Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PERAN KELOMPOK SOSIAL ARGOWAYANG DALAM MENANAMKAN NILAI KESADARAN LINGKUNGAN Seka Andriani; M Mansur; Mohamad Syahri
Jurnal Civic Hukum Vol. 4 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v4i1.9888

Abstract

Kelompok sosial Argowayang merupakan kelompok sosial yang bergerak dalambidang lingkungan hidup. Tujuan dari penelitian adalah 1) upaya yang dilakukan oleh kelompok sosial Argowayang terhadap penanaman nilai kesadaran terhadap lingkungan hidup, 2) faktor pendukung dan faktor penghambat, 3) solusi untuk mengatasi faktor penghambat. Metode yang digunakan kualitaif deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah Kepala Desa Galengdowo, ketua dan anggota Kelompok sosial Argowayang, dan masyarakat Desa Galengdowo. Tempat penelitian yakni di Desa Galengdowo. Hasil penelitian dikemukakan bahwa 1) upaya yang dilakukan bersama masyarakat dan anak-anak, 2) faktor pendukung yang diterima berupa kerjasama yang kompak antar anggota dan dukungan dari lembaga lain sedangkan faktor penghambat yang dialami berupa kesadaran masyarakat dan faktor cuaca, 3) solusi untuk menangani faktor penghambat berupa diadakan penambahan anggotakembali, dan diadakan sosialisasi kepada masyarakat
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ADAT WALIGORO (Studi Pada Desa Petisbenem Kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik) Zahrotul Wardah; M Mansur; Mohamad Syahri
Jurnal Civic Hukum Vol. 4 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v4i1.9895

Abstract

Adat waligoro merupakan budaya yang dimiliki masyarakat Desa Petisbenemsebagai pelengkap pelaksanaan pernikahan. Tujuan penelitian: 1) persepsi masyarakat terhadap adat pernikahan waligoro di Desa Petisbenem, 2) pelaksanaan adat pernikahan waligoro, 3) keseuaian pelaksanaan adat pernikahan waligoro dengan perkembangan zaman. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan sumber data adalah pemerintah Desa Petisbenem, masyarakat dan tokoh adat. Hasil penelitian: 1) sebagian besar masyarakat menganggap waligoro sebagai budaya yang harus dilakukan terus menerus karena mereka percaya adanya dampak yang akan menimpa kehidupan calon pengantin, 2) adat pernikahan waligoro dilaksanakan bersamaan acara walimah pada malam hari sebelum akad nikah dengan menyajikan dua sesajen yang diibaratkan calon pengantin, 3) seiring berkembangnya zaman, adat pernikahan waligoro tetap dilaksanakan dan sudah menjaditradisi bagi masyarakat.
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI KEGIATAN POSITIVE CHARACTER CAMP (PCC) Ramadhani Andarus Abbas; M Mansur; Budiono Budiono
Jurnal Civic Hukum Vol. 2 No. 1 (2017): Mei 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v2i1.9900

Abstract

The imbalance of early goal of the education has made students increased their negative behaviors that lead to moral degradation in the world of education. The circumstances that encourage SMAN 4 Malang to instill good character education through formal and nonformal education. One of the non-formal education programs are through school activities, namely Character Camp (PCC). The purpose of this study to determine: (1) the background and objectives of the program Character Camp (PCC) at SMAN 4 Malang; (2) the backgroundand objectives of the program Character Camp (PCC) at SMAN 4 Malang; (3) effort to plant character values and the values of any character instilled in students through a program called Character Camp (PCC) at SMAN 4 Malang; (4) the effectiveness of the program Character Camp (PCC) in instilling character values in SMAN 4 Malang.This research was conducted at SMAN 4 Malang. The method in this study was using a qualitative approach with descriptiveresearch and ex-post facto research. Where it can facilitate researchers in collecting data and searching for information that is descriptive with interviews about events that have occurred and collection of the existing documentation. The collection of data obtained are through interview techniques and the technique of documentation. Data validity technique is by using credibility, transferability, dependability and confrmability.The results show that thebackground and objectives of the program called Character Camp (PCC) is the concern by the school SMAN 4 Malang see the development of more advanced age, but many have a negative impact for students. so as to develop a positive character for the students of SMAN 4 Malang undertaking the training of character formation program that is realized in the form Character Camp (PCC). Many positive activities of the student during the execution of Character Camp (PCC) such as: outbound, mental strengthening, hypnotherapy and socialassistance (BAKSOS). Implementation of this program is made to be interesting, fun but still contains the values of the characters in it. The values of the characters in such activities as: environmental care, social care, religious, hardworking, independent, discipline and communicative. Effectiveness of the program Character Camp (PCC) in instilling character values to students only 80%, but it goes through the school rules and regulations the charactervalues will be maintained and even developed.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BUDI PEKERTI PADA SISWA Sutrisno Sutrisno; Nurhadi Nurhadi; M Mansur
Jurnal Civic Hukum Vol. 1 No. 1 (2016): Mei 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v1i1.10461

Abstract

Character education is an educational process aimed at learners to develop the values, attitudes, and behaviours that emit noble character or noble character. Research with the aim of, (1) To describe the implementation of character education to students at SMPN 5 Malang; (2) To describe the form of school activities in the implementation of character education to students at SMPN 5 Malang; (3) To explain the constraints faced in the implementation ofcharacter education to students at SMPN 5 Malang; (4) To explain a solution that is made to overcome the obstacles to implementation of character education to students at SMPN 5 Malang. This study uses qualitative research techniques. Researchers directly involved in collecting information related to their topic. The collection of data obtained by observation techniques, interviewing techniques, and technical documentation. The informant information that needs to be explored is the principal SMPN5 Malang, Student representatives, IslamicTeachers, PPKn Teachers, and class 7, 8, and 9. Then the data were analyzed by descriptive qualitative. The results showed that the implementation of character education to students in Junior High School 5 Malang to implement school culture that prays together, implement 5S, flag ceremonies and manners of incorporating the materials into every subject. Form of school activities in the field of religion is Imtaq, Khotmil Qur’an, and commemorating religious holidays. Field of self-development and winning personality to hold extracurricular,flag ceremony, student council activities and comply with regulations. And social fields which carry out social service. Constraints on the internal factors that character education lessons were removed, and students are still unstable, external factors are the impact of globalization, parents and children often indulge milieu wrong. The solution is to provide guidance that provide insight, training and supervision, teachers set a good example, providing facilitiessupporting character education and establish good communication between parents and the school. The conclusion that the implementation of character education to students at SMPN 5 Malang to implement and incorporate the material culture of the school moral and character are integrated into each subject. School events that shape the field of religion, self-development field and superior personality, and social areas. The obstacles are internal factors and external factors. And solutions to overcome these obstacles is to provide guidance, teachers give good example, providing character education support facilities and establish excellent communication between parents and the school.
Konsep Dasar Penguatan Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Menyiapkan Generasi Emas di SMP Muhammdiyah 06 DAU Rohmad Widodo; M Mansur
Jurnal Civic Hukum Vol. 6 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v6i1.16033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) pendekatan yang digunakan dalam  penguatan pendidikann karakter dalam menyiapkan generasi emas di SMP Muhammdiyah 06 Dau Kabupaten Malang; (2) faktor-faktor pendukung dan kendala-kendala yang dihadapi dalam penguatan pendidikann karakter; dan (3) solusi untuk mengatasi kendala-kendala dalam penguatan pendidikann karakter. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif yang bertempat di SMP Muhammadiyah 06 Dau Kabupaten Malang. Pengumpulan data diperoleh dengan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan: (1) ada tiga pendekatan  dalam penguatan pendidikan karakter dalam menyiapkan generasi emas di SMP Muhammadiyah 06 Dau Kabupaten Malang, yaitu pendekatan melalui pengembangan kultur sekolah, pengembangan diri dan diintegrasikan melalui pembelajaran; (2) faktor-faktor yang mendukung penguatan pendidikan karakter di sekolah adalah lingkungan sekolah yang cukup kondusif, sarana dan prasarana yang cukup memadai dan guru yang cukup kompeten, dan kendala yang dihadapi adalah siswa-siswa  dirumah tidak diajarkan apa yang dilakukan di sekolah, sebagian siswa sulit diajak baik, karena latar belakang siswa yang berbeda-beda; dan (3) solusi untuk mengatasi kendala-kendala adalah guru secara terus-menerus berusaha memberikan bimbingan kepada siswa, guru memberikan reward (penghargaan/pujian) atau punishment (hukuman) bagi siswa, serta wali kelas/guru menggunakan buku hubung dengan wali murid.
Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Sebagai Upaya Menyiapkan Generasi Emas di SMAN 1 Kota Malang Rohmad Widodo; M Mansur
Jurnal Civic Hukum Vol. 7 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v7i2.22510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi penguatan pendidikan karakter sebagai upaya menyiapkan generasi emas di SMAN 1 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis diskriptif. Penelitian ini berlokasi di SMAN 1 Kota Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi,  wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman yang terdiri dari pengambilan data, reduksi data, analisis data dan kesimpulan. Sedangkan uji keabsahan data yang digunakan adalah trianggulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  (a) Penguatan pendidikan karakter berbasis kelas yaitu integrasi nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran atau mata pelajaran, pengelolaan kelas dan metode pembelajaran, evaluasi pembelajaran/pembimbingan, pengembangan kurikulum muatan lokal sesuai karakteristik daerah, (b) Penguatan pendidikan karakter  berbasis budaya sekolah yaitu pembiasaan di sekolah para siswa dapat menekuni minat-minat mereka melalui kegiatan ekstrakurikuler. Untuk memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut setiap tahun diadakan pertunjukan Markarasta dan Nevasca, yang memberi kesempatan kepada para siswa untuk menampilkan bakat-bakat mereka dan (c) Penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat diimplementasikan melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa, berupa aktivitas bedol desa siswa tinggal dan bersosialisasi dengan masyarakat desa.
Analisis Kebutuhan Tenaga di Instalasi Farmasi RS Universitas Muhammadiyah Malang Tahun 2016 Noor Annisa Susanto; Muhammad Mansur; Thontowi Djauhari
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol. 6 No. 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.6131

Abstract

The success from standard of pharmaceutical service at Muhammadiyah University Hospital is supported by the availability of human resources. Therefore it is necessary to analyze the needs of pharmaceutical personnel based on workload. This research is a descriptive research with primary data collection method through observation and interview and secondary data in the form of monthly and annual report. The WISN ratio is calculated by comparing conditions in the field with WISN calculation results. The result of this research is WISN ratio 0,4. The ratio <1 mean that the current amount of human pharmacy resources smaller than the required. It show the condition of IFRS UMM currently lack of pharmaceutical human resources.
Pelatihan dan pendampingan pembelajaran berbasis gamifikasi di SMP ‘Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang untuk meningkatkan kompetensi pedagogi guru Rose Fitria Lutfiana; M. Syahri; M. Mansur; Jamaludin Jamaludin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22072

Abstract

Abstrak Guru professional di abad 21 ini dituntut untuk memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogi, professional, kepribadian dan sosial. Kompetensi pedagogi guru berkaitan dengan proses belajar mengajar seperti memdesain perangkat pembelajaran dengan media berbasis IT dan implementasi model pembelajaran inovatif. Pembelajaran gamifikasi merupakan salah satu metode yang mengintegrasikan teknik game dalam proses pembelajaran. Metode pengabdian yang digunakan yaitu FGD, workshop dan pendampingan serta evaluasi dan refleksi. Kegiatan PkM yang dilakukan di SMP ‘Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang diikuti oleh semua guru yang ada di sekolah yang berjumlah 13 orang. Kegiatan pelatihan gamifikasi terdiri dari tiga yaitu pelatihan aplikasi wordwall, quizzis dan Kahoot! Kata kunci: gamifikasi; guru; kompetensi pedagogi. Abstract Professional teachers in the 21st century are required to have four competencies, namely pedagogical, professional, personality and social competencies. Teacher pedagogical competence is related to the teaching and learning process such as designing learning tools with IT-based media and implementing innovative learning models. Gamification learning is a method that integrates game techniques in the learning process. The methods used are FGD, workshops and mentoring as well as evaluation and reflection. The PkM activities carried out at SMP 'Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang were attended by all 13 teachers at the school. Gamification training activities consist of three, namely wordwall application training, quizzis and Kahoot! Keywords: gamification; teacher; pedagogy competencies.
INTERNALISASI NILAI KARAKTER BAGI NARAPIDANA DI LAPAS KELAS 1A KOTA MALANG Dinar Budi Pramesti; M Mansur; Rose Fitria Lutfiana
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai karakter bagi narapidana di lapas IA Kota Malang. Metode dan jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi dengan instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, display data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data yang dilakukan adalah dengan uji creadibility, uji transferability, uji dependability, dan uji confirmability. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu internalisasi nilai karakter yang dilakukan di Lapas IA Kota Malang dilakukan melalui program pembinaan kepribadian yaitu bidang pendidikan dan keagamaan, serta pembinaan kemandirian yaitu pembekalan keahlian melalui Bimker (Bimbingan Kerja). This research aims to analyze the internalization of character values for prisoners in the Malang City IA prison. The method and type of research used is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out by interviews, observation and documentation studies with the research instruments used were interview guides, observation and documentation studies. Data analysis techniques are data reduction, data display, verification and drawing conclusions. The validity of the data is carried out using a credibility test, transferability test, dependability test and confirmability test. The research results obtained were the internalization of character values carried out at IA Penitentiary in Malang City through a personality development program, namely in the fields of education and religion, as well as fostering independence, namely the provision of expertise through Bimker (Work Guidance).