Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP HASIL BELAJAR STATISTIKA NOPITA SARI; YUMI SARASSANTI
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2023): Vol 3 No 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v3i2.1383

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to determine the effect of the LC7e learning model on statistics learning outcomes. This research is a type of quantitative research using a quasi-experimental model with a posttest only control group design. The population in this study included all Islamic Education students at IAIN Pontianak. The sample in this study involved 35 semester IV students in the experimental class and 37 people in the control class who were taken randomly using cluster random sampling. The type of data in this research is quantitative data. The instrument used to obtain data in this study was a learning achievement test in statistics courses in the form of an essay test. Data were analyzed using inferential statistics using simple linear regression. Based on the results of data analysis, sig = 0.00 α = 0.05 so that Ho is rejected and Ha is accepted, which means that there are differences in learning outcomes in statistics courses between students who are given the LC7e learning model compared to students who are given conventional learning. It can be concluded that the average statistical learning outcomes of students who obtain LC7e are significantly higher than those of students who receive conventional learning. Therefore, it is suggested that the LC7e cooperative learning model can be used as an alternative for Islamic Religious Education lecturers in improving student statistical learning outcomes Keywords: LC7e Model, Learning Outcomes, Statistics Abstrak: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran LC7e terhadap hasil belajar statistika. Penelitian ini merupakan salah satu jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan model kuasi eksperimen dengan posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh mahasiswa pendidikan Agama Islam IAIN Pontianak. Sampel dalam penelitian ini melibatkan mahasiswa semester IV sebanyak 35 orang pada kelas eksperimen dan 37 orang pada kelas kontrol yang diambil secara acak menggunakan cluster random sampling. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar pada mata kuliah statistika yang berbentuk essay test. Data dianalisis dengan menggunakan statistik inferensial menggunakan regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh sig = 0.00 α = 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat perbedaan hasil belajar pada mata kuliah statistik antara mahasiswa yang diberi pembelajaran model LC7e dibandingkan dengan mahasiswa yang diberi pembelajaran konvensional. Dapat disimpulkan rata-rata hasil belajar statistik mahasiswa yang memperoleh LC7e lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, disarankan model pembelajaran kooperatif tipe LC7e dapat digunakan sebagai alternatif untuk  dosen Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan hasil belajar statistik mahasiswa. Kata Kunci : Model LC7e, Hasil Belajar, Statistika
Analisis Kegagalan Evaluatif Guru Pendidikan Agama Islam Melalui Butir Soal Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Nopita Sari; Harriska; Komalasari; Fitri Muthmainnah; Asmiati
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v4i2.9075

Abstract

Penilaian bukan sekadar angka. Di dalam soal ulangan, tersembunyi cara berpikir seorang guru, harapan lembaga, dan nilai-nilai yang ingin diwariskan. Penelitian ini menelaah kualitas soal ulangan umum semester ganjil mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 12 Teluk Pakedai, mencakup lima aspek: validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan pengecoh. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan data berupa naskah soal, kunci jawaban, dan lembar jawaban siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya 50% soal yang valid. Meski demikian, reliabilitasnya tinggi (0,996), menandakan konsistensi yang kuat. Tingkat kesukaran didominasi soal kategori sedang (60%) dan mudah (40%). Namun, daya pembeda menunjukkan ironi: tak satu pun soal berkategori sangat baik, hanya 2 soal (10%) yang baik, dan sisanya tergolong cukup hingga sangat jelek. Dari 40 pengecoh yang dianalisis, hanya 60% tergolong baik hingga sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa evaluasi dalam pendidikan agama tidak bisa dianggap remeh. Soal ujian bukan sekadar alat seleksi, melainkan representasi dari mutu pendidikan itu sendiri. Ketika instrumen pengukur tidak tajam, nilai-nilai keislaman yang ingin diajarkan pun menjadi kabur. Maka, validitas dan reliabilitas bukan sekadar angka statistik, melainkan cermin dari ketulusan dan ketelitian kita dalam membentuk generasi yang beriman dan berpikir jernih.