Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

What’s New in the Middle East? Classification of Muslim Scholars as Postcolonial Mufassirs Muhammad Yusuf Pratama; Saffana Zahro Dinayah; Dewi Fatimatul Khoiriyah; Siti Fatimah Azzahro; Agus Imam Kharomen
Tarikhuna: Journal of History and History Education Vol 7, No 1 (2025): May 2025
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/thje.v7i1.11434

Abstract

The postcolonial Middle East faces complex dynamics between colonial legacies, religious identity and the demands of modernity. The development of Qur’ānic interpretation by contemporary Muslim scholars is a critical response to the hegemony of colonial thought as well as an attempt to reconstruct the meaning of religion in a new socio-political context. The tension between the authenticity of tradition and the need to reinterpret the text marks the intellectual struggle in this area. This article analyzes the contribution of postcolonial Muslim thinkers in transforming tafsir discourse. It also explores the influence of their thought on the development of Islam in the Middle East. This is a qualitative research using a descriptive-interpretative analytical approach to primary and secondary data (study of related literature). Through this research, it can be seen that postcolonial Muslim scholars are divided into three groups, from those who maintain classical theories to those who introduce contextual-historical approaches in tafsir, integrating social criticism, hermeneutics, and epistemological decolonization. Their thinking encourages a religious dialectic that is more inclusive and responsive to global issues. This research contributes to enriching the discussion of contemporary Islamic studies by highlighting the interaction between postcolonialism and Muslim intellectual transformation
PENINGKATAN NILAI MODERASI DAN KARAKTER ANAK MELALUI PERINGATAN HARI ANAK NASIONAL DI SDN 1 SIDOMULYO, KENDAL Muhammad Yusuf Pratama; Desy Nataliya; Siti Nur Aisyah; Luthfan Nursyamsul Ahfi; Ibnu Nuzul Murtadlo; Lailani Sarafina Aulia; Fatima Noor Aulia; Maulana Hakim Cahyono; Lutfiyah Lutfiyah
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i1.7096

Abstract

Anak-anak merupakan kelompok usia yang paling rentan terhadap polarisasi nilai, terutama dalam lingkungan sosial yang mulai terfragmentasi. Di sisi lain, institusi sekolah dasar memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi beragama sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan nilai karakter dan moderasi anak melalui rangkaian kegiatan edukatif yang dikemas dalam peringatan Hari Anak Nasional tahun 2025. Kegiatan dilaksanakan oleh Tim KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo Semarang di SDN 1 Sidomulyo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, dengan sasaran seluruh siswa kelas 1 hingga 6 dan guru pendamping. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang terdiri dari: upacara pembukaan, senam bersama, lomba permainan tradisional, jalan sehat keliling desa, kegiatan pembelajaran tematik, dan sholat Dzuhur berjamaah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif meningkatkan partisipasi aktif siswa, membangun kedisiplinan, memperkuat nilai toleransi antar-teman, serta membentuk lingkungan belajar yang positif dan inklusif. Kegiatan ini membuktikan bahwa nilai moderasi dan karakter dapat diinternalisasikan melalui media kegiatan sosial-edukatif yang menyenangkan dan partisipatif.
TRANSFORMASI BUDAYA ANTI-BULLYING BERBASIS MODERASI BERAGAMA: MODEL PARTISIPATIF DI SEKOLAH DASAR Muhammad Yusuf Pratama; Abidah Khoirunna’imah; Nazilatul Aisyiah; Muhammad Syauqurrobi; Rikza Afiful Amna; Ananda Pramesthi Yunita Sari; Syifaunnisa Af’idatus Safira; Zida Haniatus Syifa; Lutfiyah Lutfiyah
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i1.7104

Abstract

Bullying di sekolah dasar telah menjadi fenomena global dengan dampak psikososial yang mengkhawatirkan; sekitar 47% siswa di berbagai negara dilaporkan mengalami perundungan, dengan sebagian besar menunjukkan gejala kecemasan, depresi, dan bahkan risiko bunuh diri. Artikel ini bertujuan menganalisis efektivitas program “Stop Bullying” berbasis nilai moderasi beragama di SDN 1 Sidomulyo sebagai strategi preventif dan transformatif. Penelitian dilakukan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan melibatkan 180 siswa, guru, serta tokoh masyarakat melalui metode Focus Group Discussion (FGD), observasi partisipatif, dan aksi simbolik “Cap Tangan STOP BULLYING”. Hasil menunjukkan penurunan signifikan jumlah siswa pelaku bullying dari 20% menjadi 5% setelah intervensi dilakukan. Internalisasi nilai-nilai toleransi, anti-kekerasan, dan keberagaman berhasil membentuk kesadaran kolektif dan komitmen moral siswa terhadap budaya sekolah yang damai. Program ini tidak hanya efektif secara afektif dan simbolik, tetapi juga memperkuat karakter religius dan kebangsaan siswa sebagai fondasi ketahanan sosial.