Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Kapasitas Guru SMA Dalam Masa Pandemi Covid-19 Terkait Usaha Kesehatan Sekolah Bryany Titi Santi; Kevin Kristian; Hadiyanto Hadiyanto; Nur Fitriah; Denis Gunawan
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.595 KB) | DOI: 10.30653/jppm.v8i1.184

Abstract

Kegiatan Pendidikan mengalami krisis selama pandemi COVID-19 yang diakibatkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) terhenti selama periode ini karena siswa belajar secara daring. Padahal kesehatan siswa dapat menunjang keberhasilan kegiatan belajar sehingga perlu dilakukan inovasi untuk mendukung program kesehatan sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan situasi. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan peran guru dalam menyampaikan edukasi kesehatan. Kegiatan penguatan kapasitas guru dilakukan melalui penyampaian materi kesehatan pada guru, diskusi dan tanya jawab, kemudian dilanjutkan dengan bermain peran. Setelah kegiatan guru diminta untuk melakukan edukasi pada siswa sekolah. Seluruh kegiatan dilakukan secara daring menggunakan aplikasi zoom. Hasil yang didapatkan setelah kegiatan berlangsung adanya peningkatan pengetahuan guru terkait masalah kecelakaan, kesehatan reproduksi, dan gizi serta feedback yang didapat dari murid bahwa mereka memahami penjelasan topik kesehatan dari guru. The COVID-19 pandemic has impacted on education crisis due to government’s policy, namely Large Scale Social Restriction. School Health Promotion program which is expected to support the health of school residents could not run well due to the policy. Therefore, it is necessary to bring innovation to support health promotion program that are in accordance to the needs and limited conditions and also sustainable. The purpose of The High School Teacher Capacity Building program is to improve the ability of teachers to convey health topics to their students so that health promotion activities in schools can continue. This Capacity Building activity consists of teaching health topics, discussion, and role play directly from teachers to students. The entire series of activities is carried out online through the Zoom Meeting application. The results are teachers’ knowledge about health topics was increased and students’ feedback about transfer of knowledge was easy to understand.
Aktivitas Fisik Sebagai Penentu Frailty: Melampaui Indeks Massa Tubuh, Lingkar Pinggang, dan Body Fat Percentage. Fabian Sejati; Yuda Turana; Yvonne Suzy Handajani; Kevin Kristian
Bahasa Indonesia Vol 24 No 2 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i2.6138

Abstract

Pendahuluan: Proses penuaan meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami masalah kesehatan, salah satunya adalah frailty. Sebuah penelitian studi potong lintang oleh Setiati, et al. di Indonesia pada tahun 2020, didapatkan prevalensi sebesar 66,20% pre-frail dan 18,70% frail. Tujuan: Mendapatkan gambaran mengenai frailty pada lansia dan faktor risikonya di Pusaka Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode potong lintang dan terdiri dari 100 subjek dengan usia ≥60 tahun yang telah memenuhi kriteria penelitian. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara menggunakan instrumen yang sudah divalidasi. Hasil: Dari 100 responden, sebagian besar berusia 60-74 tahun (75%), perempuan (71%), pendidikan ≥12 tahun (90%). Terdapat 18% lansia yang mengalami frailty. Analisis bivariat menunjukkan faktor yang memiliki hubungan bermakna adalah usia (p<0,001; RO=7,633; 95%CI=2,519–23,127) dan aktivitas fisik (p=0,011; RO=3,857; 95%CI=1,308–11,370). Simpulan: Frailty memiliki hubungan bermakna dengan usia dan aktivitas fisik. Usia menjadi faktor yang paling memengaruhi dan meningkatkan risiko frailty pada lansia.
Pengaruh Fungsi Kognitif Spesifik terhadap Risiko Frailty pada Lansia Carissa Marvella Budhy; Yuda Turana; Yvonne Suzy Handajani; Kevin Kristian
Bahasa Indonesia Vol 24 No 3 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i3.6155

Abstract

Pendahuluan: Penuaan populasi menyebabkan beban kesehatan meningkat, salah satunya adalah frailty. Berdasarkan systematic review dan meta-analysis pada 2023 prevalensi frailty pada lansia di Indonesia adalah 26,8%, sedangkan 55,5% mengalami pre-frail. Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh gambaran tentang frailty serta faktor risikonya di Pusaka Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan potong-lintang dan melibatkan 100 responden berusia ≥60 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan, seperti Fried Fraily Index, MoCA-Ina, dan CERAD-NB. Analisis data dilakukan dengan metode chi-square dan multiple logistic regression. Hasil: Dari 100 responden, terdapat 75 (75% subjek) berusia 60-74 tahun dengan rerata usia 70,13 tahun, perempuan (71%), durasi pendidikan ≥12 tahun (90%). Terdapat 18 (18% subjek) lansia yang mengalami frailty. Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor yang memiliki hubungan signifikan adalah usia (p: <0,001; RO: 7,633; 95%CI: 2,519 – 23,127) dan constructional praxis (p: 0,037; RO: 3,162; 95%CI: 1,032 – 9,685). Simpulan: Frailty memiliki hubungan bermakna dengan usia dan fungsi kognitif constructional praxis. Dengan usia menjadi faktor yang paling memengaruhi dan meningkatkan risiko frailty pada lansia.