M. Afwan Yorba
Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Ketidaksesuaian Geometri Jalan Serta Efek Total Resistance Terhadap Konsumsi dan Biaya Bahan Bakar Dump Truck SANY SKT80S di PT Bara Prima Pratama, Provinsi Riau M. Afwan Yorba; Riam Marlina A.; Tri Gamela Saldy; Aulia Hidayat Burhamidar
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 10, No 2 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bina tambang.v10i2.135577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidaksesuaian geometri jalan serta efek resistance guna meningkatkan produktivitas dan konsumsi bahan bakar Dump Truck SANY SKT80S. Selain itu, penelitian ini juga menghitung berapa jumlah konsumsi serta biaya bahan bakar optimal yang harus dikeluarkan perusahaan pada kondisi aktual dan setelah dilakukan perbaikan. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian terapan (applied research), dimana penelitian terapan ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mencari solusi terkait masalah yang ada di lapangan. Penelitian ini berfokus pada evaluasi kondisi alat dan kondisi jalan terhadap konsumsi serta biaya bahan bakar untuk peningkatan produktivitas overburden pada alat dump truck SANY SKT80S. Jadi, objek penilitian dari penelitian ini adalah kondisi alat angkut SANY SKT80S serta kondisi jalan dari front 1 menuju disposal pada PT Bara Prima Pratama. Hasil dari penelitian ini menunjukan dengan perbaikan yang dilakukan pada geometri jalan sesuai dengan standar yang dan serta perbaikan total resistance, terdapat kenaikan produktivitas sebesar 220.321 BCM/bulan, telah sesuai dengan plan yang ditetapkan perusahaan yaitu 213.070 BCM/bulan dengan diiringi penurunan konsumsi bahan bakar alat angkut yaitu dari 23,67 lliter/jam menjadi 21,39 liter/jam. Sehingga biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi bahan bakar juga ikut menurun, dimana sebelum dilakukan perbaikan biaya konsumsi bahan bakar sebesar Rp947.136.762 per bulan dan setelah dilakukan perbaikan biaya konsumsi bahan bakar menjadi Rp855.786.070 per bulan dalam satu fleet.