Yvonne Suzy Handajani
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Fisik Sebagai Penentu Frailty: Melampaui Indeks Massa Tubuh, Lingkar Pinggang, dan Body Fat Percentage. Fabian Sejati; Yuda Turana; Yvonne Suzy Handajani; Kevin Kristian
Bahasa Indonesia Vol 24 No 2 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i2.6138

Abstract

Pendahuluan: Proses penuaan meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami masalah kesehatan, salah satunya adalah frailty. Sebuah penelitian studi potong lintang oleh Setiati, et al. di Indonesia pada tahun 2020, didapatkan prevalensi sebesar 66,20% pre-frail dan 18,70% frail. Tujuan: Mendapatkan gambaran mengenai frailty pada lansia dan faktor risikonya di Pusaka Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode potong lintang dan terdiri dari 100 subjek dengan usia ≥60 tahun yang telah memenuhi kriteria penelitian. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara menggunakan instrumen yang sudah divalidasi. Hasil: Dari 100 responden, sebagian besar berusia 60-74 tahun (75%), perempuan (71%), pendidikan ≥12 tahun (90%). Terdapat 18% lansia yang mengalami frailty. Analisis bivariat menunjukkan faktor yang memiliki hubungan bermakna adalah usia (p<0,001; RO=7,633; 95%CI=2,519–23,127) dan aktivitas fisik (p=0,011; RO=3,857; 95%CI=1,308–11,370). Simpulan: Frailty memiliki hubungan bermakna dengan usia dan aktivitas fisik. Usia menjadi faktor yang paling memengaruhi dan meningkatkan risiko frailty pada lansia.
Pengaruh Fungsi Kognitif Spesifik terhadap Risiko Frailty pada Lansia Carissa Marvella Budhy; Yuda Turana; Yvonne Suzy Handajani; Kevin Kristian
Bahasa Indonesia Vol 24 No 3 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i3.6155

Abstract

Pendahuluan: Penuaan populasi menyebabkan beban kesehatan meningkat, salah satunya adalah frailty. Berdasarkan systematic review dan meta-analysis pada 2023 prevalensi frailty pada lansia di Indonesia adalah 26,8%, sedangkan 55,5% mengalami pre-frail. Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh gambaran tentang frailty serta faktor risikonya di Pusaka Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan potong-lintang dan melibatkan 100 responden berusia ≥60 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan, seperti Fried Fraily Index, MoCA-Ina, dan CERAD-NB. Analisis data dilakukan dengan metode chi-square dan multiple logistic regression. Hasil: Dari 100 responden, terdapat 75 (75% subjek) berusia 60-74 tahun dengan rerata usia 70,13 tahun, perempuan (71%), durasi pendidikan ≥12 tahun (90%). Terdapat 18 (18% subjek) lansia yang mengalami frailty. Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor yang memiliki hubungan signifikan adalah usia (p: <0,001; RO: 7,633; 95%CI: 2,519 – 23,127) dan constructional praxis (p: 0,037; RO: 3,162; 95%CI: 1,032 – 9,685). Simpulan: Frailty memiliki hubungan bermakna dengan usia dan fungsi kognitif constructional praxis. Dengan usia menjadi faktor yang paling memengaruhi dan meningkatkan risiko frailty pada lansia.