Eneng Sri Susilawati
Universitas Setia Budhi Rangkasbitung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Media Loose Parts to Improve The Operability of Children Aged 5-6 Years Eneng Sri Susilawati; Siti Bariyah; Suci Aprilyati Ruiyat; Uswatun Khsanah
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 28 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v28i2.63350

Abstract

This study aims to improve the ability of number operations in group B children in the Parakanlima Play Group through the implementation of loose parts media. Number operation capabilities are fundamental mathematical concepts that include addition, subtraction, many-bit concepts, and the ability to connect concepts with number symbols. The research used the Kemmis and Taggart model Class Action Research (PTK) which was carried out in 2 cycles with 4 actions per cycle each. The subjects of the study were 20 children of group B aged 5-6 years consisting of 11 boys and 9 girls. Data collection techniques use observation, interviews, and documentation, with data analysis carried out qualitatively and quantitatively. The loose parts used include natural materials (pebbles, tree branches, leaves, flowers) and used items (bottle caps, shells, ice cream sticks, straws). The results showed a significant increase in the operating ability of children from pre-cycle by 44.68%, increased to 66.25% in cycle I, and reached 84.68% in cycle II, with a total increase of 40%. Improvement occurs in all aspects of number operations: addition (50% to 70%), many-bit concepts (45% to 65%), subtraction (40% to 60%), and associating concepts with number symbols (55% to 75%). Research proves that the implementation of loose parts media can effectively improve children's number operation skills through concrete, meaningful, and fun learning, so that the abstract concept of number operations becomes easy for children to understand. Media loose parts provide a hands-on experience that facilitates multi-sensory stimulation and encourages active learning.
UPAYA MENUMBUHKAN RASA CINTA TANAH AIR PADA ANAK USIA 5–6 TAHUN Rika Herlina; Suci Aprilyati Ruiyat; Eneng Sri Susilawati
Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik Vol. 3 No. 1, Januari (2026): Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini pentingnya pendidikan seni sebagai sarana pewarisan budaya sekaligus penanaman nilai kebangsaan sejak dini. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pengenalan tari tradisional dalam rangka menumbuhkan rasa cinta tanah air pada anak usia 5–6 tahun. Tempat penelitian di PAUD Bina Mandiri, kecamatan Cirinten Kabupaten Lebak. Waktu penelitian dilaksankan pada bulan Januari sampai dengan bulan Agustus tahun 2025, subjek dan objek penelitian adalah anak yaitu kelas A yang berjumlah 17 anak, kelas B1 berjumlah 15 anak, dan Kelas B2 berjumlah 14 anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru, orangtua, dan anak usia 5–6 tahun pada salah satu lembaga PAUD. Teknik analisis data yang digunakan analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif, yaitu dengan menguraikan data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi ke dalam bentuk narasi yang sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan tari tradisional dilaksanakan melalui berbagai metode, antara lain demonstrasi, permainan gerak, dan pemanfaatan media visual. Guru berperan aktif dalam mengenalkan gerakan tari sederhana, kostum, serta musik pengiring yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Anak-anak terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan, meskipun masih terdapat keterbatasan pada koordinasi gerak yang perlu dilatih secara konsisten. Wawancara dengan orangtua dan guru mengungkapkan bahwa kegiatan tari tradisional berdampak positif terhadap perkembangan anak, baik dalam aspek motorik, sosial-emosional, maupun nilai karakter. Anak menjadi lebih percaya diri, berani tampil di depan umum, serta menunjukkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia. Berdasarkan data tersebut dapat ditarik kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengenalan tari tradisional merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai cinta tanah air pada anak usia dini. Melalui kegiatan ini, anak tidak hanya mengembangkan keterampilan motorik, tetapi juga memperoleh pengalaman budaya yang memperkuat identitas kebangsaan sejak usia dini.
IMPLEMENTASI MEDIA LOOSE PARTS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGUKURAN  PADA ANAK USIA DINI DI TK SETIA BUDHI RANGKASBITUNG Siti Bariyah; Eneng Sri Susilawati; Suci Aprilyati Ruiyat
Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik Vol. 2 No. 2, Juli (2025): Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena rendahnya kemampuan pengukuran pada anak usia 5-6 tahun di TK Setia Budhi Rangkasbitung. Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan pengukuran pada anak usia 5-6 tahun di TK Setia Budhi Rangkasbitung. Subjek penelitian anak usia 5-6 tahun di TK Setia Budhi Rangkasbitung, yang berjumlah 20 orang, waktu dan tempat penelitian pada bulan Januari sampai dengan Februari, bertempat di TK Setia Budhi Rangkasbitung. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian tindakan kelas, yang dilakukan sebanyak dua siklus dimana masing-masing siklus terdiri dari 4 empat kali tindakan. Instrumen penelitian yang digunakan lembar observasi, wawancara, studi dokumentasi dan catatan lapangan. Analsiis data penelitian menggunakan analsisi data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan peningkatan kemampuan pengukuran pada anak setelah menggunakan media loose parts. Sebelum diberikan intervensi kemampuan pengukuran 44,68%, setelah diberikan tindakan siklus I kemampuan anak meningkat menjadi 66,25%, dan pada siklus II kemampuan rata-rata anak meningkat menjadi 84,68%. Berdasarkan data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahawa implementasi media loose parts dapat meningkatkan kemampuan pengukuran.