Putu Agus Bratayadnya
Institut Seni Indonesia Bali

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Karakteristik Portrait Fotografi Editorial dalam Teknik Digital Imaging Gregoryo Genesius; Putu Agus Bratayadnya; Ida Bagus Candra Yana
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5277

Abstract

Fotografi editorial potret merupakan salah satu bentuk komunikasi visual yang menggabungkan elemen estetika dan naratif untuk menyampaikan pesan tertentu. Dalam konteks ini, digital imaging memainkan peran penting sebagai alat kreatif yang memperkaya narasi visual karakteristik melalui manipulasi gambar. Laporan ini mengkaji bagaimana teknik digital imaging digunakan untuk menciptakan foto editorial potret yang menggambarkan karakteristik unik subjek serta memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Penelitian ini dilakukan melalui metode studi pustaka, wawancara dengan model, serta pengolahan dan manipulasi foto menggunakan perangkat lunak Adobe Photoshop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara fotografi tradisional dengan digital imaging dapat menghasilkan karya visual yang lebih ekspresif dan mendalam, serta mampu memperkuat identitas visual karakteristik subjek yang ditampilkan. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kreativitas fotografer dalam menciptakan karya yang komunikatif dan bermakna di era digital.
Pemotretan Prewedding Casual Vintage Menggunakan Disposable Lens I Ketut Gede Jaya Mahendra; Putu Agus Bratayadnya; I Made Adi Dharmawan
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5289

Abstract

Laporan ini membahas mengenai pemotretan prewedding dengan konsep casual vintage yang menggunakan Disposable Lens sebagai alat utama dalam proses pengambilan gambar. Pemotretan prewedding memiliki peranan penting dalam menciptakan momen yang berarti bagi pasangan yang akan menikah, dan konsep casual vintage dipilih untuk menciptakan suasana yang alami dan klasik. Penggunaan Disposable Lens dalam pemotretan ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik visual yang unik dan berbeda, dengan menonjolkan kesan nostalgia dan estetika yang khas. Penelitian ini mengkaji proses teknis penggunaan Disposable lens, hasil gambar yang dihasilkan, serta kesesuaian konsep casual vintage dengan karakteristik visual yang dimiliki oleh Disposable lens. Hasil dari pemotretan ini menunjukkan bahwa meskipun penggunaan Disposable Lens memiliki keterbatasan, seperti kualitas gambar yang terbatas dan kurangnya kontrol manual, namun dapat menciptakan kesan artistik yang kuat dan sesuai dengan tema yang diinginkan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam dunia fotografi prewedding dengan pendekatan yang lebih kreatif dan tidak konvensional.
Strategi Pengelolaan Styling Food Photography Sebagai Dasar Visual, Studi Kasus Pada Proyek Magang Di CG Pictures: Melynia Ramadhani; I Made Bayu Pramana; Putu Agus Bratayadnya
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 1 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i1.5823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan food styling dalam food photography pada proyek magang di CG Pictures, fokus utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tiga tahapan produksi yang terdiri dari pra-pemotretan, pemotretan, dan pasca-pemotretan. Pada tahap pra-pemotretan, diawali dengan diskusi bersama klien untuk memahami tujuan dan ekspektasi visual, diikuti dengan pembuatan briefing kreatif dan pengembangan konsep visual yang kemudian dituangkan dalam storyboard. Pada tahap pemotretan, dilakukan persiapan properti, pemilihan pencahayaan yang tepat, serta penerapan teknik pemotretan yang berfokus pada detail dan tekstur makanan. Setelah pemotretan selesai, tahap pasca-pemotretan dilakukan dengan editing foto, yang meliputi penyesuaian warna, retouching, dan penajaman gambar agar sesuai dengan permintaan klien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan food styling yang efektif dalam setiap tahapan produksi sangat mempengaruhi kualitas visual hasil foto yang dihasilkan, yang pada akhirnya memenuhi ekspektasi klien. Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai tantangan dalam proses food styling dan pemotretan hingga mencapai hasil yang optimal.
Pemanfaatan Action Camera Dalam Fotografi Underwater I Made Surya Hendra Sujana; Putu Agus Bratayadnya; Farhan Adityasmara
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 1 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i1.6670

Abstract

Fotografi merupakan media visual yang berfungsi untuk merekam momen, objek, dan peristiwa tertentu serta terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Salah satu bentuk perkembangan tersebut adalah fotografi bawah air atau underwater photography yang memungkinkan visualisasi keindahan dan keunikan dunia bawah laut seperti terumbu karang, beragam biota laut, serta interaksi manusia dengan lingkungan perairan. Namun demikian, fotografi bawah air memiliki tantangan teknis yang kompleks, antara lain keterbatasan pencahayaan, distorsi warna, serta tekanan air yang dapat memengaruhi kualitas hasil gambar dan keamanan peralatan. Pada awal perkembangannya, fotografi bawah air hanya dapat dilakukan menggunakan kamera profesional dengan perlengkapan khusus seperti underwater housing yang relatif mahal dan kurang praktis digunakan di lapangan. Perkembangan teknologi menghadirkan action camera sebagai alternatif yang lebih sederhana, ringkas, dan ekonomis, dengan kemampuan tahan air serta kualitas visual yang memadai untuk kebutuhan fotografi bawah laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan action camera dalam fotografi bawah laut dengan penerapan teknik freedive. Metode penelitian yang digunakan meliputi proses pemotretan langsung di bawah air, penyuntingan hasil foto, wawancara, serta kajian pustaka terhadap karya fotografi yang menampilkan keindahan alam, ekosistem bawah laut, dan hubungan manusia dengan lingkungan perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa action camera efektif digunakan karena menawarkan kemudahan penggunaan, efisiensi, dan fleksibilitas dalam kondisi perairan yang dinamis. Meskipun memiliki keterbatasan pada pengaturan teknis dan performa dalam kondisi cahaya rendah, kendala tersebut dapat diatasi melalui penguasaan teknik pemotretan, pemanfaatan cahaya alami, serta proses pengolahan gambar yang tepat.   
Representasi Simbol Budaya Pasangan Lintas Etnis Bali dan Tionghoa Melalui Fotografi Prewedding Ardy Winata; Ida Bagus Candra Yana; Putu Agus Bratayadnya
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 2 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i2.6719

Abstract

Pernikahan lintas etnis Bali dan Tionghoa merupakan sebuah fenomena sosial yang merepresentasikan keharmonisan multikultural tanpa membeda-bedakan serta meleburkan identitas asli dari masing-masing budaya. Penelitian ini bertujuan untuk memvisualisasikan identitas pasangan tersebut melalui fotografi prewedding sebagai medium komunikasi visual yang menampilkan dua budaya secara berdampingan. Metode penciptaan dilakukan melalui kolaborasi bersama Namasa Weddings dengan memadukan tahapan observasi, dokumentasi, dan studi literatur yang relevan. Proses kreatif difokuskan pada penggunaan berbagai simbol budaya, seperti busana adat modifikasi dan atribut khas kedua etnis yang ditempatkan pada lokasi simbolis serta historis. Elemen-elemen budaya digunakan untuk memperjelas keberadaan dua identitas yang tampil selaras dalam satu bingkai visual. Hasil penelitian berupaya menunjukkan bahwa fotografi prewedding mampu memvisualkan hubungan multikultural lintas etnis Bali-Tionghoa yang selaras sebagai bagian dari dinamika sosial masyarakat yang semakin terbuka di era modern. Karya ini diharapkan dapat memperkaya kajian seni visual mengenai representasi identitas budaya dalam praktik fotografi modern di Indonesia sekaligus membuka pemahaman tentang harmoni hubungan beda etnis yang dapat hidup berdampingan.