Nurlita Buana Jati
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI GIZI DAN TUMBUH KEMBANG ANAK SERTA PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA KUDU BAKI SUKOHARJO Noor Izra Firmansyah; Furqon Mahendra; Khansa Ulfiya Nu'ma Emarin; Nimas Zuhrufana; Shafira Eka Damayanti; Fihlia Hardiyantika; Fiana Rosalia Putri; Diana Dwika Puspitasari; Vivin Dwi Febriyanti; Haniifah Husni Zaa'idah; Mahatma Dewi; Nurlita Buana Jati; Ekan Faozi; Diah Pebriani; Dwi Astuti
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that is still often found in Indonesia, including in Kudu Village, Baki Subdistrict, Sukoharjo District. One of the causes is the low knowledge of mothers regarding nutritional needs and stimulation of child growth and development. This community service activity aims to increase the knowledge of mothers of toddlers about balanced nutrition and child development through health counseling and demonstration of making Supplementary Feeding (PMT). The activity used a one group pre-test post-test design and involved 17 mothers of toddlers. The intervention was conducted through counseling and demonstrative practice of making PMT. Evaluation was conducted using a toddler nutrition knowledge questionnaire and PMT processing. Results showed significant improvements in nutrition knowledge scores (from 76.96 to 88.24; p=0.001) and PMT processing knowledge (from 74.02 to 87.26; p=0.000). It can be concluded that this educational approach is effective in improving mothers' knowledge and has the potential to support stunting prevention efforts at the community level. To maintain the sustainability of the program, it is recommended that this activity be part of the routine agenda of the Posyandu.
Gerakan Pengendalian Hipertensi berbasis Kearifan Lokal melalui Pemberdayaan Kader Kesehatan Kesehatan, PKK, dan Lansia di Desa Karakan, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo Erina Nafisyasyari; Andika Fajar Dwi Saputra; Radi Tia Sintia Dewi; Devia Nadia Kirana; Alfi Fadillah; Eka Inggrit Nur Hayati; Ajeng Puja Ningtyas; Intan Marisa; Nurlita Buana Jati; Mayang Hean Fadhilah; Mellyani Puspita Sari; Noor Alis Setyadi
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi masih Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kejadian hipertensi pada lansia di Desa Karakan, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, yang disertai rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan serta pengendalian hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan Kader Kesehatan kesehatan, PKK, dan lansia berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan bentuk kegiatan berupa penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi faktor risiko hipertensi, pelatihan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), edukasi gizi seimbang, pelatihan akupresur, serta demonstrasi pembuatan jamu tradisional WANTI "Wedangan Anti Hipertensi" dari bahan lokal seperti jahe, daun salam, dan seledri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta baik pada Kader Kesehatan PKK maupun lansia, dengan nilai pre-test dan post-test menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05). Rata-rata pengetahuan Kader Kesehatan meningkat sebesar 7,6% dan pada lansia sebesar 21,13%, diikuti dengan peningkatan keterampilan Kader Kesehatan dalam praktik akupresur, perhitungan IMT, dan pembuatan jamu herbal. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penerapan pengobatan tradisional berbasis tanaman lokal yang mudah dilakukan secara mandiri. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pengendalian hipertensi, memperkuat peran Kader Kesehatan sebagai penggerak utama kesehatan masyarakat, serta mendorong pelestarian kearifan lokal dalam praktik promotif dan preventif. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan berbasis kearifan lokal efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan serta pengendalian hipertensi secara mandiri dan berkelanjutan.