Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Group Investigation terhadap Keterampilan Pemecahan Masalah pada Mata Pelajaran IPS SMP Alifia Lafi Illiyin; Listyo Yudha Irawan; Emilia Nanda Sartika
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.4931

Abstract

Keterampilan pemecahan masalah adalah salah satu kecakapan penting di abad ke – 21 yang sangat perlu dikembangkan secara terstruktur, sehingga penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dengan menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation mata pelajaran IPS. Rendahnya keterampilan pemecahan masalah siswa ditimbulkan karena adanya dominasi pendekatan cara tradisional dan pola belajar pasif menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian. Penelitian dilangsungkan di kelas VIII SMP Negeri 26 Malang dengan melibatkan 31 siswa sebagai subjek penelitian. Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis & McTaggart dipilih pada penelitian dan diimplementasikan dengan menggunakan dua siklus. Setiap siklus memiliki empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui penilaian hasil kerja kelompok dan analisis lembar kerja siswa. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada keterampilan pemecahan masalah siswa, yakni dari rata – rata skor 74,17 (kategori tinggi) pada siklus 1 meningkatan skor 83,33 (kategori sangat tinggi) siklus 2. Peningkatan pada siklus 2 dicapai melalui strategi perbaikan berupa pembagian peran yang jelas dalam setiap kelompok serta penggunaan lembar kerja yang lebih menarik dan terstruktur. Bersumber dari hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengaplikasian model Group Investigation terbukti efektif meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran IPS di jenjang SMP.
Edukasi Penguatan Identitas Kesenian Bantengan melalui Nilai-Nilai dan Karakteristik sebagai Warisan Budaya Lokal Kota Malang Ahmad Wildan Syidad; Sulas Nuranira; Farikha Maghfiratul Hijjah; Moh Andre Fahmi Sugara; Listyo Yudha Irawan; Mey Lafaiza Sukmaning Haresa; Alifia Lafi Illiyin; Siti Haeriyah; Risma Agustia Putri
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 6 No. 4 (2026): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v6i4.13197

Abstract

Indonesia possesses a rich diversity of intangible cultural heritage that must be preserved through education to remain relevant to younger generations. One of the local cultural heritages of Malang City is the Bantengan traditional performance, which embodies historical, philosophical, character-building, and cultural identity values, yet students' understanding of these meanings remains limited. This community service program aimed to strengthen the identity of Bantengan by providing education on its values and characteristics as a form of local cultural heritage. The program employed a participatory educational approach consisting of preparation, educational sessions, interactive discussions with Bantengan practitioners, educational quizzes, and evaluation and reflection. The results showed that participants actively engaged in all activities, demonstrated a better understanding of the history, values, and characteristics of Bantengan, and developed greater awareness of the importance of preserving local culture. The discussion indicated that the involvement of cultural practitioners and interactive learning methods contributed to improving participants' understanding while supporting culture-based character development. In conclusion, local culture-based education is an effective strategy for strengthening students' cultural identity while promoting the sustainable preservation of Bantengan traditional art.