Parestesia merupakan keluhan sensorik berupa kesemutan dan kebas yang sering dialami mahasiswa akibat aktivitas duduk statis dalam waktu lama dan penerapan postur tubuh yang tidak ergonomis. Mahasiswa Informatika Medis memiliki risiko lebih tinggi karena intensitas penggunaan laptop dan perangkat digital yang tinggi selama proses pembelajaran. Kondisi ini dapat berdampak pada kenyamanan fisik, konsentrasi belajar, dan produktivitas akademik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa serta menurunkan keluhan parestesia melalui edukasi ergonomi dan program latihan peregangan sederhana sebagai upaya fisioterapi preventif. Kegiatan dilaksanakan pada mahasiswa Informatika Medis tingkat I STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere dengan melibatkan 46 peserta. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan ergonomi, demonstrasi dan praktik langsung latihan peregangan statis, dinamis, dan neurodinamik, serta pendampingan selama kegiatan berlangsung. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner keluhan parestesia serta observasi keterampilan peserta dalam melakukan latihan peregangan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan frekuensi dan intensitas keluhan parestesia, dengan 40% peserta melaporkan penurunan frekuensi kesemutan, 55% mengalami penurunan intensitas gejala, dan 60% menyatakan peningkatan kenyamanan saat belajar. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 83% serta peningkatan keterampilan, di mana 87% mahasiswa mampu melakukan latihan peregangan dengan teknik yang benar. Dengan demikian, edukasi ergonomi dan program latihan peregangan sederhana efektif sebagai intervensi fisioterapi preventif dalam menurunkan keluhan parestesia dan meningkatkan perilaku ergonomis mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi.