Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), namun literasi masyarakat, khususnya anak-anak, masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dini siswa sekolah dasar terhadap obat herbal melalui edukasi interaktif dan praktik langsung. Program dilaksanakan di SDN 2 Bentek, Kabupaten Lombok Utara, dengan melibatkan 30 siswa kelas VI. Metode yang digunakan adalah quasi-experimental one group pretest-posttest design untuk menilai efektivitas edukasi terhadap peningkatan pengetahuan. Kegiatan terdiri atas penyuluhan mengenai jenis dan manfaat tanaman obat, demonstrasi pembuatan jamu tradisional, serta praktik penanaman TOGA di lingkungan sekolah. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor pengetahuan siswa dari hasil pretest ke posttest, dengan sebagian besar siswa mampu menjawab benar ≥80% soal setelah intervensi. Selain itu, observasi partisipatif menunjukkan peningkatan antusiasme dan kemampuan siswa dalam mengenal serta menjelaskan manfaat tanaman obat. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis praktik langsung efektif dalam menanamkan kebiasaan memanfaatkan tanaman obat secara bijak sejak usia dini. Program DOCIL (Duta Obat Cilik Lombok) diharapkan menjadi model edukasi berkelanjutan dalam memperkuat literasi kesehatan dan pelestarian kearifan lokal berbasis TOGA.
Copyrights © 2026