Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN MEDIS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DI DESA SLAHUNG KABUPATEN PONOROGO Yusuf Al Manaanu; Kristiawan Basuki Rahmat; Fazari Zul Hasmi Kanggas; Achmad Kahlil Gibran Saputra; Ilhan Apriyadi; Azhar Rizki Anggoro Sahputro; Jaudat Iqbal Harris
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.9506

Abstract

Peningkatan umur harapan hidup menyebabkan jumlah lansia di Desa Slahung terus bertambah, disertai meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan sendi. Namun, keterbatasan fasilitas kesehatan dan kurangnya pengetahuan masyarakat menyebabkan pemeriksaan medis rutin masih jarang dilakukan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pencegahan penyakit melalui pemeriksaan kesehatan dan edukasi bagi lansia. Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi antara UNIDA Gontor, RS Yasfin, dan Pemerintah Desa Slahung. Kegiatan ini juga melibatkan mitra dari Desa Slahung, Ponorogo, dengan jumlah peserta sebanyak 90 orang. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, gula darah, dan indeks massa tubuh, disertai edukasi langsung oleh tenaga medis. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman lansia tentang pentingnya pola hidup sehat dan pemeriksaan berkala, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan diri.
Hilirisasi Produk Pertanian melalui Revitalisasi Mesin Produksi dan Pendampingan UMKM Keripik Berbasis PKK di Desa Ngindeng, Ponorogo Kristiawan Basuki Rahmat; Yusuf Al Manaanu; Akmal Hidayah; Muhammad Sholihin Muzaki Firmansyah; Ghani Rizqullah; Ridho Abdillah; Jaudat Iqbal Harris
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2511

Abstract

This community service program aimed to reactivate the chip-producing MSMEs in Ngindeng Village, which had ceased operations due to equipment damage and limited technical skills among the local community. The approach employed was participatory assistance through two main stages: the revitalization of production machines that had been non-functional for six years until fully operational, and the transfer of knowledge through workshops and hands-on practice for the Family Welfare and Empowerment Group (PKK). The results demonstrated a significant increase in partner capacity, from initially being unable to produce to being able to operate the equipment and produce independently. In addition, a product brand identity and modern packaging design were developed, enhancing product competitiveness and market value. The program made a tangible contribution by transforming dormant assets into active production facilities while strengthening human resource capacity, serving as a foundation for village economic self-reliance based on local potential.ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan mereaktivasi UMKM produksi keripik di Desa Ngindeng yang terhenti akibat kerusakan alat dan keterbatasan keterampilan teknis masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui dua tahap utama, yaitu revitalisasi mesin produksi yang tidak beroperasi selama enam tahun hingga kembali berfungsi, serta transfer pengetahuan melalui lokakarya dan praktik langsung kepada kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas mitra yang signifikan, dari kondisi awal tidak mampu berproduksi menjadi mampu mengoperasikan alat dan menghasilkan produk secara mandiri. Selain itu, dihasilkan identitas merek dan desain kemasan modern yang meningkatkan daya saing dan nilai jual produk. Kegiatan pengabdian berkontribusi nyata dalam mentransformasi aset terbengkalai menjadi sarana produksi aktif serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal.