlihat jelas bagaimana motif tenunan ini berperan penting dalam mempertahankan tradisi, sekaligus menjadi simbol identitas yang membedakan masyarakat Nekmese dari komunitas lain. Identitas lokal yang terwujud dalam tenunan ini tidak hanya berakar pada masa lalu, tetapi juga berkembang seiring dengan dinamika kehidupan masyarakat yang terus berubah.
Visualisasi Food Photography Di Lula Kebab Canggu Jealdi Salu; Ida Bagus Candra Yana; Farhan Adityasmara
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5265

Abstract

Makanan Armenia merupakan masakan yang terbuat dari bahan yang sederhana, namun memiliki cita rasa enak mulai dari appetizer, main course, dan dessert. Hal ini menimbulkan daya tarik penulis untuk memvisualkan makanan Armenia melalui karya fotografi makanan. Metode observasi digunakan untuk mengamati langsung makanan Armenia yang disajikan pada sebuah restoran yang bernama “Lula Kebab Canggu”, serta melakukan wawancara kepada pemilik restoran yang berkebangsaan Armenia. Penulis melakukan metode eksperimen pada saat tahap pemotretan, dengan mencoba menggunakan cahaya buatan dan angle yang berbeda-beda. Proses pemilihan foto dilakukan untuk menghasilkan keserasian hasil pengeditan dengan konsep. Penguasaan nilai-nilai estetika sangat berperan untuk memberi nilai keindahan dalam sebuah karya fotografi. Karya foto ini mengangkat makanan Armenia dengan menonjolkan unsur rasa, tekstur, warna, bentuk dan selera melalui visualnya.
Karakteristik Portrait Fotografi Editorial dalam Teknik Digital Imaging Gregoryo Genesius; Putu Agus Bratayadnya; Ida Bagus Candra Yana
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5277

Abstract

Fotografi editorial potret merupakan salah satu bentuk komunikasi visual yang menggabungkan elemen estetika dan naratif untuk menyampaikan pesan tertentu. Dalam konteks ini, digital imaging memainkan peran penting sebagai alat kreatif yang memperkaya narasi visual karakteristik melalui manipulasi gambar. Laporan ini mengkaji bagaimana teknik digital imaging digunakan untuk menciptakan foto editorial potret yang menggambarkan karakteristik unik subjek serta memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Penelitian ini dilakukan melalui metode studi pustaka, wawancara dengan model, serta pengolahan dan manipulasi foto menggunakan perangkat lunak Adobe Photoshop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara fotografi tradisional dengan digital imaging dapat menghasilkan karya visual yang lebih ekspresif dan mendalam, serta mampu memperkuat identitas visual karakteristik subjek yang ditampilkan. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kreativitas fotografer dalam menciptakan karya yang komunikatif dan bermakna di era digital.
Penggunaan Teknik Strobo Dalam Pemotretan Gerakan Tari Hanoman I Nyoman Sudarmika; I Made Saryana; Ida Bagus Candra Yana
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 1 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i1.5919

Abstract

Perkembangan fotografi tidak lagi terbatas pada dokumentasi, melainkan juga menjadi sarana ekspresi artistik yang menggabungkan unsur teknis dan budaya. Dalam skripsi ini, penulis mengangkat Hanoman, tokoh ikonik dalam epos Ramayana, sebagai objek eksplorasi visual melalui teknik Strobo. Hanoman yang dikenal dengan karakter dinamis, lincah, dan penuh energi dianggap sangat cocok divisualisasikan menggunakan teknik pencahayaan kilat berulang (Strobo) untuk membekukan gerak sekaligus menciptakan efek visual berlapis yang dramatis. Penciptaan ini bertujuan untuk menambah ilmu dan meningkatkan keterampilan mengenai penggunaan teknik Strobo dalam gerak tari Hanoman. Penciptaan ini bermanfaat untuk mahasiswa dapat lebih mengeksplorasi berbagai macam teknik-teknik fotografi dan menuangkan dalam sebuah karya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan beberapa teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Proses penciptaan dilakukan di studio dengan penari Hanoman sebagai subjek, memanfaatkan kamera Sony A7III, flash Godox, dan pengaturan manual untuk menangkap gerak. Menggabungkan teknik Strobo dengan representasi tari Hanoman akan menciptakan efek visual yang unik dan memukau, menampilkan jejak-jejak gerakan yang tumpang tindih dalam satu bingkai. Hasilnya tidak hanya menekankan kelincahan dan kekuatan Hanoman, tetapi juga memperkuat kesan magis dan heroik dari tokoh tersebut. Dengan pendekatan ini, pencipta tidak hanya mendokumentasikan gerakan tari, tetapi juga mengekspresikan nilai-nilai budaya dalam format visual modern dan artistik.
Fotografi Landscape Sebagai Media Visual Promosi Pariwisata Kabupaten Tabanan Dimas Bagus Wahyu Setyawan; Ida Bagus Candra Yana; I Gede Dalem Suardita
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 1 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i1.6526

Abstract

Projek dan penelitian ini berfokus pada proses penciptaan karya fotografi landscape di wilayah Tabanan, terutama pada daerah kabupaten Tabanan. Dengan adanya riset, tinjauan pustaka, serta pendokumentasian berupa karya foto, penulis mengharapkan laporan penelitian ini dapat membantu program-program riset ataupun program pembelajaran di Universitas atau Institut guna menambah pengetahuan serta wawasan mengenai proses, riset, serta mengetahui proses pemotretan untuk keperluan suatu promosi destinasi pariwisata. Metode yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dengan perusahaan travel pariwisata, serta observasi secara langsung sebelum proses pemotretan dilakukan. Dalam proses pemotretan adapula beberapa tahapan yang harus diperhatikan, yaitu tahapan pra pemotretan, tahapan pemotretan hingga tahapan pasca pemotretan untuk menghasilkan suatu karya seni fotografi yang menarik dan juga mampu memberikan informasi yang faktual melalui gambaran atau media visual sebagai kebutuhan promosi suatu destinasi pariwisata sehingga mampu untuk mendapatkan daya tarik wisatawan yang berkunjung ke salah satu destinasi yang ada di Bali terutama daerah Tabanan dengan keindahan alam yang memukau dan memanjakan mata.
Romantisasi Perasaan Dalam Karya Foto Puisi Chykal Bagas Rohim; Ida Bagus Candra Yana; Farhan Adityasmara
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 2 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i2.6704

Abstract

Manusia di ciptakan dengan perasaan emosional terhadap sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan pribadi, rasa cinta terhadap sesuatu yang membuat manusia tidak bisa di samakan secara emosi dan karakter. Hal-hal ini yang mendukung perbedaan antara manusia satu dengan banyaknya manusia yang hadir di bumi ini. Sebuah rasa cinta yang hadir terhadap hal-hal kecil seperti, sebuah barang atau suatu lokasi hingga penggalan lirik lagu secara tidak langsung menjadi sebuah monument pribadi yang di bangun di dalam memori otak hingga akhirnya muncul sebuah kebiasaan unik yang di sebut dengan kata “me-romantisasikan”. Kata ini sendiri menjadi sebuah perwakilan terhadap suatu perilaku tidak biasa pada hal-hal yang ada di sekitar individu tersebut tentang mencintai sesuatu yang ada di sekitarnya secara berlebih. Hal ini akhirnya menjadi sesuatu yang menarik ketika di gambarkan dalam sebuah karya buku fotografi yang membahas tentang bentuk kecintaan manusia terhadap kenangan dan memori pada hal-hal kecil. Karya fotografi yang di gabungkan dengan sebuah tulisan bergaya romantis seperti sajak maupun syair yang akan membangun perasaan emosional yang berlebih ketika di lihat serta membacakan tulisan itu sendiri. Pembahasan ini akan melibatkan pengalaman pribadi dengan sesuatu yang ada di sekitar serta konsep-konsep psikologi tentang perasaan manusia. Dengan menggabungkan media fotografi analog serta tulisan bergaya sajak atau syair akan membantu dalam membangun suasana serta perasaan emosional ketika sajak di bacakan bersamaan dengan melihat sebuah karya fotografi dengan warna khas fotografi analog.
Representasi Simbol Budaya Pasangan Lintas Etnis Bali dan Tionghoa Melalui Fotografi Prewedding Ardy Winata; Ida Bagus Candra Yana; Putu Agus Bratayadnya
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 2 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i2.6719

Abstract

Pernikahan lintas etnis Bali dan Tionghoa merupakan sebuah fenomena sosial yang merepresentasikan keharmonisan multikultural tanpa membeda-bedakan serta meleburkan identitas asli dari masing-masing budaya. Penelitian ini bertujuan untuk memvisualisasikan identitas pasangan tersebut melalui fotografi prewedding sebagai medium komunikasi visual yang menampilkan dua budaya secara berdampingan. Metode penciptaan dilakukan melalui kolaborasi bersama Namasa Weddings dengan memadukan tahapan observasi, dokumentasi, dan studi literatur yang relevan. Proses kreatif difokuskan pada penggunaan berbagai simbol budaya, seperti busana adat modifikasi dan atribut khas kedua etnis yang ditempatkan pada lokasi simbolis serta historis. Elemen-elemen budaya digunakan untuk memperjelas keberadaan dua identitas yang tampil selaras dalam satu bingkai visual. Hasil penelitian berupaya menunjukkan bahwa fotografi prewedding mampu memvisualkan hubungan multikultural lintas etnis Bali-Tionghoa yang selaras sebagai bagian dari dinamika sosial masyarakat yang semakin terbuka di era modern. Karya ini diharapkan dapat memperkaya kajian seni visual mengenai representasi identitas budaya dalam praktik fotografi modern di Indonesia sekaligus membuka pemahaman tentang harmoni hubungan beda etnis yang dapat hidup berdampingan.