Articles
PEMBERDAYAAN WANITA BERBASIS POTENSI UNGGULAN LOKAL
Lutfiyah, Lutfiyah
SAWWA Vol 8, No 2 (2013): sawwa
Publisher : SAWWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakPerempuan memiliki potensi untuk melakukan berbagai kegiatanproduktif yang menghasilkan dan dapat membantu ekonomikeluarga. Lebih luas lagi ekonomi nasional, apalagi potensi tersebutmenyebar di berbagai bidang. Suatu kenyataan bahwadewasa ini keikut-sertaan wanita dalam mencapai tujuan pembangunansangat diharapkan. Berbagai peran dan tugas ditawarkanbagi wanita, dalam hal ini tentunya kita harus selaluselektif jangan sampai terkecoh sehingga lupa pada kodratnya.Melalui program Desa Vokasi ini diharapkan terbentuk kawasandesa yang menjadi sentra beragam vokasi, dan terbentuknyakelompok-kelompok usaha yang berasal dari sumber dayawanita yang memanfaatkan potensi sumberdaya dan kearifanlokal. Dengan demikian, warga masyarakat dapat belajar danberlatih menguasai keterampilan yang dapat dimanfaatkanuntuk bekerja atau menciptakan lapangan kerja sesuai dengansumberdaya yang ada di wilayahnya, sehingga taraf hidupmasyarakat semakin meningkat.Kata Kunci: pemberdayaan wanita, potensi unggul lokal
PENGAMALAN DAN PENGALAMAN IBADAH SUNAH PENDIDIK UNTUK MEWUJUDKAN PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER
Lutfiyah, Lutfiyah
Tarbiyah Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Tarbiyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Teacher is an example for his student. What the teacher needs is not only capably in the material, but also escorted by the loyalty of his religion. Because, his religiousness will appear from his characteristics. Honest is one of characteristic should teacher has. If the teacher is honest then the students will also be honest, if the teacher lying then students will not hesitate to lie, like the proverbial said that if the teacher take a pee by standing then student will do it by running. Similarly, it shown by teacher of RobbaniIslamic Elementary School in Kendal Regency, Central Java. As teachers who want their students to be noble human, useful for the nation and religion they equip themselves with the daily worship.Key Word: Honest, Robbani Islamic Elementary School, Character
PEMBERDAYAAN WANITA BERBASIS POTENSI UNGGULAN LOKAL
Lutfiyah, Lutfiyah
Sawwa: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 8, No 2 (2013): April 2013
Publisher : Sawwa: Jurnal Studi Gender dan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.667 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v8i2.653
Perempuan memiliki potensi untuk melakukan berbagai kegiatÂan produktif yang menghasilkan dan dapat membantu ekonomi keluarga. Lebih luas lagi ekonomi nasional, apalagi potensi terÂsebut menyebar di berbagai bidang. Suatu kenyataan bahwa dewasa ini keikut-sertaan wanita dalam mencapai tujuan pemÂbangunÂan sangat diharapkan. Berbagai peran dan tugas diÂtawarÂÂÂÂkan bagi wanita, dalam hal ini tentunya kita harus selalu selektif jangan sampai terkecoh sehingga lupa pada kodratnya. Melalui program Desa Vokasi ini diharapkan terbentuk kawasan desa yang menjadi sentra beragam vokasi, dan terbentuknya kelompok-kelompok usaha yang berasal dari sumber daya wanita yang memanfaatkan potensi sumberdaya dan kearifan lokal. Dengan demikian, warga masyarakat dapat belajar dan berÂÂÂlatih menguasai keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau menciptakan lapangan kerja sesuai dengan sumberÂÂÂdaya yang ada di wilayahnya, sehingga taraf hidup masyarakat semakin meningkat.
WANITA: MENJADI ISTRI DAN PANGGILAN INDUSTRI
Lutfiyah, Lutfiyah
Sawwa: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 9, No 2 (2014): April 2014
Publisher : Sawwa: Jurnal Studi Gender dan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.518 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v9i2.634
Dalam hubungan perkawinan suami dan istri adalah satu kesatuan dalam keluarga. Ada istilah ayah kepala keluarga, ibu kepala rumah tangga. Ini merupakan simbul baku dari sebuah pepatah yang sampai sekarang sulit untuk dirubah karena sudah terÂstruktur meskipun sebenarnya keadaan dalam keluarga bisa mengalami perpindahan posisi. Kesadaran dan penguasaan terhadap isu gender dan kesamaan gender ini tidak menyentuh masyarakat pedesaan. Takrif gender tidak mereka pahami apaÂlagi diketahui. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga bukan masalah yang perlu dirisaukan, sehingga jika ada pekerjaÂan yang mereka bisa lakukan dan berhasil guna maka akan mereka laksanakan dengan senang hati. Jika ada pekerjaan di sekitar tempat tinggal yang bisa mereka lakukan, maka akan mereka lakukan. Misalnya usaha industri di dekan rumah seperti yang dilakukan oleh ibu rumah tangga di Desa Jambearum. Mereka tidak meninggalkan rumah terlalu jauh, bisa mengawasi ank-anak dan bahagia ketika menerima hasil keringatnya.
PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN ANAK: Studi Ayat 13-19 Surat Luqman
Lutfiyah, Lutfiyah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.685 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v12i1.1472
Keluarga merupakan masyarakat terkecil yang berpotensi membentuk masyarakat Islami. Dengan pendidikan yang benar anak akan terbebas dari dekadensi moral. Dalam Surah Luqman ayat 13-19 seorang ayah yang bijak memberikan wasiat kepada anaknya untuk mengamalkan ketauhidan tanpa menyekutukan Allah, berbakti kepada orang tua terutama ibu yang telah mengandung dan melahirkan, beriman deÂngan memercayai keberadaan Allah dan tetap memujinya, berakhlaq yang baik terhadap sesama. Empat hal tersebut bila dirangkum menjadi 3 pilar wasiat yaitu pelajaran aqidah, syariah dan akhlaq. Wasiat Luqman bukan wasiat tanpa teladan, tetapi terlebih dahulu ada teladan dari orang tua. Teladan merupakan benang merah yang tidak boleh diputus karena tanpa meneladani wasiat tersebut menurunkan kepercayaan anak terhadap orang tua.
PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN ANAK: Studi Ayat 13-19 Surat Luqman
Lutfiyah, Lutfiyah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.685 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v12i1.1472
Keluarga merupakan masyarakat terkecil yang berpotensi membentuk masyarakat Islami. Dengan pendidikan yang benar anak akan terbebas dari dekadensi moral. Dalam Surah Luqman ayat 13-19 seorang ayah yang bijak memberikan wasiat kepada anaknya untuk mengamalkan ketauhidan tanpa menyekutukan Allah, berbakti kepada orang tua terutama ibu yang telah mengandung dan melahirkan, beriman deÂngan memercayai keberadaan Allah dan tetap memujinya, berakhlaq yang baik terhadap sesama. Empat hal tersebut bila dirangkum menjadi 3 pilar wasiat yaitu pelajaran aqidah, syariah dan akhlaq. Wasiat Luqman bukan wasiat tanpa teladan, tetapi terlebih dahulu ada teladan dari orang tua. Teladan merupakan benang merah yang tidak boleh diputus karena tanpa meneladani wasiat tersebut menurunkan kepercayaan anak terhadap orang tua.
WANITA: MENJADI ISTRI DAN PANGGILAN INDUSTRI
Lutfiyah, Lutfiyah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2014): April 2014
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.518 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v9i2.634
Dalam hubungan perkawinan suami dan istri adalah satu kesatuan dalam keluarga. Ada istilah ayah kepala keluarga, ibu kepala rumah tangga. Ini merupakan simbul baku dari sebuah pepatah yang sampai sekarang sulit untuk dirubah karena sudah terÂstruktur meskipun sebenarnya keadaan dalam keluarga bisa mengalami perpindahan posisi. Kesadaran dan penguasaan terhadap isu gender dan kesamaan gender ini tidak menyentuh masyarakat pedesaan. Takrif gender tidak mereka pahami apaÂlagi diketahui. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga bukan masalah yang perlu dirisaukan, sehingga jika ada pekerjaÂan yang mereka bisa lakukan dan berhasil guna maka akan mereka laksanakan dengan senang hati. Jika ada pekerjaan di sekitar tempat tinggal yang bisa mereka lakukan, maka akan mereka lakukan. Misalnya usaha industri di dekan rumah seperti yang dilakukan oleh ibu rumah tangga di Desa Jambearum. Mereka tidak meninggalkan rumah terlalu jauh, bisa mengawasi ank-anak dan bahagia ketika menerima hasil keringatnya.
PEMBERDAYAAN WANITA BERBASIS POTENSI UNGGULAN LOKAL
Lutfiyah, Lutfiyah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 8, No 2 (2013): April 2013
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.667 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v8i2.653
Perempuan memiliki potensi untuk melakukan berbagai kegiatÂan produktif yang menghasilkan dan dapat membantu ekonomi keluarga. Lebih luas lagi ekonomi nasional, apalagi potensi terÂsebut menyebar di berbagai bidang. Suatu kenyataan bahwa dewasa ini keikut-sertaan wanita dalam mencapai tujuan pemÂbangunÂan sangat diharapkan. Berbagai peran dan tugas diÂtawarÂÂÂÂkan bagi wanita, dalam hal ini tentunya kita harus selalu selektif jangan sampai terkecoh sehingga lupa pada kodratnya. Melalui program Desa Vokasi ini diharapkan terbentuk kawasan desa yang menjadi sentra beragam vokasi, dan terbentuknya kelompok-kelompok usaha yang berasal dari sumber daya wanita yang memanfaatkan potensi sumberdaya dan kearifan lokal. Dengan demikian, warga masyarakat dapat belajar dan berÂÂÂlatih menguasai keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau menciptakan lapangan kerja sesuai dengan sumberÂÂÂdaya yang ada di wilayahnya, sehingga taraf hidup masyarakat semakin meningkat.
A Reinforcement of Religious Understanding of High School Students on Radicalism During Pandemic
Raharjo Raharjo;
Lutfiyah Lutfiyah;
Sofa Mutohar;
Ahmad Muthohar
Edukasia Islamika Vol 6 No 1 (2021): Volume 6, Number 1 2021, Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/jei.v6i1.3638
Terrorism as a manifestation of radicalism seems to arise and sink. Its existence is silent, but one day it can appear targeting all segments. The segment of radicalism thinking is the teenagers at the high school level. This because they are the transition from childhood to adulthood. The positive thinking mindset is seen with clarity of thought and brings the pandemic phenomenon as resilience to counteract radical thought patterns. The purpose of this study is to make the pandemic period a momentum for strengthening students' religious understanding as a counter to radicalism. This study is qualitative research with a content analysis approach to social media content. The results show that there are 5 (five) ways to strengthen religious understanding as an effort to de-radicalize high school students, namely: (1) Fostering logical thinking patterns wrapped in religion (science spiritualism), (2) Presentation of neutral readings so that their direction of reasoning is organized, balanced between thoughts state and religion, (3) Cultivating tawazzun and moderate attitudes, (4) Modeling attitudes and behaviors that are easy to imitate from teachers and education leaders, (5) optimizing the role of parents to assist students in distance learning patterns, learning from home, or online learning.
WANITA: MENJADI ISTRI DAN PANGGILAN INDUSTRI
Lutfiyah Lutfiyah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2014): April 2014
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.518 KB)
|
DOI: 10.21580/sa.v9i2.634
Dalam hubungan perkawinan suami dan istri adalah satu kesatuan dalam keluarga. Ada istilah ayah kepala keluarga, ibu kepala rumah tangga. Ini merupakan simbul baku dari sebuah pepatah yang sampai sekarang sulit untuk dirubah karena sudah terstruktur meskipun sebenarnya keadaan dalam keluarga bisa mengalami perpindahan posisi. Kesadaran dan penguasaan terhadap isu gender dan kesamaan gender ini tidak menyentuh masyarakat pedesaan. Takrif gender tidak mereka pahami apalagi diketahui. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga bukan masalah yang perlu dirisaukan, sehingga jika ada pekerjaan yang mereka bisa lakukan dan berhasil guna maka akan mereka laksanakan dengan senang hati. Jika ada pekerjaan di sekitar tempat tinggal yang bisa mereka lakukan, maka akan mereka lakukan. Misalnya usaha industri di dekan rumah seperti yang dilakukan oleh ibu rumah tangga di Desa Jambearum. Mereka tidak meninggalkan rumah terlalu jauh, bisa mengawasi ank-anak dan bahagia ketika menerima hasil keringatnya.