Husni Hanafi
State University of Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERMAINAN SIMULASI “LANGKAH POSITIF” SEBAGAI METODE BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK PENINGKATAN NILAI MORAL KEBERANIAN SISWA Husni Hanafi; Ella Faridati Zen; Harmiyanto Harmiyanto
Bhinneka Tunggal Ika Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Bhinneka Tunggal Ika Journal
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/0br2ma86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permainan simulasi “Langkah Positif” sebagai salah satu alternatif metode bimbingan kelompok untuk peningkatan nilai moral keberanian siswa. Penelitian ini mengadaptasi model prosedural penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall (1983). Subjek uji coba penelitian ini melibatkan ahli media pembelajaran, ahli materi bimbingan dan konseling, konselor dan siswa. Instrumen yang digunakan adalah inventori nilai moral keberanian siswa, instrumen penilaian ahli, konselor sebagai calon pengguna produk dan siswa sebagai sasaran layanan. Data hasil penilaian dari ahli media pembelajaran, ahli materi bimbingan dan konseling, dua konselor dan 13 siswa SMKN 5 Malang menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan sangat layak digunakan untuk peningkatan nilai moral keberanian siswa.
KEEFEKTIFAN SANDIWARA BONEKA UNTUK MEMBENTUK PERILAKU ASERTIF SISWA SEKOLAH DASAR Robbi Suraida Utami; M. Ramli; Blasius Boli Lasan; Husni Hanafi
Bhinneka Tunggal Ika Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Bhinneka Tunggal Ika Journal
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/fwq6sj22

Abstract

Students developing task of having assertive behavior that can make them respond appropriately to things that harm themselves needed to be formed early on, that is when in low grade elementary school. Puppet plays are role playing techniques that have conformity in shaping assertive behavior in low grade elementary school students in the form of pleasant conditions presented during the service process. Tests carried out on 30 students at Muhammadiyah 4 Elementary School Malang showed evidence of a significant positive difference between the results of the students' pretest and posttest. Evidence of limited effectiveness suggests further testing using puppet theater techniques in shaping assertive behavior in elementary school students.
KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA LABORATORIUM UM MALANG DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR Nur Hidayah; M. Ramli; Lutfi Fauzan; Husni Hanafi
Bhinneka Tunggal Ika Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Bhinneka Tunggal Ika Journal
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/nqtz6m18

Abstract

Abad 21 dengan pengaruh globalisasi menjadikan individu harus bekerja lebih keras untuk dapat tetap bertahan dan sukses dalam persaingan global. Generasi Z sebagai generasi yang akan memasuki usia produktif, sangat memerlukan persiapan yang matang untuk memasuki persaingan global tersebut, khususnya pada ranah pengambilan keputusan karirnya. Keterampilan berpikir kreatif menjadi salah satu keterampilan yang dapat mengarahkan siswa untuk mengambil keputusan karir yang tepat dan sesuai. Atas dasar gagasan tersebut, dilakukan pengukuran keterampilan berpikir kreatif dalam pengambilan keputusan karir di sekolah mitra, SMA Laboratorium UM Malang. Hasil pengukuran mennjukkan 73% siswa berada pada tingkat keterampilan berpikir kreatif dalam pengambilan keputusan karir yang sedang dan 27% lainnya berada dalam tingkatan rendah. Sehingga, saran yang diberikan adalah dilakukannya tindak lanjut melalui layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa dalam memenuhi, meningkatkan dan mematangkan keterampilan berpikir kreatif dalam pengambilan keputusan karirnya.
CHAPTER REVIEW: TRANS-PARADIGM, CROSS-PARADIGM, AND WITHIN-PARADIGM VARIATIONS Husni Hanafi; Blasius Boli Lasan; Andi Mappiare
Journal of Teacher Well-being Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Teacher Well-being
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/7z6b9m13

Abstract

Artikel ini mereviu Bab Tujuh dari buku Paradigms of Counseling and Psychotherapy karya R.R. Cottone (2012), yang menawarkan kerangka klasifikasi teori konseling ke dalam empat kategori: paradigma-spesifik, trans-paradigma, cross-paradigm, dan within-paradigm variation. Fokus utama artikel ini adalah pada pendekatan cross-paradigm yang mencoba mengintegrasikan dua atau lebih paradigma berbeda secara sadar dan operasional. Salah satu contoh menonjol adalah pendekatan psikoedukasi oleh Carol Anderson untuk pengobatan skizofrenia, yang menggabungkan paradigma medis dengan sistemik-relasional.Meskipun pendekatan ini terbukti efektif secara empiris, implementasinya menghadapi tantangan kelembagaan dan filsafati. Artikel ini menyoroti perlunya penguatan fondasi ontologis, epistemologis, dan aksiologis agar pendekatan lintas-paradigma memperoleh legitimasi ilmiah dan profesional. Selain itu, dukungan kelembagaan dan kebijakan menjadi kunci untuk pelembagaan praktik integratif dalam sistem kesehatan mental modern. Artikel ini menyimpulkan bahwa masa depan konseling menuntut integrasi reflektif antarparadigma, bukan sekadar memilih pendekatan tunggal. Pendekatan psikoedukasi memberikan arah potensial menuju paradigma baru yang lebih responsif terhadap kompleksitas manusia dan konteks sosialnya.