Ekowisata snorkeling sangat bergantung pada kondisi biofisik perairan dan kualitas ekosistem terumbu karang. Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan memiliki potensi wisata bahari yang beragam, namun pemanfaatannya belum didukung oleh kajian kesesuaian wisata yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian ekowisata snorkeling berbasis karakteristik terumbu karang di Kecamatan Lepar. Metode penelitian menggunakan survei lapangan pada lima lokasi pantai dengan pengukuran parameter biofisik perairan dan ekologi terumbu karang, yang dianalisis menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Karang Kucek dan Pulau Kelapan termasuk kategori Sesuai (S2) dengan nilai IKW masing-masing 65,4% dan 60,4%. Pantai Batu Belawang tergolong Sesuai Bersyarat (S3), sedangkan Pantai Tiris dan Pantai Lampu termasuk Tidak Sesuai (N). Penelitian ini menegaskan bahwa kualitas terumbu karang merupakan faktor utama dalam pengembangan ekowisata snorkeling berkelanjutan.Kata kunci: Ekowisata Bahari; Indeks Kesesuaian Wisata; Snorkeling; Terumbu Karang;