Suci Aprilyati Ruiyat
Universitas Setia Budhi Rangkasbitung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UPAYA MENUMBUHKAN RASA CINTA TANAH AIR PADA ANAK USIA 5–6 TAHUN Rika Herlina; Suci Aprilyati Ruiyat; Eneng Sri Susilawati
Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik Vol. 3 No. 1, Januari (2026): Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini pentingnya pendidikan seni sebagai sarana pewarisan budaya sekaligus penanaman nilai kebangsaan sejak dini. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pengenalan tari tradisional dalam rangka menumbuhkan rasa cinta tanah air pada anak usia 5–6 tahun. Tempat penelitian di PAUD Bina Mandiri, kecamatan Cirinten Kabupaten Lebak. Waktu penelitian dilaksankan pada bulan Januari sampai dengan bulan Agustus tahun 2025, subjek dan objek penelitian adalah anak yaitu kelas A yang berjumlah 17 anak, kelas B1 berjumlah 15 anak, dan Kelas B2 berjumlah 14 anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru, orangtua, dan anak usia 5–6 tahun pada salah satu lembaga PAUD. Teknik analisis data yang digunakan analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif, yaitu dengan menguraikan data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi ke dalam bentuk narasi yang sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan tari tradisional dilaksanakan melalui berbagai metode, antara lain demonstrasi, permainan gerak, dan pemanfaatan media visual. Guru berperan aktif dalam mengenalkan gerakan tari sederhana, kostum, serta musik pengiring yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Anak-anak terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan, meskipun masih terdapat keterbatasan pada koordinasi gerak yang perlu dilatih secara konsisten. Wawancara dengan orangtua dan guru mengungkapkan bahwa kegiatan tari tradisional berdampak positif terhadap perkembangan anak, baik dalam aspek motorik, sosial-emosional, maupun nilai karakter. Anak menjadi lebih percaya diri, berani tampil di depan umum, serta menunjukkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia. Berdasarkan data tersebut dapat ditarik kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengenalan tari tradisional merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai cinta tanah air pada anak usia dini. Melalui kegiatan ini, anak tidak hanya mengembangkan keterampilan motorik, tetapi juga memperoleh pengalaman budaya yang memperkuat identitas kebangsaan sejak usia dini.
IMPLEMENTASI MEDIA LOOSE PARTS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGUKURAN  PADA ANAK USIA DINI DI TK SETIA BUDHI RANGKASBITUNG Siti Bariyah; Eneng Sri Susilawati; Suci Aprilyati Ruiyat
Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik Vol. 2 No. 2, Juli (2025): Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena rendahnya kemampuan pengukuran pada anak usia 5-6 tahun di TK Setia Budhi Rangkasbitung. Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan pengukuran pada anak usia 5-6 tahun di TK Setia Budhi Rangkasbitung. Subjek penelitian anak usia 5-6 tahun di TK Setia Budhi Rangkasbitung, yang berjumlah 20 orang, waktu dan tempat penelitian pada bulan Januari sampai dengan Februari, bertempat di TK Setia Budhi Rangkasbitung. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian tindakan kelas, yang dilakukan sebanyak dua siklus dimana masing-masing siklus terdiri dari 4 empat kali tindakan. Instrumen penelitian yang digunakan lembar observasi, wawancara, studi dokumentasi dan catatan lapangan. Analsiis data penelitian menggunakan analsisi data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan peningkatan kemampuan pengukuran pada anak setelah menggunakan media loose parts. Sebelum diberikan intervensi kemampuan pengukuran 44,68%, setelah diberikan tindakan siklus I kemampuan anak meningkat menjadi 66,25%, dan pada siklus II kemampuan rata-rata anak meningkat menjadi 84,68%. Berdasarkan data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahawa implementasi media loose parts dapat meningkatkan kemampuan pengukuran. 
PERBEDAAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN PROSOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA AL-IRSYADIYAH Iin Awaliah; Ayu Fajarwati; Suci Aprilyati Ruiyat
Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik Vol. 3 No. 2, Juli (2026): Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pola asuh orang tua terhadap perkembangan prososial anak usia 5-6 tahun di RA Al-Irsyadiyah. Berdasarkan hasil observasi di lapangan bahwa perbedaan pola asuh orang tua di RA Al-Irsyadiyah ini masi ada orang tua yang menggunakan metode pola asuh yang kaku, sehingga anak-anak disana masi ada yang kurang berkembang prososialnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data yang dilakukan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentsi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Sumber data penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan orang tua di RA Al-Irsyadiyah. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang menggunakan pola asuh demokratis cenderung memiliki anak yang prososial karena anak tidak dengan tekanan serta tuntutan, namun dengan pola asuh demokratis anak lebih memiliki sikapyang positif.