Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENINGKATAN CRITICAL THINKING DALAM PEMBELAJARAN PPKn MELALUI MODEL CONTROVERSIAL PUBLIC ISSUES DI KELAS VII MTs NEGERI KOTA BATU Lutfiana, Rose Fitria; Ibrahim, M Mansur; Kurniawan, Saputra Tri
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol 5, No 1 (2019): Mei 2019 IN PROGRESS
Publisher : Lecturer at the Faculty of Education, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v5i1.7173

Abstract

ABSTRAK Lesson study  ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kualitas pembelajaran secara sistematis dan kolaboratif antara guru dan dosen; (2) membangun pengetahuan pedagogis antara guru dan dosen; (3) melakukan sosialisasi dan memperkuat kegiatan lesson study berbasis sekolah; (4) memberikan pelatihan kepada guru mata pelajaran PPKn di MTs Negeri Batu; (5) pelaksanaan kegiatan lesson study mata pelajaran PPKn; (6) mendeskripsikan pendapat-pendapat guru model, tim guru lesson study, tim pendamping lesson study terhadap pelaksanaan lesson study; (7) menyusun best practices pembelajaran mata pelajaran PPKn dengan kegiatan lesson study; dan (8) meningkatkan critical thinking peserta didik melalui model controversial public issues. Lesson Study yang digunakan menggunakan empat siklus yang masing-masing terdiri dari plan, do dan see. Berdasarkan lesson study yang dilakukan maka hasilnya yaitu: (1) terdapat peningkatan critical thinking siswa dari siklus 1 ke siklus 2 dan siklus 3 ke siklus 4; (2) proses pembelajaran yang terjadi menjadi semakin menarik, upaya peningkatan critical thinking menyebabkan guru dan dosen menjadi kreatif dan inovatif dalam memecahkan permasalahan pembelajaran yang terjadi dan (3) proses pembelajaran berjalan dengan baik dengan adanya plan, do dan see dalam setiap siklus. Kata Kunci: Critical Thinking, Pembelajaran PPKn, Controversial Public Issues ABSTRACT This lesson study aims to (1) improve the quality of learning systematically and collaboratively between teachers and lecturers; (2) building pedagogical knowledge between teachers and lecturers; (3) disseminating and strengthening school-based lesson study activities; (4) provide training to PPKn subject teachers at Batu Negeri MTs; (5) implementation of lesson study activities in PPKn subjects; (6) describe the opinions of the model teacher, the lesson study teacher team, the lesson study assistant team on the implementation of lesson study; (7) compile learning best practices for PPKn subjects with lesson study activities; and (8) increasing students' critical thinking through the controversial model of public issues. Lesson Study used uses four cycles, each of which consists of a plan, do and see. Based on the lesson study conducted, the results are: (1) there is an increase in critical thinking of students from cycle 1 to cycle 2 and cycle 3 to cycle 4; (2) the learning process that occurs becomes increasingly interesting, efforts to increase critical thinking cause teachers and lecturers to be creative and innovative in solving learning problems that occur and (3) the learning process goes well with the plan, do and see in each cycle.  Keywords: Critical Thinking, Learning of Civic Education, Controversial Public IssuesABSTRAK Lesson study  ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kualitas pembelajaran secara sistematis dan kolaboratif antara guru dan dosen; (2) membangun pengetahuan pedagogis antara guru dan dosen; (3) melakukan sosialisasi dan memperkuat kegiatan lesson study berbasis sekolah; (4) memberikan pelatihan kepada guru mata pelajaran PPKn di MTs Negeri Batu; (5) pelaksanaan kegiatan lesson study mata pelajaran PPKn; (6) mendeskripsikan pendapat-pendapat guru model, tim guru lesson study, tim pendamping lesson study terhadap pelaksanaan lesson study; (7) menyusun best practices pembelajaran mata pelajaran PPKn dengan kegiatan lesson study; dan (8) meningkatkan critical thinking peserta didik melalui model controversial public issues. Lesson Study yang digunakan menggunakan empat siklus yang masing-masing terdiri dari plan, do dan see. Berdasarkan lesson study yang dilakukan maka hasilnya yaitu: (1) terdapat peningkatan critical thinking siswa dari siklus 1 ke siklus 2 dan siklus 3 ke siklus 4; (2) proses pembelajaran yang terjadi menjadi semakin menarik, upaya peningkatan critical thinking menyebabkan guru dan dosen menjadi kreatif dan inovatif dalam memecahkan permasalahan pembelajaran yang terjadi dan (3) proses pembelajaran berjalan dengan baik dengan adanya plan, do dan see dalam setiap siklus. Kata Kunci: Critical Thinking, Pembelajaran PPKn, Controversial Public Issues ABSTRACT This lesson study aims to (1) improve the quality of learning systematically and collaboratively between teachers and lecturers; (2) building pedagogical knowledge between teachers and lecturers; (3) disseminating and strengthening school-based lesson study activities; (4) provide training to PPKn subject teachers at Batu Negeri MTs; (5) implementation of lesson study activities in PPKn subjects; (6) describe the opinions of the model teacher, the lesson study teacher team, the lesson study assistant team on the implementation of lesson study; (7) compile learning best practices for PPKn subjects with lesson study activities; and (8) increasing students' critical thinking through the controversial model of public issues. Lesson Study used uses four cycles, each of which consists of a plan, do and see. Based on the lesson study conducted, the results are: (1) there is an increase in critical thinking of students from cycle 1 to cycle 2 and cycle 3 to cycle 4; (2) the learning process that occurs becomes increasingly interesting, efforts to increase critical thinking cause teachers and lecturers to be creative and innovative in solving learning problems that occur and (3) the learning process goes well with the plan, do and see in each cycle.  Keywords: Critical Thinking, Learning of Civic Education, Controversial Public Issues
Implementasi Pelatihan E-Learning Di SMP Muhammadiyah 1 Kota Malang M Mansur; Rose Fitria Lutfiana
Jurnal Pesut : Pengabdian untuk Kesejahteraan Umat Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pesut: Pengabdian untuk Kesejahteraan Umat
Publisher : Pusat Penerbitan Ilmiah Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30650/jp.v2i1.1280

Abstract

Salah satu tantangan era revolusi industri 4.0 di bidang pendidikan sejalan dengan kompetensi profesional guru abad 21, yaitu terkait dengan kemampuan guru untuk bisa mengimplementasikan e-learningdalam proses belajar mengajar di Kelas.SMP Muhammadiyah 1 Kota Malang dipilih sebagai tempat pengabdian kepada masyarakat karena dalam pengimplementasian sistem pembelajaran dengan e-learningmasih terkendala pada sumber daya manusia (guru) yang belum memahami apa itu e-learning. Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini dilakukan melalui empat tahapan yaitu focus group discussion (FGD), pelatihan, pendampingan dan monitoring evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain: hampir 78,2% guru yang mengikuti pelatihan dan pendampingan penggunaan e-learningtelah mampu mengguasai implementasi e-learningdalam proses belajar mengajar dan 65,2% guru yang mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah mengimplementasikan e-learningpada pembelajaran semester ganjil 2019/2020.
Analisis Pola Asuh Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai Karakter Anak Di Desa Sedayulawas Firda Dhuriyani; M Mansur; Rose Fitria Lutfiana
Jurnal Civic Hukum Vol. 7 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v7i1.20429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis (1) bagaimana pola asuh orang tua dalam menanamkan nilai karakter disiplin dan tanggung jawab anak di Desa Sedayulawas Kabupaten Lamongan. (2) apa saja kendala yang dihadapi orang tua dalam menanamkan nilai karakter disiplin dan tanggung jawab anak di Desa Sedayulawas Kabupaten Lamongan. (3) upaya yang dilakukan orang tua dalam menanamkan nilai karakter disiplin dan tanggung jawab anak di Desa Sedayulawas Kabupaten Lamongan. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yaitu Orang tua di Desa Sedayulawas. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara dengan informan serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu (1) Pola asuh yang diterapkan di Desa Sedayulawas Kabupaten Lamongan yaitu pola asuh demokratis. Hal ini terlihat dari Orang tua memberikan kesempatan anak untuk melakukan sesuatu yang di inginkan tetapi masih dalam pengawasan orang tua. (2) Kendala yang dihadapi Orang tua dalam menanamkan nilai karakter ada beberapa faktor yaitu faktor internal dari dalam diri anak dan faktor eksternal dari keluarga dan lingkungan (3) Orang tua selalu memberikan contoh keteladanan seperti bangun pagi dan sholat tepat waktu agar dapat diterapkan pada kehidupan anak.
Pemanfaatan Media Internet Dalam Pembelajaran PPKn Bagi Siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Malang Zulfikar Sulaiman; M. Mansur Ibrahim; Agus Tinus
Jurnal Civic Hukum Vol. 2 No. 2 (2017): November 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v2i2.6860

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan media internet dalam pembelajaran PPKn, dan bagaimana kendala penggunaan media internet dalam pembelajaran PPKn bagi siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian yaitu peneliti itu sendiri. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi, penyajian, dan penyimpulan. Hasil penelitian ini yaitu penggunaan internet sebagai media pembelajaran PPKn sangat menunjang proses pembelajaran. Guru dan siswa menggunakan internet untuk mencari informasi materi yang dipelajari. Kegiatan pembelajaran menggunakan media internet semakin aktif bagi siswa karena guru mengkombinasikannya dengan berbagai penerapan metode pembelajaran seperti penemuan, diskusi dan persentasi. Kendala yang dihadapi dalam penggunaan media internet dalam pembelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Malang adalah karena faktor teknis, berupa listrik yang menunjang operasi komputer dan internet. Ketika listrik padam komputer dan internet otomatis tidak dapat berfungsi sehingga mengganggu kelancaran produktivitas pembelajaran.Kata Kunci: Media internet, Pembelajaran PPKnAbstractThis study aims to find out how the use of internet media in learning PPKn, and how the constraints of using internet media in learning PPKn for students of class XI in SMA Negeri 1 Malang. This study uses a qualitative method with a descriptive approach.Research subjects were taken using purposive techniques. Data collection is done by observation, interview and documentation. The instrument of research is the researcher itself. Data analysis technique is done by means of reduction, presentation, and inference. The results of this study is the use of the internet as a medium of learning PPKn greatly support the learning process. Teachers and students use the internet to search for material information learned. Learning activities using internet media more active for students because teachers combine it with various application of learning methods such as descovery, discussion and percentage. Constraints faced in the use of internet media in learning PPKn in SMA Negeri 1 Malang is due to technical factors, in the form of electricity that supports computer and internet operations. When the power goes out the computer and the internet automatically can not function so interfere with the smoothness of learning productivity.Key Word: Internet Media, PPKn Learning
ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN GADGET (SMARTPHONE) TERHADAP KEPRIBADIAN DAN KARAKTER (KEKAR) PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 9 MALANG Fahdian Rahmandani; Agus Tinus; M Mansur Ibrahim
Jurnal Civic Hukum Vol. 3 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v3i1.7726

Abstract

ABSTRAKPenggunaan gadget (smartphone) yang terlalu berlebihan dan tidak sewajarnya akan menimbulkan pengaruh terhadap kepribadian dan karakter peserta didik. Kepribadian peserta didik seharusnya menjadi perhatian khusus dalam menanamkan karakter kepada mereka. Karena antara kepribadian dan karakter tersebut akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh-kembang peserta didik. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk: (a) Mengetahui penggunaan gadget (smartphone) oleh peserta didik di SMA Negeri 9 Malang, (b) Mendeskripsikan kepribadian dan karakter peserta didik yang menggunakan gadget (smartphone) di SMA Negeri 9 Malang, dan (c) Mendeskripsikan solusi penggunaan gadget (smartphone) yang ideal oleh peserta didik di SMA Negeri 9 Malang. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian deskriptif kualitatif. Dimana peneliti berusaha memberikan gambaran secara sistematis dan cermat berdasarkan fakta – fakta aktual dan sifat – sifat populasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah – masalah aktual dan mengumpulkan data. Pengumpulan data diperoleh dengan teknik wawancara, angket, observasi dan dokumentasi. Adapun informan yang digali informasinya yakni Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Guru PPKn, Guru Agama Islam, Guru BK, Guru IPS, Guru IPAdan Siswa - siswi Kelas XI SMA Negeri 9 Malang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: (a) Hampir semua peserta didik di SMAN 9 Malang memiliki dan menggunakan gadget, khususnya smartphone. Rata-rata waktu peserta didik menggunakan gadgetnya selama 3 sampai lebih dari 7 jam untuk membuka media sosial. (b) Kepribadian peserta didik yang menggunakan gadget (smartphone) cenderung lebih pasif seperti individualis, tertutup, kurang peduli dengan sekitarnya dan rasa sosial dari anak kurang. Sedangkan karakternya memiliki kecenderungan lebih apatis, pola pikirnya cenderung irasional, mencari mudahnya saja dan kurang mempunyai simpati.(c) Penggunaan gadget (smartphone) yang ideal yaitu dengan memberikan banyak pemahaman kepada peserta didik dan menerapkan program yang memiliki hubungan dengan penggunaan gadget (smartphone). Hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan sebagai berikut: (a) Semua peserta didik di SMAN 9 Malang menggunakan gadget (smartphone). (b) Terjadi penyimpangan kepribadian dan demoralisasi karakter peserta didik yang aktif menggunakan gadget (smartphone). (c) Solusi ideal yaitu dengan memberikan banyak pemahaman, dan sekolah sudah menerapkan program berbasis gadget (smartphone).Kata Kunci : Analisis, Penggunaan Gadget (Smartphone), Kepribadian Karakter.ABSTRACTThe use of gadgets (smartphone) which is too excessive and not reasonable will be impacting on the personality and character of students. Personality of students should be particular concern on instilling character for them. Because between the personality and the character will greatly affect the growth and development of students. Thus this research aims to: (a) Knowing the use of gadgets (smartphone) by students at State High School 9 Malang, (b) Describe the personality and character of students who use gadgets (smartphone) in State Senior High School 9 Malang, and (c) Explaining solutions use gadgets (smartphone) which is ideal by students at State Senior High School 9 Malang. This research uses techniques of research descriptive qualitative. Where researchers tried to give an idea systematically and meticulously based on actual facts and the characteristic of certain populations. This research aiming to solve the actual problems and collect the documents. collection of documents were obtained by interview, questionnaire, observation and documentation. As for informant who unearthed the information that is Vice Principal of Student, Teacher of PPKn, Teacher of Islamic Religious, Teacher of BK, Teacher IPS, Teacher of Science and Student Class XI of State Senior High School 9 Malang. Based on research that has been done, the results are as follows: (a) Almost allthe students at State Senior High School 9 Malang have and use gadgets, particularly smartphones. The average time students use the gadget for 3 to more than 7 hours to playing social media. (b) The personality of students who use gadgets (smartphone) tend to be more passive as individualistic and less concerned with the surroundings and the childs less has the social sense. While the characters have a tendency to be apathetic, the mindset is tends irrational, seeking ease and have less sympathy. (c) The use of gadgets (smartphone) ideal that is to give a lot of understanding to of students and implement programs that have a relationship with the use of gadgets (smartphone). The result of research obtained can be summed as follows: (a) All of students at State SeniorHigh School 9 Malang using gadgets (smartphone). (b) There is a personality disorder and demoralization of character for students active using gadgets (smartphone). (c) The ideal solution is to give a lot of understanding, and school has implemented a program the based of gadgets (smartphone).Keywords: Analysis, Using Gadget (Smartphone), Character.
PENGUATAN PENDIDIKAN POLITIK DALAM MENINGKATKAN SIKAP BELA NEGARA SISWA DI SMA NEGERI 3 MALANG Fitrianur Widya Ningrum; Trisakti Handayani; M Mansur Ibrahim
Jurnal Civic Hukum Vol. 3 No. 1 (2018): Mei 2018
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v3i1.7727

Abstract

ABSTRAKPendidikan politik merupakan usaha yang dilakukan terus-menerus dan berproses untuk meningkatkan pengetahuan politik agar dapat berpartisipasi secara optimal untuk menyelesaikan masalah di bidang politik. Saat ini, praktik dan pemahaman mengenai pendidikan politik masih lemah. Hal itu dikarenakan, merosotnya nilai karakter pada peserta didik serta timbulnya sikap acuh yang disebabkan oleh arus perkembangan jaman dan teknologi yang canggih. Oleh karena itu, pendidikan politik perlu dimaksimalkan kembali agar dapat membina dan mengarahkan peserta didik untuk dapat memahami hak dan tanggungjawabnya sebagai warga negara Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penguatan pendidikan politik dalam meningkatkan sikap bela negara siswa di SMA Negeri 3 Malang, faktor penghambat dan pendukung beserta solusi untuk mengatasi hambatan yang muncul. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi secara langsung dan mendokumentasi hal-hal yang berkaitan dengan penelitian serta wawancara mendalam kepada sepuluh informan. Data dianalisis secara kualitatif yangterdiri dari empat alur kegiatan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Serta, tahapan terakhir ialah keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penguatan pendidikan politik dalam meningkatkan sikap bela negara siswa di SMA Negeri 3 Malang dalam pelaksanaannya dapat meningkatkan sikap bela negara bagi anggota OSIS, dan anggota Paskibra. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan yang dilakukan dan hasil yang didapatkan setelah mengikuti kegiatan tersebut, sehingga mendorong mereka untuk menjalankan hak nya sebagai warga negara yang bersedia membela NKRI. Faktor penghambat berupa adanya anggota OSIS dan anggota Paskibra yang kurang bisa memanejemen waktu dan kesulitan mendapatkan dispensasi dari guru. Faktor pendukungnya berupa dukungan dari sekolah, motivasi diri, komunikasi yang baik antar anggota, dan keteladanan dari guru.Kata Kunci : Pendidikan Politik, Sikap Bela Negara.ABSTRACTPolitical education is an ongoing effort and processes to increase politicalknowledge in order to participate optimally to solve political problems. At present, practices and understanding of political education are still weak. This is because, the decline in character values in students and the emergence of indifference caused by the current development of sophisticated times and technology. Therefore, political education needs to be maximized again in order to foster and direct students to understand their rights and responsibilities as Indonesian citizens. This study aims to find out the implementation of strengthening political education in improving the defense attitudes ofstudents in Senior High School 3 Malang, inhibiting and supporting factors along with solutions to overcome obstacles that arise. Data collection was obtained through direct observation and documenting matters relating to research and in-depth interviews with ten informants. The data were analyzed qualitatively consisting of four activities, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. And, the last stage is the validity of the data using technical triangulation. The results of this study indicate that the strengthening of political education in enhancing the state of defense of studentsin Senior High School 3 Malang in its implementation can improve state defense for members of the Student Council, and members of Flag Hoisting Troop. This can be seen from the activities carried out and the results obtained after participating in these activities, thus encouraging them to exercise their rights as citizens who are willing to defend the Republic of Indonesia. The inhibiting factor is the existence of student council members and Flag Hoisting Troop members who are not able to manage time and have difficulty getting dispensation from the teacher. Supporting factors include support from school, self motivation, good communication between members, and exemplary from the teacher.Keywords: Political Education, Defend the Country
IMPLEMENTASI KURIKULUM DIFERENSIASI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA KELAS AKSELERASI PESERTA DIDIK CERDAS INKLUSIF MTsN PONOROGO Ardian Fahmi Rosyidi Karim; M Mansur; Nurbani Yusuf
Jurnal Civic Hukum Vol. 3 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v3i2.8654

Abstract

ABSTRAKLangkah pertama dalam implementasi kurikulum yang penting ditempuh sekolah adalah penyesuaian dengan ketentuan yang berlaku bagi peserta didik cerdas istimewa serta karakternya, di mana perlakuan yang kurang maksimal dan tidak sesuai dengan karakter peserta didik cerdas istimewa disebabkan terjadinya miss konsepsi serta ketidaksesuaian (lack of it) antara tuntutan yang seharusnya dengan kenyataan pelaksanaan pada saat di kelas. Hal ini yang kemudian menyebabkan perlakuan dan pelayanan pembelajaran pada kelas akselerasi di sekolah menjadi kurang maksimal bahkan kurang berguna untuk mengembangkan potensi peserta didik cerdas istimewa, Penelitian ini mengambil rumusan masalah Bagaimanakah langkah – langkah dalam mengimplementasikan Kurikulum Diferensiasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas Akselerasi Peserta Didik Cerdas Inklusif Yang Dilaksanakan Di MTsN Ponorogo, Apa Saja Kendala Yang Dihadapi Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Diferensiasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas Akselerasi Peserta Didik Cerdas Inklusif MTsN Ponorogo, Bagaimana Solusi terhadap Kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan kurikulum diferensiasi pada mata pelajaran. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitaif karena memiliki beberapa pertimbangan, yaitu: (1) pendekatan kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan jamak, (2) pendekatan ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan informan, (3) metode ini lebih peka dan dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. Sumber data primer diperoleh hasil wawancara yakni wawancara dengan kepala sekolah, Ketua Program PDCI, Guru PKn, serta siswa kelas VII PDCI. Kemudian data dianalisa secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian terdapat kesesuaian dengan komponen kurikulum seperti: (1) Tujuan, (2) Isi atau materi (Bahan Ajar), (3) Proses (Strategi Mengajar) atau sistem penyampaian dari media, (4) Evaluasi, tetapi Proses Implementasi kurikulum Diferensiasi Pendidikan Kewarganegaraan pada kelas Akselerasi PDCI MTsN Ponorogo mendapatkan beberapa kendala di dalamnya yaitu disebabkan oleh keadaan siswa yang cendurung berfikir cepat tetapi gampang bosan kalau materi yang disampaikan tidak membuat siswa berfikir lebih jauh.Kata kunci: ImplementasiKurikulumDiferensiasi, pesertadidikcerdasinklusif ABSTRACTThe first step in the implementation of the curriculum of the school is important are adjustments to the provisions that apply to students are intelligent as well as special characters, where treatment insufficient and not in accordance with special smarter learners character due to the occurrence of miss conception as well as the rendering (lack of it) between the demands that should be with the reality of implementation at the time in class. This then lead to the treatment and service learning on grade acceleration in school becomes insufficient even less useful to develop potential learners are special, intelligent Research takes the outline of the problem How steps-the steps in implementing the Curriculum Differentiation on the subjects of Civics Class Accelerated Learners In an inclusive Smart MTsN Ponorogo, what are the obstacles faced in implementing the Curriculum Differentiation on the subjects of Civics Class Accelerated Learners Intelligent Inclusive MTsN Ponorogo, How solutions to obstacles faced in implementing the curriculum differentiation on subjects.The method used in this research approaches Qualitative because it has several considerations, namely: (1) the qualitative approach more easily when faced with the reality plural, (2) it serves directly the nature of the relationship between researchers and informants, (3) the method is more sensitive and can adjust to a lot of sharpening influences together to patterns of values ??encountered. Sources of primary data obtained by interviews the interviews with principals, Chairman of the PDCI, Citizenship teachers, and students of class VII PDCI. then the data were analyzed descriptively qualitative. Based on the results of the research are conformity with curriculum components such as: (1) Objectives, (2) Content or materials (Subjects), (3) Process (Strategies) or the delivery systems of the media, (4) evaluation, but the process of implementation of the curriculum Differentiation Citizenship Education at PDCI Acceleration class MTsN Ponorogo get some constraints therein is caused by circumstances cendurung students who think fast but easily bored if the material presented does not make students to think furtherKeywords: Implementation of curriculum differentiation, inclusive smart learners
PERAN KEGIATAN PRAMUKA DALAM PENGEMBANGAN SIKAP NASIONALISME SISWA MAN 1 BANYUWANGI Nopalta Bagus Samudra; M Mansur; Mohamad Syahri
Jurnal Civic Hukum Vol. 3 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v3i2.8663

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang pelaksanaan, kendala, solusi, serta peran kegiatan pramuka dalam pengembangan sikap nasionalisme siswa MAN 1 Banyuwangi, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data yang dijabarkan berupa data deskriptif. Lokasi penelitian adalah MAN 1 Banyuwangi. Sumber data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, obervasi dan studi dokumen. Teknik analisis data tersebut berupa reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan peran kegiatan pramuka dalam pengembangan sikap nasionalisme siswa MAN 1 Banyuwangi, pada tahap pelaksanaan kegiatan pramuka MAN 1 Banyuwangi menggunakan metode kepramukaan yang berpedoman pada buku satuan kecakapan umum pramuka. Pada penelitian ini terdapat faktor penghambat yaitu kurangnya minat siswa, serta jumlah pembina yang tidak seimbang. Solusi untuk kendala yang dihadapi yaitu dengan pemberian sanksi yang tegas, mengadakan latihan dengan cara berpindah-pindah agar siswa lebih antusias, serta melakukan pelatihan kepada pihak guru dan BK untuk meningkatkan SDM tentang kepramukaan. Kemudian peran kegiatan ini dalam pengembangan sikap nasionalisme siswa di MAN 1 Banyuwangi yaitu tidak hanya sebagai pembentuk moral, penanaman nilai nasionalisme dan juga sebagai motivator yang mengajarkan jiwa nasionalisme, disiplin, jujur dan mengajarkan siswa lebih dekat kepada negaranya, peran kegiatan pramuka juga sebagai kegiatan yang menstimulus dan menjaga agar rasa nasionalisme siswa tetap terjaga.Kata Kunci : Pramuka, Sikap Nasionalisme.ABSTRACTThis study aims to obtain data on the implementation, constraints, solutions, and the role of scout activities in the development of student nationalism attitude MAN 1 Banyuwangi, District Banyuwangi, Banyuwangi. This study uses a qualitative approach with data that is described in the form of descriptive data. The location of the research is MAN 1 Banyuwangi. Sources of data in this study is divided into two primary data sources and secondary data sources. This research procedure uses interviews, observations and document studies. Data analysis techniques such as data reduction, data presentation, and data verification. The results showed the role of scout activities in the development of student nationalism attitude MAN 1 Banyuwangi, in the implementation stage of the scout MAN 1 Banyuwangi using scouting method based on the general scout skills unit book. In this study there are inhibiting factors that are the lack of student interest, the amount of coach is not balanced. The solution to the obstacles faced is by giving strict sanctions, conducting the exercises by moving around to make the students more enthusiastic, as well as training the teachers and BK to improve the human resourcesof scouting. Then the role of this activity in the development of students’ nationalism attitude in MAN 1 Banyuwangi is not only as a moral builder, the cultivation of the value of nationalism and also as a motivator who teach the soul of nationalism, discipline, honest and teach students closer to his country, the role of scout activities as well as activities stimulate and maintain the sense of student nationalism is maintained.Keywords: scouting movement, nationalism
ANALISIS PERAN GURU PPKn DALAM MEMBINA MORAL ANTIKORUPSI PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 2 PUCUK KABUPATEN LAMONGAN Gawan Bagus Adi Raga; Nurbani Yusuf; M Mansur
Jurnal Civic Hukum Vol. 4 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v4i1.9016

Abstract

Raga, Gawan  Bagus Adi. 2019. Analisis Peran Guru PPKn dalam Membina Moral Antikorupsi Peserta Didik di SMP Negeri 2 Pucuk Kabupaten Lamongan. Drs. Nurbani Yusuf, M.Si., Drs. M. Mansur, M.HTujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui peran guru PPKn dalam membina moral antikorupsi peserta didik, (2) mengetahui bagaimana kendala yang dihadapi guru PPKn dalam membina moral antikorupsi peserta didik, dan (3) menganalisis peran yang tepat bagi guru PPKn dalam membina moral antikorupsi peserta didik agar selaras dengan upaya pemberantasan korupsi.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Alasan digunakannya pendekatan kualitatif deskriptif dengan maksud untuk menjelaskan dan mengungkapkan fakta yang terjadi di lingkungan sekolah, tepatnya pada saat pembelajaran di kelas. Tempat penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Pucuk yang terletak di Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data  yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan verifikasi.Hasil dari penelitian ini adalah peran (1) guru PPKn dalam membina moral antikorupsi peserta didik adalah sebagai pendidik dan pengajar berperan melakukan transfer ilmu pengetahuan, mengajarkan, dan membimbing Pendidikan Antikorupsi diintegrasikan ke dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Selain itu guru berperan sebagai pengelola pembelajaran, guru PPKn harus menguasai berbagai metode pembelajaran dan memahami situasi belajar mengejar di dalam kelas. (2) Kendala yang dihadapi dalam pembinaan moral antikorupsi adalah masih adanya peserta didik yang kurang memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru PPKn. (3) Solusi yang tepat agar peran guru PPKn dalam membina moral antikorupsi peserta didik adalah mengadakan pertemuan antar orang tua, wali kelas, guru, dan kepala sekolah. 
Implementation of Full Day School Based on Islamic culture for strengthening The Religious Character of Students in Matsasurba Malang Nurul Sidrah; M. Mansur
Jurnal Civic Hukum Vol. 4 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v4i2.9187

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to find out and describe (1) the concept and implementation of full day school based on Islamic culture for strengthening religious character of students at the Islamic Junior High School Surya Buana Malang (2) the inhibiting and supporting factors, (3) the solutions to deal with the inhibiting factors that emerging. This research method uses descriptive research with a qualitative approach, collecting data through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed qualitatively, through stages of data collection, data reduction, data presentation, and data verification, along with data validity techniques using triangulation techniques. The result of this study showed that (1) the concept of full day school that applied is islamic full day school by focusing on strengthening the religious character of students. The implementationof full day school based on Islamic culture aims to make to make students have good character through the habituation that is carried out since students enter school until after school. (2) the inhibiting factors consist of diverse inputs, location and school regulations. Supporting factors consist of internal and external support. (3) the solutions to deal with the inhibiting factors that emerging is to provide special guidance, increase religious activities, comunnication and cooperation with parents of students.