Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Ibu bekerja menghadapi berbagai tuntutan dalam menjalankan peran sebagai pekerja dan ibu menyusui yang dapat menimbulkan stres. Kondisi stres pada ibu menyusui dapat memengaruhi proses menyusui dan berpotensi menurunkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Berdasarkan survei pendahuluan di PMB Ria Kurniyati Agustina, Amd.Keb Kabupaten Kendal, masih ditemukan ibu bekerja yang belum memberikan ASI eksklusif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat stres pada ibu bekerja dengan pemberian ASI eksklusif. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat stres pada ibu bekerja dengan pemberian ASI eksklusif di PMB Ria Kurniyati Agustina, Amd.Keb Kabupaten Kendal. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 ibu bekerja yang menyusui di PMB Ria Kurniyati Agustina, Amd.Keb Kabupaten Kendal. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat stres dan kuesioner pemberian ASI eksklusif. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat. Uji hubungan menggunakan Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 karena syarat uji Chi-Square tidak terpenuhi. Hasil: Sebagian besar responden mengalami stres ringan, yaitu sebanyak 16 responden (53,4%), sedangkan 10 responden (33,3%) tidak mengalami stres dan 4 responden (13,3%) mengalami stres sedang. Sebagian besar responden tidak memberikan ASI eksklusif, yaitu sebanyak 22 responden (73,3%), sedangkan 8 responden (26,7%) memberikan ASI eksklusif. Hasil uji Fisher's Exact Test menunjukkan nilai p-value = 0,012 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres pada ibu bekerja dengan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres pada ibu bekerja dengan pemberian ASI eksklusif di PMB Ria Kurniyati Agustina, Amd.Keb Kabupaten Kendal. Semakin tinggi tingkat stres yang dialami ibu bekerja, semakin rendah kecenderungan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.