Adi Putra Darmawan
Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ilmu Pendidikan Dan Ekonomi, Universitas Hafsahawaty Zainul Hasan Probolinggo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Enhancing Digital Skill Understanding to Support Product and Marketing Innovation for Embroidery and Snack MSMEs within the Pajarakan Maju Small and Medium Industry (IKM) Cluster, Probolinggo Regency Ummi Latifah; Adi Putra Darmawan; Sri Nurhasana; Beny Yusman; Saiful Rizal; Isyvina Unaizah Royya
Edusight Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Edusight Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Meira Visi Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69726/edujpm.v3i2.305

Abstract

MSMEs play a crucial role in supporting both regional and national economic growth. However, the advancement of digital technology requires MSME operators to possess an adequate understanding of how technology can be leveraged for business development. A persistent challenge for MSMEs is a limited understanding of the digital skills that can be utilized to foster product innovation and enhance marketing efforts. This situation was observed among MSMEs belonging to the IKM Pajarakan Maju group in Probolinggo Regency—specifically Lili Bordir, Cindy Bordir, and Holifah Keripik. This community service initiative aimed to enhance MSME operators' understanding of the importance of digital skills in supporting product innovation and business marketing. The activity was conducted through a collaboration between Universitas Hafshawaty Zainul Hasan (UNHASA) and Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT), employing a participatory approach that included observations, field visits, sharing sessions, interactive discussions, and evaluations. The results indicate that MSME operators gained valuable insights into using digital media for promotion, the importance of establishing a business identity on digital platforms, and opportunities for product innovation enabled by digital technology. Furthermore, the activity raised participants' awareness regarding the necessity of adapting to technological advancements to boost business competitiveness. Thus, this community service initiative has made a positive contribution to improving MSME operators' digital skills, serving as a foundational step toward developing businesses that are more adaptable to the evolving digital economy.
Analisis Perbandingan Harga Pokok Produksi dengan Melakukan Metode Full Costing dan Variabel Costing sebagai Dasar Penentuan Harga Jual Produk (Studi Kasus Susu Kedelai) Atina Rokhmani Putri; Adi Putra Darmawan
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5580

Abstract

Penetapan Harga Pokok Produksi (HPP) merupakan suatu cara untuk memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam harga pokok produksi. Seperti usaha susu kedelai, biji kedelai merupakan bahan pokok awal dalam mengolah kedelai menjadi susu, namun pada proses pengolahan dan pemasarannya muncul biaya – biaya yang timbul selain bahan pokok tersebut. Ketepatan dalam perhitungan biaya akan menjadi dasar perusahaan dalam menentukan harga jual, ini berhubungan dengan laba yang akan diperoleh dan kelancaran arus kas perusahaan. Melalui pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara kepada pemilik usaha, penelitian ini mengidentifikasi seluruh komponen biaya produksi, baik variabel maupun tetap. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa harga pokok produksi yang dihitung menggunakan metode full costing lebih tinggi dibandingkan metode yang selama ini diterapkan, dengan selisih sebesar Rp Rp. 3.655/bungkus. Perbedaan ini terutama disebabkan belum terhitungnya biaya overhead tetap yang timbul selama proses produksi. Penetapan harga jual produk susu kedelai juga lebih rasional ketika menggunakan metode full costing, dibandingkan dengan metode variable costing karena biaya – biaya yang terhitung lebih terperinci sehingga laba yang diperoleh dari harga jual yang selama ini ditetapkan menjadi dasar penetapan harga jual kedepannya jika usaha tersebut ingin mendapatkan laba yang diinginkan. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan metode full costing memberikan gambaran keuangan yang lebih akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan bisnis jangka panjang yang berkelanjutan bagi usaha susu kedelai dalam menentukan harga jual, menentukan besarnya laba, apalagi jika usaha tersebut ingin berinovasi dalam hal penambahan varian rasa, variasi kemasan maupun pemasaran.