Luthfi Acintya Kurniadewi
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pembelajaran Berbasis Cerita Dalam Pengembangan Sikap Toleransi Beragama Anak Usia Dini Cici Maisyaroh; Alya Arthamevia; Syarafina Putri Nabila; Luthfi Acintya Kurniadewi; Annafi’ Nurul ‘Ilmi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11908

Abstract

Pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter sosial anak, termasuk sikap toleransi beragama di tengah masyarakat yang multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran berbasis cerita dalam pengembangan sikap toleransi beragama pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi literatur. Penelitian dilaksanakan di KB-TK Siwi Kinasih dengan fokus pada proses pembelajaran berbasis cerita, interaksi antara guru dan anak, serta perilaku anak selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis cerita mampu membantu anak memahami nilai toleransi melalui tokoh dan alur cerita yang menggambarkan sikap saling menghormati, bekerja sama, dan menghargai perbedaan agama. Anak menunjukkan perubahan perilaku sosial yang positif, seperti lebih terbuka dalam berteman, menghormati teman yang sedang beribadah, serta mampu berinteraksi tanpa membedakan latar belakang agama. Pembelajaran berbasis cerita juga dinilai lebih efektif dalam menanamkan nilai toleransi karena mampu menyentuh aspek emosional anak dibandingkan dengan metode ceramah atau hafalan. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan media cerita, fasilitas pembelajaran, dan pemahaman sebagian orang tua mengenai pentingnya pendidikan toleransi sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan kreativitas guru serta kerja sama antara sekolah dan keluarga dalam mendukung pengembangan sikap toleransi beragama pada anak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi pembelajaran berbasis karakter di lembaga pendidikan anak usia dini.
REVITALISASI PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA PADA ANAK DI DESA SAWAHAN, KLATEN Lunaya Elfa Sobri Qolbina Imran; Luthfi Acintya Kurniadewi; Sola Gracia Christovani Sabrina; Intan Nur A'ini; Galang Fauzan Baihaqi; Nur Asiyah
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga mengandung nilai sosial dan budaya yang penting bagi perkembangan anak. Namun, perkembangan teknologi digital dan semakin populernya permainan daring menyebabkan permainan tradisional semakin jarang dimainkan oleh anak-anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menghidupkan kembali permainan tradisional di kalangan anak-anak Desa Sawahan, Klaten melalui kegiatan pengenalan, praktik bermain, dan pendampingan sebagai bagian dari kegiatan KKN 251. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan melibatkan 17 anak dengan rentang pendidikan kelas 2 SD hingga kelas 9 atau 3 SMP. Pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi permainan yang masih dikenal masyarakat, pengenalan aturan permainan, praktik bermain, pendampingan, serta evaluasi melalui observasi, diskusi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak memberikan respons positif terhadap pengenalan permainan tradisional dan menunjukkan ketertarikan untuk memainkan kembali permainan yang diperkenalkan. Permainan seperti engklek, gobak sodor, congklak, lompat tali, dan kelereng juga menjadi ruang bagi anak untuk berinteraksi, bekerja sama, mengikuti aturan, serta mengenal nilai sportivitas dan tanggung jawab. Keterlibatan orang tua dan tokoh masyarakat turut mendukung proses pengenalan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa revitalisasi permainan tradisional melalui pendekatan partisipatif dapat menjadi salah satu bentuk pengabdian yang mendukung pelestarian budaya sekaligus memberikan pengalaman sosial dan pembelajaran yang bermakna bagi anak-anak.