Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBUATAN MEDIA AGAR BUATAN DARI KALDU IKAN TONGKOL (Euthynnus Affinis) SEBAGAI MEDIA KULTUR SEDIAAN BAKTERI Staphylococcus sp. Ely John Karimela; Edwin Oskar Langi; Julius Frans Wuaten; Mukhlis Abdul Kaim
INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan Vol 6 No 2 (2026): INASUA: Jurnal Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jinasua.2026.6.2.66

Abstract

Penggunaan media kultur komersial seperti Nutrient Agar (NA) semakin terkendala oleh tingginya biaya, sehingga diperlukan alternatif berbahan alami yang lebih ekonomis namun tetap mampu mendukung pertumbuhan mikroorganisme secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas media agar-agar buatan berbahan kaldu ikan tongkol (Euthynnus affinis) sebagai media kultur alternatif untuk pertumbuhan Staphylococcus sp., serta membandingkannya dengan kinerja NA instan. Penelitian dilakukan melalui rangkaian tahapan pembuatan kaldu ikan tongkol, formulasi media agar, sterilisasi, inokulasi bakteri, dan inkubasi. Evaluasi performa media dilakukan melalui pengamatan pertumbuhan koloni, uji fisiologis (pewarnaan Gram), serta uji biokimia (katalase dan oksidase), termasuk analisis Total Plate Count (TPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kaldu ikan tongkol mampu mendukung pertumbuhan koloni Staphylococcus sp. dengan karakteristik morfologi yang serupa bahkan lebih subur dibandingkan Nutrient Agar instan. Uji Gram memperlihatkan hasil konsisten berupa sel Gram-positif berbentuk kokus, sedangkan uji katalase menunjukkan reaksi positif pada kedua jenis media. Uji oksidase memberikan hasil negatif sesuai karakteristik Staphylococcus sp., mengonfirmasi bahwa media alternatif tidak memengaruhi profil biokimia bakteri. Nilai TPC pada media kaldu ikan tongkol juga berada dalam kisaran yang sebanding dengan media standar. Secara keseluruhan, media agar berbahan kaldu ikan tongkol terbukti layak digunakan sebagai alternatif ekonomis untuk kultur Staphylococcus sp., serta berpotensi diterapkan pada laboratorium dengan keterbatasan sumber daya.