Victoria Kristina Ananingsih
Universitas Katolik Soegijapranata

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksplorasi Potensi Tanaman Tropis Indonesia sebagai Bahan Alami Anti-Aging Kulit: Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Ratna Shintia Defi; Yohanes Alan Sarsita Putra; Gregorius Yoga Panji Asmara; Victoria Kristina Ananingsih
Bahasa Indonesia Vol 24 No 2 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i2.6630

Abstract

Pendahuluan: Penuaan kulit merupakan proses biologis yang dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik, termasuk paparan sinar ultraviolet (UV) yang menyebabkan photoaging. Proses ini ditandai dengan degradasi kolagen dan elastin akibat peningkatan enzim matrix metalloproteinases (MMPs), sehingga menyebabkan keriput dan hilangnya elastisitas kulit. Dalam upaya mengatasi permasalahan ini, penggunaan senyawa bioaktif dari tanaman tropis Indonesia sebagai agen antioksidan dan anti-aging semakin mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi tanaman tropis Indonesia yang kaya akan senyawa bioaktif sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit alami. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental kuantitatif yang melibatkan 16 jenis tanaman tropis Indonesia. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode sonikasi dengan pelarut etanol 99,5%, diikuti dengan analisis fitokimia untuk mengidentifikasi senyawa aktif seperti flavonoid, fenolik, tanin, triterpenoid, dan saponin. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH, sedangkan total flavonoid dan total fenolik dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil: Tanaman seperti parijoto, pegagan, dan dandang gendis menunjukkan kandungan flavonoid dan fenolik yang signifikan, berpotensi sebagai inhibitor alami dalam perawatan kulit. Selain itu, identifikasi senyawa bioaktif dalam ekstrak tanaman ini mendukung pengembangan bahan alami sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan bahan sintetis dalam produk anti-aging. Simpulan: Penelitian ini mengonfirmasi bahwa tanaman tropis Indonesia memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami dan agen anti-aging dalam industri kosmetik. Pemanfaatan tanaman ini dapat mendukung inovasi produk skincare berbasis bahan alami, sejalan dengan tren konsumen yang semakin peduli terhadap keamanan dan efektivitas produk perawatan kulit.
Chemical Characteristics Profile of Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) Extract Processed Using a Miniplant-Scale Extractor with Variations in Temperature and Time Bang, Jonathan Clarence Agathon; Victoria Kristina Ananingsih
JFCN: Journal of Food, Culinary, and Nutrition Vol 1, No 2: April 2025
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jfcn.v1i2.13232

Abstract

Temulawak (Curcuma zanthorrhiza) is a herbal plant native to Indonesia that contains bioactive compounds, such as curcuminoids, which possess antioxidant and anti-inflammatory properties. This study aims to examine the effect of varying extraction temperatures (70°C, 75°C, and 80°C) and extraction times (10, 20, 30, 40, 50, and 60 minutes) on the antioxidant activity and total phenol content of temulawak extract. The extraction was carried out using the conventional method, and the analysis was performed using the DPPH assay for antioxidant activity and the Folin-Ciocalteu method for total phenol content. The results showed that an extraction temperature of 75°C for 60 minutes yielded the highest antioxidant activity at 63.73%, with a phenol concentration of 63.56 mg GAE/g. At 70°C, antioxidant activity increased from 15.39% at 10 minutes to 60.84% at 60 minutes; however, this temperature was less efficient than 75°C. The extraction at 80°C resulted in the highest pH (7.95) but also increased the risk of bioactive compound degradation, as indicated by the increased variability in antioxidant activity. Overall, an extraction temperature of 75°C with an extraction time of 60 minutes provided optimal results, producing an extract with high antioxidant activity and total phenol content without significant degradation. This study provides valuable insights for optimizing the temulawak extraction process in the health and pharmaceutical industries.