Rouli DF Simamora
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesehatan Baru

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEMANDIRIAN LANSIA USIA DI ATAS 65 TAHUN DALAM PEMENUHAN AKTIVITAS SEHARI HARI DI DESA MATITI I KECAMATAN DOLOKSANGGUL KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN TAHUN 2026 Mery Lestari Simajuntak; Rouli DF Simamora; Adelima CR Simamora
Jurnal STIKes Kesehatan Baru Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Medika Kesehatan Baru
Publisher : Sekolaah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Kesehatan Baru Doloksanggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70751/stikeskbdoloksanggul.v4i1.131

Abstract

Kemandirian pada lanjut usia tergantung pada kemampuan status fungsionalnya dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penurunan kemandirian adalah indikator krusialtentang adanya penyakit pada lansia seperti aktivitas kehidupan sehari-hari (activity of daily living) yang mencakup makan, keluarmasuk toilet, mandi, berjalan serta mengenakan pakaian. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik kuantitatif dengan desain crossectional,peneliti menggunakan kuesioner, jumlah populasi sebanyak 145 kk dan jumlah sampel sebanyak 59 orang dengan menggunakan rumus lovin untuk menentukan samel. Berdasarkan hasil penelitian dari 59 responden dapatdisimpulkan bahwa yang dukungan baik sebanyak 27 orang (45,5% ) dukungan keluarga yang kurang baik (3254,2% Dukungan keluarga merupakan suatu sikap, tindakan danpenerimaan keluarga terhadap penderita yang sakit) Kemandirian pada lanjut usia tergantung pada kemampuan status fungsionalnya dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kemenkes RI (2021) menjelaskan tentang lanjut usia adalah individu yang sdah memasuki usia dari 60 tahun dan memiliki perubahan aspek fisik-psiko-sosial emosional dan spritual dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya, serta upaya untuk mendapatkannya memerlukan suatu bantuan baik yang bersifat mandiri, bantuan sebagian hingga total. Pengumpulan data dilakukan dengan survey lapangan dengan mewawancarai pasien yang melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri dengan dukungan keluarga dan yang melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri tanpa dukungan keluarga.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN RELIGIUSITAS TERHADAP KESIAPAN MENGATASI POST POWER SYNDROME PADA ASN DI LINGKUNGAN PERKANTORAN KOMPLEK BUKIT INSPIRASI PEMERINTAHAN KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN TAHUN 2026 Elinda Juniwati Sijabat; Rouli DF Simamora; Helprida Sihite
Jurnal STIKes Kesehatan Baru Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Medika Kesehatan Baru
Publisher : Sekolaah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Kesehatan Baru Doloksanggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70751/stikeskbdoloksanggul.v4i1.135

Abstract

Post Power Syndrome adalah kondisi dimana yang hilang nya sebuah kekuasaan pada diri seseorang hal ini biasanya terjadi pada lansia yang memasuki massa pensiun sehingga bisa mengakibatkan terjadinya stress di karenakan tidak mampu menghadapi masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dan religiusitas terhadap kesiapan mengatasi post power syndrome. Jenis penelitian deksriptif analitik dimana variabel independen dan variabel dependen diteliti secara bersamaan. Penelitian mulai Februari- April 2026 dengan jumlah populasi 35 orang. Pengambilan sampel mengunakan total sampling dengan jumlah sampel 35 responden. Pengambilan data mengunakan kusioner dalam google form, data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan religiusitas dalam kesiapan mengatasi post power syndrome diperoleh pvalue (0.955)> ? (0.05). Ada hubungan dukungan sosial dalam kesiapan mengatasi post power syndrome diperoleh p-value (0.955)> ? (0.05). Diharapkan kepada responden agar lebih siap mengatasi kecenderungan post power syndrome saat memasuki masa pensiunnya dengan dukungan sosial dan religiuisitas sehingga responden dapat mengahadapi masa pensiunnya dengan baik dan tidak merasa hilang peran dan kekuasaan baik dikeluarga maupun di masyarakat atau lingkungan sekitar.