Penilaian bukan sekadar angka. Di dalam soal ulangan, tersembunyi cara berpikir seorang guru, harapan lembaga, dan nilai-nilai yang ingin diwariskan. Penelitian ini menelaah kualitas soal ulangan umum semester ganjil mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 12 Teluk Pakedai, mencakup lima aspek: validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan pengecoh. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan data berupa naskah soal, kunci jawaban, dan lembar jawaban siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya 50% soal yang valid. Meski demikian, reliabilitasnya tinggi (0,996), menandakan konsistensi yang kuat. Tingkat kesukaran didominasi soal kategori sedang (60%) dan mudah (40%). Namun, daya pembeda menunjukkan ironi: tak satu pun soal berkategori sangat baik, hanya 2 soal (10%) yang baik, dan sisanya tergolong cukup hingga sangat jelek. Dari 40 pengecoh yang dianalisis, hanya 60% tergolong baik hingga sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa evaluasi dalam pendidikan agama tidak bisa dianggap remeh. Soal ujian bukan sekadar alat seleksi, melainkan representasi dari mutu pendidikan itu sendiri. Ketika instrumen pengukur tidak tajam, nilai-nilai keislaman yang ingin diajarkan pun menjadi kabur. Maka, validitas dan reliabilitas bukan sekadar angka statistik, melainkan cermin dari ketulusan dan ketelitian kita dalam membentuk generasi yang beriman dan berpikir jernih.