I Made Adi Dharmawan
Institut Seni Indonesia Bali

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Visualisasi Busana Macan Studio: Inspirasi Budaya Berpakaian Bali Dalam Fotografi Bali Kuno Jeremy Angus Fadjarai; Anis Raharjo; I Made Adi Dharmawan
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5275

Abstract

Macan Studio merupakan sebuah studio kreatif di bidang fashion yang berfokus pada menghasilkan busana dengan desain unik, nyentrik, dan memiliki daya tarik visual yang kuat. Setiap karya mereka dirancang untuk mencuri perhatian melalui penggunaan warna, motif, potongan, dan siluet yang unik, nyentrik, dan absurd. Berawal di Pulau Bali, Macan Studio memadukan ide-ide kreatif yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari para pendirinya, Ican dan Manda, di pulau yang kaya budaya ini. Elemen seni tradisional Bali seperti pakaian adat, tarian, musik, dan upacara adat memberikan pengaruh besar terhadap karya-karya mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan karya fotografi yang inovatif dan menarik dengan memadukan busana khas Macan Studio dengan gaya berpakaian tradisional Bali dan juga mengambil estetika fotografi Bali kuno. Mengambil elemen visual dari masa lampau, karya ini menghadirkan interpretasi modern yang menggambarkan suasana Bali tradisional dalam konteks kontemporer. Melalui pendekatan fotografi konseptual, karya ini diharapkan mampu membawa kita seolah menelusuri kembali sebuah suasana Bali di masa lampau, namun dengan sentuhan modern dari busana kontemporer.
Pemotretan Prewedding Casual Vintage Menggunakan Disposable Lens I Ketut Gede Jaya Mahendra; Putu Agus Bratayadnya; I Made Adi Dharmawan
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5289

Abstract

Laporan ini membahas mengenai pemotretan prewedding dengan konsep casual vintage yang menggunakan Disposable Lens sebagai alat utama dalam proses pengambilan gambar. Pemotretan prewedding memiliki peranan penting dalam menciptakan momen yang berarti bagi pasangan yang akan menikah, dan konsep casual vintage dipilih untuk menciptakan suasana yang alami dan klasik. Penggunaan Disposable Lens dalam pemotretan ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik visual yang unik dan berbeda, dengan menonjolkan kesan nostalgia dan estetika yang khas. Penelitian ini mengkaji proses teknis penggunaan Disposable lens, hasil gambar yang dihasilkan, serta kesesuaian konsep casual vintage dengan karakteristik visual yang dimiliki oleh Disposable lens. Hasil dari pemotretan ini menunjukkan bahwa meskipun penggunaan Disposable Lens memiliki keterbatasan, seperti kualitas gambar yang terbatas dan kurangnya kontrol manual, namun dapat menciptakan kesan artistik yang kuat dan sesuai dengan tema yang diinginkan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam dunia fotografi prewedding dengan pendekatan yang lebih kreatif dan tidak konvensional.
Ciri Khas Kopi Arabika Pelaga dalam Foto Story I Wayan Sukerta; I Made Saryana; I Made Adi Dharmawan
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 1 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i1.6689

Abstract

Kopi Arabika Pelaga merupakan salah satu komoditas unggulan Bali yang memiliki keunikan dari segi cita rasa, sistem budidaya, serta keterkaitannya dengan kondisi alam dan budaya masyarakat setempat. Namun, pemahaman terhadap proses dan nilai yang terkandung di balik produksi kopi Arabika Pelaga masih terbatas, terutama di kalangan generasi muda yang cenderung memandang kopi hanya sebagai produk konsumsi. Penciptaan karya ini bertujuan untuk mengangkat dan memvisualisasikan ciri khas Kopi Arabika Pelaga melalui pendekatan fotografi story sebagai bentuk komunikasi visual dan media interpretasi budaya lokal. Metode penciptaan yang diterapkan meliputi observasi lapangan, studi kepustakaan, wawancara dengan petani dan penggiat kopi, serta dokumentasi sebagai pendukung data visual. Pendekatan fotografi story digunakan untuk menghadirkan visual yang faktual dan autentik, dengan penerapan teori EDFAT dan estetika fotografi guna memperkuat penyusunan narasi visual. Hasil penciptaan berupa rangkaian karya fotografi story yang merepresentasikan proses kopi Arabika Pelaga, mulai dari kondisi lingkungan, aktivitas petani, proses panen dan pengolahan, hingga penyajian kopi sebagai produk akhir. Karya ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi visual, tetapi juga sebagai sarana penyampaian nilai budaya, identitas lokal, serta hubungan antara manusia dan alam yang membentuk karakter kopi Arabika Pelaga.
Pengarahan Pose Pemotretan International Guest Di Apixs Photography I Wayan Vardham; Cokorda Istri Puspawati Nindhia; I Made Adi Dharmawan
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 2 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i2.6747

Abstract

Pengarahan pose merupakan salah satu aspek penting dalam fotografi potret, khususnya pada praktik fotografi komersial yang melibatkan klien nonprofesional dengan waktu pemotretan yang terbatas. Laporan magang ini membahas penerapan pengarahan pose dalam pemotretan international guest di Apixs Photography Services, dengan fokus pada peran pengarahan pose dalam menciptakan kenyamanan klien, meningkatkan efisiensi waktu pemotretan, serta menjaga konsistensi visual hasil foto meskipun dilakukan oleh fotografer yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penyusunan laporan ini meliputi observasi partisipasi dan wawancara selama pelaksanaan magang. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Apixs Photography menerapkan sistem pengarahan pose yang terstruktur melalui pedoman pose sebagai acuan kerja fotografer. Pengarahan pose dilakukan secara komunikatif dan fleksibel, menyesuaikan karakter serta kenyamanan klien, sehingga ekspresi yang dihasilkan terlihat lebih natural. Selain itu, penggunaan pedoman pose terbukti mampu mempercepat alur pemotretan dalam durasi 15–30 menit serta menjaga keseragaman gaya visual hasil foto. Dengan demikian, pengarahan pose tidak hanya berfungsi sebagai pengaturan posisi tubuh, tetapi juga sebagai strategi komunikasi visual yang efektif dalam praktik fotografi komersial pariwisata.