Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analysis of the Relationship between Attitude and Competence and Quality of Poned Services at the Tapa Health Center, Bone Bolango Regency Mentari N. Tuna; Herlina Jusuf; Yasir Mokodompis
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) April 202
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10647

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (MMR) are important indicators in assessing people's welfare. In Indonesia, AKI and AKB are still high, including in Gorontalo Province. The Tapa Health Center faces challenges in PONED services, which are not yet fully effective. This study aims to analyze the relationship between the attitude and competence of health workers and the quality of PONED services at the Tapa Health Center. The method used was an analytical survey with a Cross Sectional design, which examined the relationship between risk factors (attitudes and competencies) and consequences (quality of service) simultaneously. This research was carried out at the Tapa Health Center, Bone Bolango Regency, in January-March 2025. The results showed that there was a significant relationship between the attitude of health workers and the quality of PONED services with a P-value of 0.070, as well as between the competence of health workers and the quality of PONED services with a P-value of 0.035. In conclusion, the attitude and competence of health workers affect the quality of PONED services. Therefore, it is recommended that the Tapa Health Center improve competency training for health workers, provide better managerial support, conduct periodic evaluations, and involve health workers in decision-making to improve the quality of PUNE services.
Efektivitas Praktik Pengelolaan Dan Pemanfaatan Dana Kapitasi Jkn Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Puskesmas Pilolodaa: Effectiveness of Management Practices and Utilization of JKN Capitation Funds at the Primary Health Facility (FKTP) Pilolodaa Health Center Nurcahyani Ismail; Herlina Jusuf; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10356

Abstract

Dana kapitasi merupakan salah satu mekanisme pembayaran dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diberikan oleh BPJS Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas yang berperan penting dalam keberhasilan program JKN. Tujuan penelitian untuk mengetahui perencanaan dan pemanfaatan dana kapitasi JKN serta efektivitas pengelolaan dana kapitasi terhadap kinerja layanan di Puskesmas Pilolodaa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif untuk menggambarkan suatu fenomena, gejala atau keadaan. Informan kunci adalah Kepala Puskesmas Pilolodaa. Informan biasa Bendahara JKN Puskesmas Pilolodaa, dan informan pendukung dua orang Staf Puskesmas Pilolodaa. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Pilolodaa. Waktu penelitian pada bulan Januari sampai Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dana kapitasi JKN di Puskesmas Pilolodaa telah dilakukan secara sistematis, partisipatif, serta pemanfaatan dana telah dialokasikan sesuai dengan rencana dan ketentuan yang berlaku sehingga pengelolaan dana berjalan efektif dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja layanan yang ada di puskesmas. Saran peneliti untuk Puskesmas Pilolodaa bisa meningkatkan optimalisasi perencanaan dan pemanfaatan dana kapitasi melalui penguatan Tim Perencana Puskesmas dan pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen diperlukan agar keputusan lebih efektif dan mutu layanan kesehatan meningkat.
Gambaran Efektivitas Pelaksanaan Program Pelayanan Kesehatan Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Moutong Kabupaten Parigi Moutong: Overview of the Effectiveness of the Implementation of the Toddler Health Service Program in the Working Area of the Moutong Community Health Center, Parigi Moutong Regency Riri Devita Desi Ratna Sari; Laksmyn Kadir; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10629

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang dikelola oleh pemerintah dengan baik. Upaya Kesehatan ibu dan anak merupakan upaya di bidang Kesehatan masyarakat menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi, dan balita serta anak prasekolah, yang bertujuan untuk mencapai kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal, baik bagi ibu maupun keluarganya. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan dan memberikan kepuasan kepada pasien, penyelenggaraan pelayanan kesehatan perlu efektiv. Program pelayanan kesehatan balita merupakan upaya pemerintah untuk menurunkan Angka Kematian Balita (AKABA). Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan program pelayanan kesehatan balita di wilayah kerja Puskesmas Moutong. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas Moutong. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik acidental sampling dengan penentuan sampel menggunakan rumus slovin dengan sampel berjumlah 205 orang ibu balita. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian bahwa efektivitas pelayanan berdasarkan kualitas pelayanan (91%), efektivitas pelayanan berdasarkan kuantitas pelayanan (90%) dan efektivitas pelayanan berdasarkan waktu pelayanan (90%). Kesimpulan dari 3 variabel pengukuran efektivitas pelaksanaan pelayanan program kesehatan balita berada pada kategori sangat efektif. Disarankan bagi Puskesmas agar bisa mempertahankan ataupun meningkatkan pelayanan yang di berikan petugas Kesehatan di Kesehatan balita.
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dengan Kejadian Wasting pada Remaja Kelas VII di SMP Negeri 1 Kota Gorontalo: The Relationship between Macronutrient Intake and Wasting Incidents in Class VII Adolescents at SMP Negeri 1, Gorontalo City Karmila Sadik; Sunarto Kadir; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6658

Abstract

Wasting tidak hanya terjadi pada balita tetapi juga dapat terjadi pada remaja. Wasting dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor penyebab langsung berupa kurangnya asupan zat gizi makro yang dibutuhkan oleh tubuh. Sedangkan faktor penyebab tidak langsung yaitu kurangnya ketersediaan pangan, body image serta tingkat pengetahuan. Dampak wasting membuat seseorang menjadi kurang bersosialisasi, kurang ceria, serta mengurangi kepedulian terhadap lingkungan. Dampak jangka panjang dari wasting yaitu masalah perilaku, menurunnya prestasi dalam belajar dan gangguan kognitif Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan zat gizi makro dengan kejadian wasting pada remaja kelas VII di SMP Negeri 1 Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII yang berjumlah 165 orang, teknik pengambilan sampel yaitu Simple Random Sampling. Data dalam penelitian ini diambil dengan pengukuran antropometri, wawancara Food Recall. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan p <0,05. Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki status gizi wasting 53,9%, responden memiliki asupan protein kurang 54,5%, responden memiliki asupan karbohidrat kurang 50,9% dan responden memiliki asupan lemak kurang 53,3%. Berdasarkan hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa nilai p-value asupan protein (p-value 0,003), asupan karbohidrat (p-value 0,016) dan asupan lemak (p-value 0,001). Simpulan ada hubungan antara asupan zat gizi makro dengan kejadian wasting pada remaja kelas VII, disarankan siswa lebih memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi setiap hari agar asupan zat gizi yang dibutuhkan tubuh dapat terpenuhi dengan baik.
Hubungan Perilaku Merokok Keluarga dan Pemberian Asi Ekslusif dengan Kejadian Pneumonia pada Bayi 6-24 Bulan di Wilayah Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo: The Relationship between Family Smoking Behavior and Exclusive Breastfeeding with the Incidence of Pneumonia in Infants Aged 6-24 Months in the Kota Tengah Health Center Area, Gorontalo City Salwiyah Nur Azizah Usman; Laksmyn Kadir; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6660

Abstract

Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita di dunia, termasuk di Indonesia. Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa pneumonia menyumbang 16% dari seluruh kematian anak di bawah 5 tahun. Salah satu faktor risiko terbesar adalah perilaku merokok dalam keluarga, yang menyebabkan anak-anak menjadi perokok pasif. Selain itu, kurangnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan juga dapat melemahkan daya tahan tubuh anak. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku merokok keluarga dan pemberian ASI ekslusif dengan kejadian pneumonia pada bayi 6-24 bulan di Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kota Tengah, Kota Gorontalo, dengan populasi bayi usia 6-24 bulan. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling, dengan 111 responden yang terdiri dari orang tua atau pengasuh balita yang bersedia berpartisipasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur perilaku merokok keluarga, pemberian ASI eksklusif, dan kejadian pneumonia. Hasil uji statistik dalam penelitian ini menunjukkan uji Fisher exact antara perilaku merokok dalam keluarga dan kejadian pneumonia dengan nilai p-value = 0,023<0,05 dan uji Fisher exact antara pemberian ASI eksklusif dan kejadian pneumonia juga menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai p-value = 0,000 <0,05. Hal ini berarti ada hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian pneumonia. Saran kepada orang tua terutama yang merokok, disarankan untuk tidak merokok di dalam rumah atau di dekat anak-anak. Paparan asap rokok telah terbukti meningkatkan risiko pneuonia pada bayi. Sangat penting untuk menciptakan lingkungan rumah yang bebas asap rokok demi kesehatan anak-anak.
Analisis Lingkup Pelayanan Klaster Ibu Dan Anak Dalam Penyelenggaraan Integrasi Pelayanan Primer Di Puskesmas Kabila: Analysis of the Scope of Mother and Child Cluster Services in the Implementation of Primary Service Integration at the Kabila Health Center Sri Meysin Salihi; Herlina Jusuf; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6676

Abstract

Integritas Pelayanan Primer dilakukan untuk mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif, didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi. untuk menata dan mengoordinasikan berbagai pe layanan kesehatan primer dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup bagi perseorangan, keluarga dan masyarakat. Tujuan untuk mengetahui Bagaimana Lingkup Pelayanan klaster Ibu dan Anak Dalam Penyelenggaraan Integrasi Pelayanan Primer Di Puskesmas Kabila. Jenis Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menggambarkan keadaan suatu fenomena, menggambarkan apa adanya suatu variabel, gejala atau keadaan. Informan Kepala tata usaha puskesmas, Satu penanggung jawab bidan kordinator, Satu ibu hamil, Data dan Sumber penelitian menggunakan data primer dan data sekunder.Hasil Penelitian menunjukkan ketersedian sumber daya manusia dan sarana prasarana sudah mencukupi untuk menjakau wilayah kerjanya baik dipuskesmas, kunjungan rumah, ataupun posyandu. Pelayanan kesehatan dilakukan dengan pendekatan yang terstruktur dan komprehensif, melibatkan berbagai komponen dan sinergi antar lembaga, yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Analisis Peran Pemerintah Kabupaten Bone Bolango Dalam Menjamin Perlindungan Hukum Terhadap Tenaga Kesehatan di Puskesmas Kabila : Analysis of the Role of the Bone Bolango District Government in Ensuring Legal Protection for Health Workers at the Kabila Health Center Frahmatillah Revikasyah Humola; Sylva Flora Ninta Tarigan; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7236

Abstract

Tenaga kesehatan di Puskesmas merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Namun, dalam menjalankan tugasnya tenaga kesehatan sering kali menghadapi risiko hukum akibat kurangnya pemahaman tentang regulasi, serta minimnya pendampingan hukum yang diberikan. Tujuan penelitian mengetahui peran pemerintah Kabupaten Bone Bolango dalam menjamin perlindungan hokum terhadap tenaga kesehatan di Puskesmas Kabila. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif untuk menggambarkan suatu fenomena, gejala atau keadaan. Informan kunci kepala bagian hukum pemerintah daerah, informan biasa kepala tata usaha Puskesmas Kabila, dan informan pendukung dua orang tenaga kesehatan. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Kabila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perlindungan hukum tenaga kesehatan telah di atur melalui Peraturan Daerah, Peraturan Bupati, dan kebijakan dari Dinas Kesehatan. Pendampingan hukum bagi tenaga kesehatan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan, tetapi akses bagi tenaga kesehatan non-ASN masih terbatas. Kesadaran hukum tenaga kesehatan masih perlu di tingkatkan melalui pelatihan yang lebih efektif.
Gambaran Pelaksanaan Program Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (Sdidtk) pada Balita Di Puskesmas Se-Kota Gorontalo: Overview of the Implementation of the Early Detection and Intervention Stimulation Program for Growth and Development (Sdidtk) in Toddlers at Community Health Centers in Gorontalo City Anisya Putri Syansudin; Herlina Jusuf; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7632

Abstract

Program Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) adalah kegiatan antar mitra keluarga, tenaga kesehatan dan masyarakat dalam pembinaan tumbuh kembang anak. Rumusan masalah bagaimana gambaran pelaksanaan program SDIDTK pada balita di puskesmas se-Kota Gorontalo. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program SDIDTK pada balita di Puskesmas Se-Kota Gorontalo. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey deskriptif, sampel pada penelitian ini adalah bidan kelurahan berjumlah 76 bidan kelurahan. Hasil Penelitian diperoleh bahwa dari 76 bidan kelurahan berdasarkan ketersediaan sarana dan prasarana SDIDTK di puskesmas 68 (89,5%) telah memadai dan 8 (10,5%) belum memadai, ketersediaan sumber daya manusia di puskesmas untuk pelaksanaan SDIDTK dari 76 responden 72 (94,7%) ketersediaan SDM dipuskesmas telah memadai dan 4 (5,3%) kurang memadai, dukungan pemerintah dari 76 responden 59 (77,6%) telah mendapatkan dukungan dari pemerintah dan 17 (22,4%) kurang mendapatkan dukungan, dukungan masyarakat dari 76 responden 57 (75%) masyarakat aktif dan 19 (25%) masyarakat tidak aktif dalam pelaksanaan SDIDTK. Simpulan Gambaran pelaksaan program stimulasi deteksi intevensi dini tumbuh kembang pada balita di puskesmas se-Kota Gorontalo, ditinjau dari ketersediaan sarana dan prasarana sudah memadai, ketersediaan SDM sudah memadai, ditinjau dari dukungan pemerintah program ini telah mendapatkan dukungan, ditinjau dari dukungan masyarakat, masyarkat telah berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program.
Hubungan Body Image Dan Pola Makan Dengan Status Gizi Pada Remaja Putri Di Smp Negeri 1 Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango: The Relationship Between Body Image and Eating Patterns with Nutritional Status in Adolescent Girls at SMP Negeri 1 Bulango Selatan, Bone Bolango Regency Faradilla Valencia Sinandaka; Sunarto Kadir; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8285

Abstract

Body image mengacu pada persepsi menyeluruh mengenai bentuk tubuh, perasaan tidak puas menyebabkan tidak percaya diri terhadap penampilan. Pola kebiasaan makan yang buruk mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Masalah gizi pada remaja salah satunya disebabkan pola konsumsi tidak baik. Rumusan masalah apakah ada hubungan body image dan pola makan dengan status gizi pada remaja putri di SMP Negeri 1 Bulango Selatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan body image dan pola makan dengan status gizi pada remaja putri di SMP Negeri 1 Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dan sampel adalah siswa remaja putri kelas IX di SMP Negeri 1 Bulango Selatan sebanyak 55 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner, formulir food recall 24 jam, pengukuran berat badan menggunakan timbangan digital, pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise. Analisis data menggunakan uji statistic Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 42 orang (76.4%) memiliki body image positif sedangkan sebanyak 13 orang (23.6%) memiliki body image negatif, hasil analisis ada hubungan body image dengan dengan status gizi remaja putri (p = 0.000). Sebanyak 21 orang (38.2%) pola makan kurang, 28 orang (50.9%) pola makan baik dan 6 orang (10.9%) pola makan lebih, hasil analisis ada hubungan pola makan dengan status gizi remaja putri (p = 0.000). Diharapkan remaja putri mempunyai kepercayaan diri lebih baik lagi sehingga terciptanya persepsi positif terhadap citra tubuh serta menjaga pola makan dengan tidak mengkonsumsi sembarang makanan yang dapat mempengaruhi berat badan.
Gambaran Pemilihan Makanan Dengan Menggunakan Toys Food Pada Anak TK Beringin 2 Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo: An Overview of Food Selection Using Toy Food for Children at Beringin 2 Kindergarten, Tilango District, Gorontalo Regency Sartika Nusi; Sunarto Kadir; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8323

Abstract

Penelitian ini berfokus pada anak-anak di Taman Kanak-Kanak (TK) Beringin 2, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, yang sering mengonsumsi jajanan tidak sehat di lingkungan sekolah. Jajanan tersebut umumnya rendah gizi dan mengandung bahan berbahaya, yang berisiko memengaruhi kesehatan anak. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan edukatif, seperti penggunaan Toys Food, untuk membantu anak-anak memahami dan memilih makanan sehat sejak dini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: "Bagaimana gambaran pemilihan makanan oleh anak-anak di TK Beringin 2, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, dengan menggunakan media Toys Food?. Bertujuan untuk mengkaji gambaran penggunaan Toys Food dalam membentuk perilaku pemilihan makanan pada anak-anak usia dini di Taman Kanak-Kanak (TK) Beringin 2. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan melibatkan 30 anak usia 4 hingga 6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan yang paling banyak dipilih adalah buah (30%), diikuti oleh camilan asin dan manis (masing-masing 23,3%), serta sayuran (23,3%). Sebanyak 53,3% anak lebih sering memilih makanan sehat, sementara 46,7% memilih makanan tidak sehat. Faktor utama yang mempengaruhi pemilihan makanan adalah daya tarik visual dari mainan makanan, dengan 50% anak memilih makanan berdasarkan warna yang menarik, dan 30% memilih makanan yang sudah dikenalnya. Simpulan Penggunaan Toys Food sebagai alat edukasi memperoleh respons positif, dengan 50% anak sangat menikmati proses pemilihan makanan menggunakan mainan tersebut. Saran dengan menggunakan Toys Food sebagai alat edukasi yang efektif dalam memperkenalkan pilihan makanan sehat kepada anak-anak dan membentuk kebiasaan makan yang lebih baik sejak dini.