Kepatuhan kunjungan Antenatal Care (ANC) merupakan indikator penting dalam pelayanan kesehatan maternal yang berkontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi. Di era transformasi digital, literasi kesehatan digital menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi perilaku kesehatan ibu hamil. Selain itu, self-efficacy dan dukungan suami berperan penting dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan kehamilan. Health Belief Model (HBM) digunakan sebagai kerangka konseptual untuk menjelaskan hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kepatuhan kunjungan ANC. Menganalisis pengaruh literasi kesehatan digital, self-efficacy, dan dukungan suami terhadap kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil melalui pengembangan Health Belief Model di wilayah kerja Puskesmas Matiti, Kabupaten Humbang Hasundutan, Tahun 2026.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 57 ibu hamil trimester II dan III yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Sebanyak 73,7% responden patuh melakukan kunjungan ANC sesuai standar. Responden dengan literasi kesehatan digital tinggi sebesar 56,1%, self-efficacy tinggi sebesar 61,4%, dan dukungan suami baik sebesar 66,7%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa literasi kesehatan digital (p = 0,012), self-efficacy (p = 0,003), dan dukungan suami (p = 0,001) berhubungan signifikan dengan kepatuhan kunjungan ANC. Analisis multivariat menunjukkan bahwa dukungan suami merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kepatuhan kunjungan ANC dengan nilai OR = 4,72 (95% CI = 1,82–12,21). Literasi kesehatan digital, self-efficacy, dan dukungan suami berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil. Dukungan suami merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kepatuhan kunjungan ANC. Oleh karena itu, upaya peningkatan keterlibatan suami, penguatan self-efficacy ibu hamil, serta peningkatan literasi kesehatan digital perlu menjadi fokus dalam program pelayanan kesehatan maternal untuk meningkatkan kepatuhan ANC dan mendukung pencapaian kesehatan ibu yang optimal.