Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTERPROFESIONAL COLLABORATION MELALUI PROMOSI KESEHATAN SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH DESA TROSEMI, KECAMATAN GATAK, KABUPATEN SUKOHARJO Dian Maulida Ahsan; Ananta Rinasari Kusumaningrum; Ameliya Dewi Anjani; Dyah Cahyanngsih; Ajeng Puja Ningtyas; Siti Rahmi Mafdhukah; Oktaviana Citra Permatasari; Franciska Yulia Hapsari; Nur Mahes Adi Putra; Asem Abdullah Ahmed Abdo; Sugiharto Sugiharto; Izzatul Arifah
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3, No. 2, Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v3i2.11482

Abstract

Hypertension is one of the non-communicable diseases (NCDs) that is the main cause of morbidity and mortality in Indonesia, with a prevalence that continues to increase every year. The low level of public knowledge, especially the elderly, regarding risk factors, symptoms, and prevention of hypertension is a challenge in controlling this disease. Community service activities carried out by KKN Group 40 Students of Muhammadiyah University of Surakarta in Trosemi Village, Gatak District, Sukoharjo Regency, aim to increase the knowledge and awareness of the elderly about hypertension. The methods used include screening, pre-test, education, discussion, and post-test. The target of the activity is the elderly at the SidoMulyo Posyandu which is carried out through blood pressure checks, educational lectures using leaflets and posters, and hypertension exercises. The results of the activity showed an increase in participant knowledge after the activity, as evidenced by a significant difference between the pre-test and post-test values (p<0.05). This community service activity has achieved its goal of increasing the knowledge of the elderly in Trosemi Village who participated in the Lansia Posyandu activities at the Sido Mulyo Posyandu. This activity has proven effective in increasing the elderly's understanding of hypertension and is expected to contribute to behavioral changes towards a healthier lifestyle. It is recommended that similar programs be implemented sustainably and become part of routine activities at the integrated health post.
Hubungan Pengatahuan Dan Sikap Dengan Perilaku Pencegahan Kejadian Gagal Ginjal Kronis: Studi Kasus di RSUD Dr.Moewardi Surakarta Ameliya Dewi Anjani; Dimas Ria Angga Pribadi
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 4 No. 03 (2025): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v4i03.1428

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang meningkat setiap tahun. Pengetahuan dan sikap seringkali menjadi faktor yang meningkatkan angka kematian,sehinga penlitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan kejadian gagal ginjal kronis di RSUD Dr.Moewardi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dan consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan pada 153 responden pasien dengan riwayat hipertensi di RSUD Dr. Moewardi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Dari Analisis data didapatkan hasil mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (66,7%), berusia 46–55 tahun (54,2%), dan berpendidikan SMA/SMK (43,1%). Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara pengetahuan dan sikap (r=0,323; p=0,000), pengetahuan dan perilaku (r=0,463; p=0,000), serta sikap dan perilaku (r=0,503; p=0,000) maka p < 0,05 sehingga terdapat hubungan antara pengetahuan,sikap,dan perilaku pencegahan kejadian gagal ginjal kronis. Pengetahuan yang baik berhubungan dengan sikap positif, dan keduanya berkaitan dengan perilaku pencegahan gagal ginjal kronis. Intervensi kesehatan dapat dipertimbangkan untuk meningkatan pengetahuan dan penguatan sikap positif, mengingat keduanya memiliki keterkaitan dengan perilaku pencegahan, meskipun arah hubungan tidak dapat dipastikan dalam penelitian ini.