Naya Wahyu Anindiya
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Literasi Dini Obat Herbal bagi Siswa Sekolah Dasar dalam Rangka Optimalisasi Pemanfaatan Tanaman Keluarga (Toga) Candra Dwipayana Hamdin; Febriana Putri Rohmayani; Naya Wahyu Anindiya; Sabita Tarinda
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i1.10657

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), namun literasi masyarakat, khususnya anak-anak, masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dini siswa sekolah dasar terhadap obat herbal melalui edukasi interaktif dan praktik langsung. Program dilaksanakan di SDN 2 Bentek, Kabupaten Lombok Utara, dengan melibatkan 30 siswa kelas VI. Metode yang digunakan adalah quasi-experimental one group pretest-posttest design untuk menilai efektivitas edukasi terhadap peningkatan pengetahuan. Kegiatan terdiri atas penyuluhan mengenai jenis dan manfaat tanaman obat, demonstrasi pembuatan jamu tradisional, serta praktik penanaman TOGA di lingkungan sekolah. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor pengetahuan siswa dari hasil pretest ke posttest, dengan sebagian besar siswa mampu menjawab benar ≥80% soal setelah intervensi. Selain itu, observasi partisipatif menunjukkan peningkatan antusiasme dan kemampuan siswa dalam mengenal serta menjelaskan manfaat tanaman obat. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis praktik langsung efektif dalam menanamkan kebiasaan memanfaatkan tanaman obat secara bijak sejak usia dini. Program DOCIL (Duta Obat Cilik Lombok) diharapkan menjadi model edukasi berkelanjutan dalam memperkuat literasi kesehatan dan pelestarian kearifan lokal berbasis TOGA.
Artikel Review : Potensi Ashitaba (Angelica keiskei) sebagai Alternatif Terapi di Bidang Dermatologi Naya Wahyu Anindiya; Dedianto Hidajat; Agriana Rosmalina Hidayati
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.30595

Abstract

Ashitaba ( Angelica keiskei ) merupakan tanaman asal Jepang yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Penelitian tentang ashitaba sudah banyak berkembang dalam bidang dermatologi sehingga tinjauan pustaka ini bertujuan untuk melihat perkembangan potensi ashitaba sebagai terapi alternatif di bidang dermatologi. Metode penelusuran artikel yang digunakan yaitu penelusuran artikel ilmiah melalui database seperti Google Scholar, ResearchGate dan Proquest dalam rentang waktu 2014-2024. Hasil tinjauan pustaka menunjukkan ashitaba berpotensi menjadi pengobatan alternatif dalam bidang dermatologi karena mengandung bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, antioksidan, menghambat enzim tirosinase dan mengurangi ukuran tumor melanoma. Namun, penelitian lebih lanjut secara in vivo diperlukan untuk terapi jerawat vulgaris, serta uji klinis pada manusia untuk terapi penyembuhan luka, penuaan dini, hiperpigmentasi, dan melanoma.