Radi Tia Sintia Dewi
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI MULTIDISIPLIN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN PERAWATAN STROKE PADA MASYARAKAT DESA MAYANG SUKOHARJO Raratita Setiawan; Nisrina Firdaus; Nadia Putri Rahma Wati; Naila Najwa Ukhtufina; Denieta Rahmasari; Fildzah Alifah Nur Amalina; Radi Tia Sintia Dewi; Salsabil Salma; Almira Almira; Raisya Putri; Citranova Nurfadilla; Azzahra Putri Callista Hana; Salwa Alayda Zahrah; Sugiharto Sugiharto; Yuli Kusumawati
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3, No.1, Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke, often caused by hypertension, is the primary focus of this community service project. Knowledge about the care of post-stroke patients is crucial, including understanding proper positioning for turning, appropriate movement exercises, personal hygiene for patients, and special diets for stroke patients. This community service activity aims to enhance the knowledge and skills of the people in Mayang Village regarding the care of post-stroke patients and to prevent complications in stroke patients. The implementation method used is a pre-experimental design with a multiple group pretest-posttest, consisting of (1) planning stage, (2) preparation stage, (3) implementation stage, and (4) evaluation stage. A quantitative approach is applied through pre-test and post-test surveys assessing the knowledge and attitudes of caregivers. The sample includes three caregivers of post-stroke patients and 17 congregants of Mushola Nur Hidayah in Mayang Village. Data were collected using questionnaires before and after educational sessions that included multidisciplinary education, simulations, and discussions. The analysis results indicate a significant improvement in the knowledge and attitudes of the people in Mayang Village regarding proper post-stroke patient care.
Gerakan Pengendalian Hipertensi berbasis Kearifan Lokal melalui Pemberdayaan Kader Kesehatan Kesehatan, PKK, dan Lansia di Desa Karakan, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo Erina Nafisyasyari; Andika Fajar Dwi Saputra; Radi Tia Sintia Dewi; Devia Nadia Kirana; Alfi Fadillah; Eka Inggrit Nur Hayati; Ajeng Puja Ningtyas; Intan Marisa; Nurlita Buana Jati; Mayang Hean Fadhilah; Mellyani Puspita Sari; Noor Alis Setyadi
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi masih Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kejadian hipertensi pada lansia di Desa Karakan, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, yang disertai rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan serta pengendalian hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan Kader Kesehatan kesehatan, PKK, dan lansia berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan bentuk kegiatan berupa penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi faktor risiko hipertensi, pelatihan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), edukasi gizi seimbang, pelatihan akupresur, serta demonstrasi pembuatan jamu tradisional WANTI "Wedangan Anti Hipertensi" dari bahan lokal seperti jahe, daun salam, dan seledri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta baik pada Kader Kesehatan PKK maupun lansia, dengan nilai pre-test dan post-test menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05). Rata-rata pengetahuan Kader Kesehatan meningkat sebesar 7,6% dan pada lansia sebesar 21,13%, diikuti dengan peningkatan keterampilan Kader Kesehatan dalam praktik akupresur, perhitungan IMT, dan pembuatan jamu herbal. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penerapan pengobatan tradisional berbasis tanaman lokal yang mudah dilakukan secara mandiri. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pengendalian hipertensi, memperkuat peran Kader Kesehatan sebagai penggerak utama kesehatan masyarakat, serta mendorong pelestarian kearifan lokal dalam praktik promotif dan preventif. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan berbasis kearifan lokal efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan serta pengendalian hipertensi secara mandiri dan berkelanjutan.