Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis Konsep Produksi Menurut Muhammad Hasan As Syaibani Dalam Kitab Al Kasb Syamsuri Syamsuri; Setiawan bin Lahuri; Yusuf Al Manaanu
Al Tijarah Vol 6, No 3 (2020): Special Issue Seminar Nasional Manajemen & MADIC 6, 2020
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tijarah.v6i3.5697

Abstract

Produksi merupakan kegiatan yang memberikan manfaat dan faedah dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Tujuannya untuk mendapatkan maslahah maksimum sebagai usaha manusia dalam menciptakan kekayaan dengan memanfaatkan sumber daya alam. Tujuan penelitian ini untuk menganilisis konsep produksi yang dilaksanakan dengan pendekatan konvesional dengan pendekatan konsep produksi menurut Muhammad Hasan As Syaibani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis. Konsep produksi pada umumnya mendefinisikan bahwa semua kegiatan dalam menciptakan kegunaan barang atau jasa tanpa mengenal batas halal dan haram, demi mendapatkan keuntungan material. Sedangkan konsep produksi Islami, mampu memanfaatkan sumber daya alam yang diciptakan Allah dengan baik. Muhammad Hasan as Syaibani seorang pemikir ekonomi dan juga seorang faqih pada dinasti Umayyah, telah menulis konsep produksi dalam bukunya Al Kasb yang membahas produksi yang diterapkan, dan alasan bekerja di masyarakat, sehingga bisa dipertanggung jawabkan. Beliau mendefinisikan al kasb (kerja) sebagai usaha mencari harta dengan berbagai cara yang halal. Artikel ini mencoba menjelaskan konsep al kasb menurut al Syaibani, bahwa kerja merupakan unsur penting dalam kehidupan demi mendukung pelaksanaan ibadah yang hukumnya wajib. Akhirnya artikel ini menyimpulkan bahwa al Syaibani memiliki pandangan yang unik tentang produksi melalui bekerja yang orientasinya untuk mengapai ridho Allah Swt dan terciptanya kesejahtreraan di dunia. Dengan demikian, kerja mempunyai peran sangat penting dalam memenuhi hak Allah SWT, hak hidup, hak keluarga, dan hak masyarakat. 
Pengembangan Ilmu Sosial Model Fenomenologi dan Hermeneutika Mohammad Muslih; Abdul Rohman; Yusuf Al Manaanu; Abdul Aziz
Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/hermeneutika.v7i1.10160

Abstract

Penerapan metodologi yang digunakan dalam paradigma positivisme kepada ranah ilmu sosial menjadikan problem tersendiri. Karena metodologi yang digunakan sebagai alat mengukur ilmu-ilmu alam diterapkan pula kepada ilmu-ilmu sosial. Hal ini tentu saja bertolak-belakang dengan karakteristik manusia sebagai subjek dari ilmu sosial. Dampaknya adalah hilangnya subjektifitas dalam penerapan penelitian terhadap ilmu sosial. Dari sini kemudian muncullah beberapa tawaran baru mengenai metodologi penelitian ilmu sosial seperti fenomenologi dan hermeneutika. Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk menganalisis pengembangan ilmu sosial yang dilakukan melalui model fenomenologi dan hermeneutika, yang pada prinsipnya mengembalikan peran subjek dalam ilmu sosial yaitu manusia. Oleh karena itu, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif yang mendeskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan fenomenologi dan hermeneutika berikut beberapa tokohnya. Agar data yang diperoleh tersebut dapat diungkap secara jelas, karenanya peneliti menggunakan metode analisa isi teks yang menginterpretasikan tema-tema yang dibahas dalam buku-buku yang menjelaskan fenomenologi dan hermeneutika tersebut. Dan setelah dilakukannya penelitian, peneliti mendapatkan hasil bahwa ada kesinambungan alur perkembangan ilmu sosial mulai fenomenologi Husserl, hermeneutika klasik Schleiermacher, Dilthey hingga Gadamer. Dan tentunya mengembalikan manusia sebagai objek penelitian. Karena bagaimanapun ketika berbicara mengenai ilmu sosial tentunya tidak dapat lepas dari manusia sebagai aktor utamanya. Sehingga, peneliti sampai pada kesimpulan bahwa dari fenomenologi hingga hermeneutika, merupakan estafet alur pengembangan ilmu sosial yang pada akhirnya akan memunculkan produktivitas ilmu-ilmu sosial yang baru. 
PROBLEM OTENTITAS HADITS (Kritik Musthafa Azami terhadap Pemikiran Ignaz Goldziher) Abdul Rohman; Amir Sahidin; Yusuf Al Manaanu; Muhammad Nasiruddin
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 7, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v7i1.3008

Abstract

Makalah ini akan membahas mengenai keraguan Ignaz Goldziher atas keotentikan hadits Nabi. Dengan metodologi kritik historis dia meragukan keotentikan hadits. Pandangan ini tentunya membuat kegelisahan bagi sarjana Muslim, karena sudah menjadi kesepakatan bahwa hadits adalah sumber hukum Islam kedua. Untuk menjawab keraguan tersebut Musthafa Azami melakukan kritik terhadap pemikirannya. Oleh karenanya penulis akan membahas tentang kritik Musthafa Azami terhadap pemikiran Ignaz Goldziher terkait keotentikan hadits. Artikel ini berjenis studi pustaka (library research). Dengan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif-analisis kritis dapat disimpulkan beberapa hal penting: Pertama, pernyataan Goldziher bahwa kodifikasi hadits baru dilakukan setelah beberapa abad wafatnya Nabi itu tidak benar, karena sudah ada beberapa sahabat yang mencatat hadits Nabi meskipun sedikit; Kedua, hadits hanyalah refleksi doktrinal dari perkembangan politik itu tidak tepat, karena tidak ditemukannya data yang otentik dari apa yang dipaparkan Goldziher; Ketiga, tuduhan pelarangan penulisan hadits itu keliru, karena faktanya Nabi hanya melarang jika hadits ditulis dalam satu tempat bersama ayat al-Qur’an untuk menghindari tumpang-tindihnya hadits dengan ayat al-Qur’an; Keempat, tudingan bahwa ahli hadits hanya berfokus pada kritik sanad itu salah, karena sejak dahulu terdapat dua tradisi kritik hadis yakni kritik sanad dan kritik matan yang keduanya tidak dapat dipisahkan dalam menentukan keshahihan hadis.
Islamisasi Metode Penulisan Sejarah Yusuf Al Manaanu
TASAMUH: Jurnal Studi Islam Vol 13 No 1 (2021): Tasamuh: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/tasamuh.v13i1.328

Abstract

The hegemony of the method of historical analysis by the West has an objective and free influence which exerts a profound influence on people's views on the world. There is a paradigm which considers the separation between history and religion which creates the impression that history runs based on space and time of humans who did in the past based on physical values ​​without any metaphysical values ​​and written subjectively. The historical developments that are most famously used today are Reconstructionism, Constructionism, and Deconstructionism. The method of compiling history which is the stage or period of time achieved in a historical study using the heuristic, criticism, interpretation, and historiographic methods. From this comes an offer that is responsible for the consciousness of some Muslims to reconstruct the historical method through the big project of Islamization. This idea invites pros and cons among academics. The idea of ​​Islamizing the historical analysis method in reality is the idea of ​​finding a historical method but it contains elements of religion and monotheism. This idea has been very popular since the beginning of the declaration and is still a discussion among Muslims, whether they support or reject it. This idea is also very close to raising intellectual awareness for the historical method. This paper aims to integrate historical methods with Islamic thought. Hegemoneni metode penulisan sejarah oleh Barat memiliki pengaruh yang objektif dan bebas nilai memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pandangan masyarakat di dunia. Ada paradigma yang menganggap pemisah antara sejarah dan agama yang menimbulkan kesan bahwa sejarah berjalan berdasarkan ruang dan waktu dengna manusia yang melakukan pada masa lampau yang berdasarkan nilai fisik tanpa adanya nilai metafisik.dan ditulis secara subjektif. Perkembangan penulisan sejarah yang paling terkenal digunkan saat ini adalah Rekonstruksionisme, Konstruksionisme, dan Dekonstruksionisme. Metode penyusunan sejarah yang merupakan tahapan atau priodesasi yang ditempuh dalam suatu penelitian sejarah dengan metode heuristic, kritik, interprestasi, dan historiografi. Dari sini munculah tawaran yang memunculkan kesadaran sebagian Muslim untuk melakukan rekonstruksi metode penulisan sejarah melalui proyek besar Islamisasi. Ide ini mengundang pro dan kontra di kalangan akademisi. Ide Islamisasi metode penulisan sejarah pada dasarnya adalah ide untuk menemukan metode penulisan sejarah tapi mengandung unsur religius dan monoteisme. Ide ini sangat populer sejak awal deklarasi dan sampai saat ini masih menjadi pembicaraan di kalangan umat Islam, apakah mereka mendukung atau menolaknya. Ide ini juga sangat mendesak untuk meningkatkan kesadaran intelektual untuk metode penulisan sejarah. Makalah ini bertujuan untuk mengintegrasi metode penulisan sejarah dengan pemikiran Islam.
The Elements of Secularization in The Universal Declaration of Human Rights Muhammad Ivan Hidayat; Mohammad Djaya Aji Bima Sakti; Nazlan Hafidz; Yusuf Al Manaanu
Tasfiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : University of Darussalam Gontor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tasfiyah.v6i2.8321

Abstract

Abstract: Human Rights is a concept proposed by the West for supporting the justice and the welfare of human life, both in the realm of security, health, etc. In this case, the Western’s experience after two great wars has made them focus a lot on the formulation of human rights. This is evident from several declarations on human rights that were initiated by countries in Europe, one of which is the Universal Declaration of Human Rights (UDHR). However, within the UDHR, there are many doctrines that originate from the Western’s worldview, such as Secularization, Liberalization, etc. If it is examined this path, it is inseparable from one of the world's great dark organizations called Freemasonary, which gave the doctrinal stigma in the formulation of the UDHR. As a political movement that provides breakthroughs in new ideas, Freemasonry is a thought or philosophical  movement that deserves to be studied, because of its closed attitude but has a fundamental influence on several facts that occur, one of which is the Universal Declaration of Human Rights itself. In this paper the author will examine the history of the human rights declaration, starting from the influential figures in it to the content of the declaration which is full of typical Western doctrines above. Then the author will include an Islamic view that clearly has a different worldview of the concept in western human rights itself.
The Elements of Secularization in The Universal Declaration of Human Rights Muhammad Ivan Hidayat; Mohammad Djaya Aji Bima Sakti; Nazlan Hafidz; Yusuf Al Manaanu
Tasfiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : University of Darussalam Gontor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tasfiyah.v6i2.8321

Abstract

Abstract: Human Rights is a concept proposed by the West for supporting the justice and the welfare of human life, both in the realm of security, health, etc. In this case, the Western’s experience after two great wars has made them focus a lot on the formulation of human rights. This is evident from several declarations on human rights that were initiated by countries in Europe, one of which is the Universal Declaration of Human Rights (UDHR). However, within the UDHR, there are many doctrines that originate from the Western’s worldview, such as Secularization, Liberalization, etc. If it is examined this path, it is inseparable from one of the world's great dark organizations called Freemasonary, which gave the doctrinal stigma in the formulation of the UDHR. As a political movement that provides breakthroughs in new ideas, Freemasonry is a thought or philosophical  movement that deserves to be studied, because of its closed attitude but has a fundamental influence on several facts that occur, one of which is the Universal Declaration of Human Rights itself. In this paper the author will examine the history of the human rights declaration, starting from the influential figures in it to the content of the declaration which is full of typical Western doctrines above. Then the author will include an Islamic view that clearly has a different worldview of the concept in western human rights itself.
Analisis Konsep Produksi Menurut Muhammad Hasan As Syaibani Dalam Kitab Al Kasb Syamsuri Syamsuri; Setiawan bin Lahuri; Yusuf Al Manaanu
Al Tijarah Vol. 6 No. 3 (2020): Special Issue Seminar Nasional Manajemen & MADIC 6, 2020
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tijarah.v6i3.5697

Abstract

Produksi merupakan kegiatan yang memberikan manfaat dan faedah dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Tujuannya untuk mendapatkan maslahah maksimum sebagai usaha manusia dalam menciptakan kekayaan dengan memanfaatkan sumber daya alam. Tujuan penelitian ini untuk menganilisis konsep produksi yang dilaksanakan dengan pendekatan konvesional dengan pendekatan konsep produksi menurut Muhammad Hasan As Syaibani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis. Konsep produksi pada umumnya mendefinisikan bahwa semua kegiatan dalam menciptakan kegunaan barang atau jasa tanpa mengenal batas halal dan haram, demi mendapatkan keuntungan material. Sedangkan konsep produksi Islami, mampu memanfaatkan sumber daya alam yang diciptakan Allah dengan baik. Muhammad Hasan as Syaibani seorang pemikir ekonomi dan juga seorang faqih pada dinasti Umayyah, telah menulis konsep produksi dalam bukunya Al Kasb yang membahas produksi yang diterapkan, dan alasan bekerja di masyarakat, sehingga bisa dipertanggung jawabkan. Beliau mendefinisikan al kasb (kerja) sebagai usaha mencari harta dengan berbagai cara yang halal. Artikel ini mencoba menjelaskan konsep al kasb menurut al Syaibani, bahwa kerja merupakan unsur penting dalam kehidupan demi mendukung pelaksanaan ibadah yang hukumnya wajib. Akhirnya artikel ini menyimpulkan bahwa al Syaibani memiliki pandangan yang unik tentang produksi melalui bekerja yang orientasinya untuk mengapai ridho Allah Swt dan terciptanya kesejahtreraan di dunia. Dengan demikian, kerja mempunyai peran sangat penting dalam memenuhi hak Allah SWT, hak hidup, hak keluarga, dan hak masyarakat. 
Optimalisasi Desain Tata Letak Ruang Perpustakaan OPPM Pondok Modern Darussalam Gontor Untuk Kemudahan Akses Buku Santri Al Manaanu, Yusuf; Nasution, Saipul; Abdurrahman, Abdurrahman; Annafi Almaarif, Mohammad Abdul Hafidz; Hakim, Muhammad Luthfi; Hanan, Kazhim Zatil
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 8, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i1.3461

Abstract

Optimizing the library space at OPPM Pondok Modern Darussalam Gontor aims to improve the book layout, classification system, and space design initiatives to increase the efficiency of borrowing books for students. The problems faced include sloppy book layout, an ineffective classification system, and a lack of design initiative from library administrators. The implementation method uses a Participatory Action Research (PAR) approach, which involves several stages of socializing the layout design to administrators, implementing a new classification system, writing books according to classification, and creating Standard Operating Procedures (SOP) for daily, weekly and monthly activities. Familiarization provides an understanding of ergonomic design principles, while a new classification system and book fireplace make it easier to find and return books. Creating SOPs ensures consistent and efficient implementation. The results of this method show significant improvements in library management and user experience, with students finding it easier to access and borrow books and library administrators carrying out their duties in a more structured manner.Keywords: optimization; libraries; layout design Abstrak: Optimalisasi ruang perpustakaan di OPPM Pondok Modern Darussalam Gontor bertujuan untuk memperbaiki tata letak buku, sistem klasifikasi, dan inisiatif desain ruang untuk meningkatkan efisiensi peminjaman buku bagi siswa. Permasalahan yang dihadapi antara lain tata letak buku yang tidak rapi, sistem klasifikasi yang tidak efektif, dan kurangnya inisiatif desain dari pengelola perpustakaan. Metode pelaksanaannya menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi beberapa tahapan yaitu sosialisasi desain tata ruang kepada pengelola, penerapan sistem klasifikasi baru, penulisan buku sesuai klasifikasi, dan pembuatan Standard Operating Procedure (SOP) harian, mingguan dan kegiatan bulanan. Pembiasaan memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip desain ergonomis, sementara sistem klasifikasi baru dan perapian buku memudahkan pencarian dan pengembalian buku. Membuat SOP memastikan implementasi yang konsisten dan efisien. Hasil dari metode ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengelolaan perpustakaan dan pengalaman pengguna, siswa menjadi lebih mudah mengakses dan meminjam buku serta pengelola perpustakaan menjalankan tugasnya secara lebih terstruktur.Kata kunci: optimalisasi; perpustakaan, desain tata letak
Metode Cerita dan Menyanyi sebagai Pembelajaran Ibadah Amaliyah di TPA Al Barokah Siman Ponorogo Kurniawan, Bekti Galih; Muslih, Mohammad Kholid; Al Manaanu, Yusuf; Tifani, M. Akhlis Azamuddin; Arif, Achmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i1.1193

Abstract

The proficiency in practical worship (ibadah amaliyah) encompasses the understanding and implementation of worship according to the teachings of the Qur'an and Hadith. In practice, this method faces several challenges, such as difficulties in crafting relevant story materials, effectively combining storytelling and singing, and addressing the varying abilities of children to understand and memorize worship content. This community service is carried out through partner analysis, socialization, and the implementation of activities in three stages (preparation, core implementation, and evaluation), followed by program evaluation. The results indicate that the storytelling and singing method is effective in enhancing children's understanding and memorization of prayers and worship procedures. The children became more enthusiastic and focused during the lessons, and they were able to better memorize prayers and understand the steps of worship. The program evaluation also revealed positive impacts on teaching in TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an), as well as increased motivation for children to perform worship at home. This community service contributes to the development of enjoyable and effective religious learning methods that can be applied in other TPAs to improve children's proficiency in practical worship.ABSTRAKKecakapan ibadah amaliyah meliputi pemahaman dan pelaksanaan ibadah sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan Hadis. Dalam praktiknya, metode ini menghadapi beberapa tantangan, seperti kesulitan dalam menyusun materi cerita yang relevan, mengkombinasikan cerita dan menyanyi secara efektif, serta mengatasi perbedaan kemampuan anak dalam memahami dan menghafal materi ibadah. Pengabdian ini dilaksanakan melalui analisis mitra, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan dalam tiga tahap (persiapan, pelaksanaan inti, dan evaluasi), serta evaluasi program. Hasilnya menunjukkan bahwa metode cerita dan menyanyi efektif dalam meningkatkan pemahaman dan hafalan doa serta tata cara ibadah pada anak-anak. Anak-anak menjadi lebih antusias dan fokus selama pembelajaran, dan mereka dapat menghafal doa serta mengerti langkah-langkah ibadah dengan lebih baik. Evaluasi program juga mengungkapkan dampak positif terhadap pengajaran di TPA, serta peningkatan motivasi anak untuk beribadah di rumah. Pengabdian masyarakat ini memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran agama yang menyenangkan dan efektif, yang dapat diterapkan di TPA lain untuk meningkatkan kecakapan ibadah amaliyah anak-anak.
Manajemen pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing UMKM Virgiyanti, Diska Fatima; Manaanu, Yusuf Al; Kamaluddin, Imam; Kurniawan, Bekti Galih; Wicaksana, Febrian Arif; Yogaiswari, Kautsar Akhdan; Kurniawan, Ahmad Ramadani; Sasongko, Yogi Banar
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i1.23284

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini membahas pentingnya manajemen pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing UMKM, yang menghadapi tantangan dalam pemasaran produk pasca-pandemi Covid-19. Produk kerajinan tas anyam memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar domestik dan internasional, namun masih banyak permasalahan terkait distribusi, pemasaran, dan kualitas produk. Oleh karena itu, strategi pemasaran digital dan pengembangan produk diperlukan untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali potensi dan permasalahan UMKM serta memberikan solusi berbasis teknologi digital dan inovasi desain produk. Pendampingan yang diberikan bertujuan untuk memperkenalkan cara-cara baru dalam pemasaran dan produksi agar UMKM tas anyam dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan global. Hasil dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pemasaran produk UMKM khususnya tas anyam setelah dipasarkan secara digital sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Co-Authors Abbas, Muhammad Hasyim Abdi, Zahidan Kafabillah Abdul Aziz Abdul Hafidz Bin Zaid Abdul Rohman Abdurahman Abdurrahman Abdurrahman Muhammad Abshor, Faiq Ubaidillah Ulil Achmad Aqiel A. S Achmad Arif Achmad Arif Achmad Kahlil Gibran Saputra Ade, Ahmad Adiaksa Ihwan Agata Daniswara Agung Dwicahyo Ahmad Ageng Maulana Ahmad Ridwan akmal hidayah Al Farizi, Salman Al-Afath, Muhammad Diffa Maula Alafianta, Novan Fatchu Alfiya Utami Alif Cahya Setiyadi Althafa, Muhammad Radja Alvi Salwa Khoiriah Amin Fonda Astiti Rob Rahayu Amir Sahidin Annafi Almaarif, Mohammad Abdul Hafidz Ar-rijal, Mohammad Nasril Anwar Arif Dian Santoso Arif, Achmad Auna Harira Azhar Rizki Anggoro Sahputro Azzaky, Rais Bahrul Ulum Bekti Galih Kurniawan Dedi Mulyanto Diska Fatima Virgiyanti Fadhil Muhammad Fadillah, Nirhamna Hanif Fahrezi, Fillah Fajar Amin Fara Nayo Faramarisa Farhat, Mohammad Farisma Jiatrahman Fauzan, Muhammad Ali Fauzul Halim Fazari Zul Hasmi Kanggas Fazari Zul Hasmi Kanggas Febrian Arif Wicaksana Ghani Rizqullah Hafidzh , Abdilah Hafizh, Hilmi Abdil Hakim, Muhammad Luthfi Halim, Fauzul Hanan, Kazhim Zatil Harun, Moh. Hendri Setyo Wibowo Ihsan, Nur Hadi Ilhan Apriyadi Imam Haryadi Imam Kamaluddin Iman Nur Hidayat Iman, Atarul Irfan Fadhilah Jaudat Iqbal Harris Jiatrahman, Farisma Khairul Rakhmat Khoirul Fata Kristiawan Basuki Rahmat Kurniawan, Ahmad Ramadani M. Akhlis Azamuddin Tifani M. Kholid Muslih Madani Ahmadan Meitria Cahyani Mohammad Djaya Aji Bima Sakti Mohammad Mahasim Soleh Mohammad Muslih Mubarok, Ahmad Zakky Muchyiddin, Abdillah Khayyi Muhammad Ariel Naafi' Muhammad Azrul Amirullah Muhammad Dliya Elhaq Muhammad Habibi Albana Muhammad Hafidz, Muhammad Muhammad Ivan Hidayat Muhammad Nasiruddin Muhammad Naufal Tsabitul Azmi Muhammad Sholihin Muzaki Firmansyah Mulyono , Puji Munawaroh , Hifdhotul MUNAWAROH, HIFDHOTUL Nasution, Ahmad Affandy Naufaldi, Ahmad Nazlan Hafidz Nirhamna Hanif Fadillah Putra, Mochammad Fatchturrahman Spama Rabbani, Fahrian Akbar Rachmawati, Andini Rahmatillah, Anggoro Raihan Muhammad Zulfikar Ramadanu, Anjas Putra Asnur Ramdani, Ikhsan Ridho Abdillah Ridwan Cheyeng Rismawan, Mohammad Arief Riza Ashari Rizky Cahya Aulia Bahtiar Rizqi Fadhlilah Ananta Rumasukun, Alfan Saipul Nasution Salman Al Farizi Sasongko, Yogi Banar Septrianto, Wahyu Setyawan, Naufal Fikri Shahibul Khairil Katsir Sinatria Muslim Syamsuddin Arif Syamsuri Teguh Eka Prasetya Teguh Prasetyo Tifani, M. Akhlis Azamuddin Ulum , Bahrul Utama, Muhammad Hafidz Syaputra Vikry Fahriyal Utama Wibowo , Hendri Setyo Wibowo, Hendri Setiyo Wijaya, Riva Angga Yogaiswari, Kautsar Akhdan yogi banar sasongko Yusril Aziz Yusuf Zidane Zidny Bari'a Zulzalal, Andi Muhammad