“Latar Belakang: Perkembangan teknologi keuangan digital telah mendorong peningkatan penggunaan electronic wallet (e-wallet) di kalangan mahasiswa. Kemudahan transaksi, berbagai promosi, serta akses pembayaran yang cepat dapat meningkatkan kecenderungan perilaku impulsive buying. Namun, tingkat literasi keuangan yang dimiliki mahasiswa diduga dapat memengaruhi hubungan antara penggunaan e-wallet dan perilaku pembelian impulsif.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan e-wallet terhadap perilaku impulsive buying mahasiswa serta menguji peran literasi keuangan sebagai variabel moderasi pada mahasiswa Universitas Madani Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Sampel penelitian berjumlah 120 mahasiswa Universitas Madani Indonesia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur intensitas penggunaan e-wallet, perilaku impulsive buying, dan literasi keuangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan regresi linear sederhana serta Moderated Regression Analysis (MRA) dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan e-wallet kategori tinggi (46,6%), literasi keuangan kategori sedang (41,7%), dan perilaku impulsive buying kategori sedang (43,3%). Hasil uji regresi menunjukkan bahwa intensitas penggunaan e-wallet berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku impulsive buying mahasiswa (β = 0,587; p = 0,000). Hasil uji moderasi menunjukkan bahwa literasi keuangan mampu memoderasi hubungan antara intensitas penggunaan e-wallet dan perilaku impulsive buying (β = -0,284; p = 0,001). Koefisien interaksi yang bernilai negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi literasi keuangan mahasiswa, semakin lemah pengaruh intensitas penggunaan e-wallet terhadap perilaku impulsive buying. Kesimpulan: Intensitas penggunaan e-wallet berpengaruh signifikan terhadap perilaku impulsive buying mahasiswa. Literasi keuangan terbukti berperan sebagai variabel moderasi yang memperlemah pengaruh tersebut. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan diperlukan untuk membantu mahasiswa mengelola keuangan secara lebih bijak di era digital.