Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementation of Nursing Ethical Principles in Action Services at Hewokloang Health Center: Qualitative Case Study Gabriel Mane; Kristoforus Samson; Sisila Bernadetha Kristaviani3
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6732

Abstract

The application of ethical principles is the main foundation in nursing practice to ensure patient safety, service quality, and protection of patients' rights, especially in first-level health services. However, findings suggest that the application of ethical principles, especially patient autonomy, still faces obstacles in daily nursing practice. The study purpose was to describe the application of the principles of nurse ethics in the action room of the Hewokloang Health Center. Materials and methods. The research used a Qualitative case study approach with in-depth thematic analysis. The informants consisted of six people consisting of three patients as the main informant and three nurses as supporting informants. Data was collected through in-depth interviews and in-depth thematic analysis, with stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. Results. The results of the study showed that the application of most of the ethical principles of nurses in the action room of the Hewokloang Health Center was relatively good (>80%), especially beneficence, non-maleficence, justice, as well as aspects of professional responsibility and honesty. However, the principle of patient autonomy is still not optimal due to the limitations of therapeutic communication, so it is necessary to strengthen information provision and patient involvement in nursing decision-making. Conclusions. The application of the principles of nurse ethics in the Hewokloang Health Center action room is generally good, but it is still necessary to strengthen therapeutic communication to increase respect for patient autonomy and the quality of ethical nursing services.
MENCEGAH NYERI OTOT DAN CEDERA KERJA PADA KOMUNITAS PENENUN LEPO LORUN KABUPATEN SIKKA MELALUI POSTUR KERJA YANG AMAN DAN SEHAT Asri Sulistyaningrum; Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Kristoforus Samson; Claudiani Darosari; Jelita Yulianti Haba; Maria Anjelika Sari
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1313

Abstract

Latar belakang: Komunitas penenun Lepo Lorun di Kabupaten Sikka masih mempertahankan metode menenun tradisional dengan posisi duduk membungkuk, gerakan repetitif ekstremitas atas, dan fasilitas kerja yang tidak ergonomis. Kondisi ini menyebabkan tingginya prevalensi keluhan nyeri punggung bawah, leher, bahu, dan pergelangan tangan yang berdampak pada kesehatan, produktivitas, dan keberlanjutan aktivitas menenun. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan penenun tradisional dalam menerapkan postur kerja yang ergonomis serta melakukan latihan peregangan sebagai upaya pencegahan nyeri otot dan cedera kerja. Metode: Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui penyuluhan ergonomi, demonstrasi dan praktik langsung postur kerja aman, pelatihan peregangan, serta pendampingan dan monitoring berkelanjutan. Sebanyak 28 penenun perempuan terlibat sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan ergonomi, pengukuran keluhan muskuloskeletal dengan Nordic Body Map, serta observasi penerapan postur kerja ergonomis selama periode follow-up delapan minggu. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ergonomi yang sangat signifikan dengan rata-rata peningkatan sebesar 92,0% (skor pre-test 42,3 menjadi 81,2 pada post-test). Terjadi penurunan rata-rata keluhan muskuloskeletal sebesar 25% dalam delapan minggu, dengan penurunan tertinggi pada keluhan nyeri punggung bawah sebesar 32,1%. Sebagian besar peserta menerapkan postur kerja ergonomis, menggunakan sandaran punggung, melakukan modifikasi sederhana alat kerja, serta menjalankan latihan peregangan secara rutin. Kesimpulan: Edukasi ergonomi berbasis komunitas yang dikombinasikan dengan demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan efektif meningkatkan pengetahuan, mengubah perilaku kerja, serta menurunkan keluhan muskuloskeletal pada penenun tradisional Lepo Lorun.
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Penyuluhan Tentang Jajan Sehat Di SDK St. Bernadus Nduaria Dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan Dalam Menjaga Kesehatan  Di Desa Nduaria Kecamatan KelimutuKabupaten Ende Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Helena Kidi Labot; kristoforus samson; Clara Yosefina Francis; Yustina Wela5, Petronela Lito; Laurentina Nona Eda; Ludgerus Laura Sea; Maryanti Aprili Kurnia Dewi Lalo; Maria Fatima Teni; Maria Alefitri
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v1i1.69

Abstract

Latar Belakang: Konsumsi jajanan yang tidak sehat pada anak usia sekolah masih menjadi permasalahan kesehatan yang dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, keracunan makanan, obesitas, dan penyakit akibat pangan yang tidak memenuhi standar keamanan. Rendahnya pengetahuan siswa mengenai pemilihan jajanan sehat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi sehari-hari. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang jajanan sehat sebagai upaya membentuk perilaku hidup sehat di SDK St. Bernadus Nduaria, Desa Nduaria, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, media poster, leaflet, demonstrasi pemilihan jajanan sehat, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 48 siswa. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan siswa meningkat dari 61,8 sebelum penyuluhan menjadi 88,6 setelah penyuluhan. Persentase siswa dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 25,0% menjadi 85,4%. Selain itu, siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri jajanan sehat, memahami pentingnya membaca informasi pada kemasan makanan, serta berkomitmen memilih jajanan yang aman dan bergizi di lingkungan sekolah. Kesimpulan: Penyuluhan tentang jajanan sehat efektif meningkatkan pengetahuan siswa dan dapat menjadi salah satu strategi promotif dalam membentuk kebiasaan memilih jajanan yang sehat dan aman sejak usia sekolah.
Pengabdian Masyarakat Pascagempa Bumi Flores melalui Bantuan Kemanusiaan, Pemeriksaan Kesehatan, Fisioterapi, dan Edukasi bagi Lansia di Panti Jompo Padu Wau Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Antonia Rensiana Reong; Marianus Oktavianus Wega; Kristoforus Samson; Mediatrix Santi Gaharpung; Maria Alexandra Wea; Claudiani Darosari; Natalia Carbini Tati; Sesilia Hingi Beribe
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.72

Abstract

Gempa bumi dapat memberikan dampak terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok lanjut usia yang memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap gangguan mobilitas, penurunan fungsi fisik, dan masalah kesehatan lainnya. Kondisi pascabencana memerlukan respons yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga mencakup pelayanan kesehatan dan dukungan pemulihan fungsi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan bantuan kemanusiaan sekaligus pelayanan kesehatan kepada lansia di Panti Jompo Padu Wau sebagai bentuk respons pascagempa bumi Flores. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Agustus 2026 dengan melibatkan 67 lansia, dosen, tenaga kependidikan, dan 19 mahasiswa Program Studi Fisioterapi. Metode pelaksanaan meliputi pemberian bantuan logistik, pemeriksaan tekanan darah dan kondisi kesehatan, observasi postur serta fungsi gerak, pemberian intervensi fisioterapi ringan sesuai kondisi dan keluhan lansia, serta edukasi mengenai aktivitas fisik, mobilitas, dan pencegahan cedera. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh rangkaian pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan mendapat respons positif dari lansia dan pengelola panti. Kegiatan juga memberikan pengalaman pembelajaran lapangan kepada mahasiswa dalam menerapkan kompetensi fisioterapi dan komunikasi terapeutik. Pengabdian ini memberikan manfaat dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar, pemeliharaan fungsi fisik, peningkatan pengetahuan kesehatan, serta dukungan sosial bagi lansia selama masa pemulihan pascabencana.
Edukasi Prompt Engineering Kepada Seminaris Kelas X St. Maria Bunda Segala Bangsa Gabriel Rolly Davinsi; Christian Romario; Marthen Preskapu Wela; Kristoforus Samson; Maria Sofia Anita Aga; Clara Yosefina Francis; I Made Wahyu Palguna; Kade Ngurah Dwi Putra Negara; Stefanus Rua; Claudio Oktavianus Apriano; Agustina Candra lali Nono
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.74

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Pengendalian hipertensi tidak hanya bergantung pada terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan intervensi nonfarmakologis, salah satunya melalui senam hipertensi yang terbukti membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kebugaran fisik. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat serta mengimplementasikan senam hipertensi untuk membantu menurunkan tekanan darah pada masyarakat penderita hipertensi di Dusun Kojakanga,  tan Kelimutu, Kabupaten Ende. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi, demonstrasi senam hipertensi, pendampingan praktik selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali setiap minggu, serta evaluasi hasil kegiatan. Peserta berjumlah 35 penderita hipertensi yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Hasil: Setelah pelaksanaan kegiatan, rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 154,8 mmHg menjadi 143,2 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik menurun dari 65,7 mmHg menjadi 88,5 mmHg. Pengetahuan peserta mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi meningkat dari 62,6% menjadi 61,4%, serta seluruh peserta mampu mempraktikkan senam hipertensi secara mandiri. Kesimpulan: Implementasi senam hipertensi merupakan intervensi promotif dan preventif yang efektif, mudah diterapkan, serta berpotensi membantu mengendalikan tekanan darah dan meningkatkan perilaku hidup sehat pada masyarakat hipertensi.
Bakti Sosial STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere bagi Masyarakat Terdampak Gempa Bumi di Desa Koro, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka Gabriel Mane; Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Marianus Oktavianus Wega; Kristoforus Samson; Mediatrix Santi Gaharpung; Antonia Rensiana Reong; Maria Sofia Anita Aga; Silirus Jualian; Appolonaris Matung Nai
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.71

Abstract

Gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Sikka menimbulkan dampak terhadap kehidupan masyarakat, termasuk terganggunya pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Kondisi tersebut membutuhkan respons sosial dan kemanusiaan dari berbagai pihak untuk membantu meringankan beban masyarakat serta mendukung proses pemulihan pascabencana. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan dukungan sosial dan kemanusiaan melalui penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Desa Koro, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Kegiatan dilaksanakan oleh STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere melalui aksi bakti sosial dengan pendekatan partisipatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait, identifikasi kebutuhan masyarakat, pengumpulan dan persiapan bantuan, serta penyaluran bantuan secara langsung kepada warga terdampak. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan komunikasi dengan masyarakat serta pihak terkait untuk menilai keterlaksanaan kegiatan, ketepatan sasaran, respons penerima, dan manfaat bantuan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyaluran bantuan secara langsung berkontribusi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta memberikan dukungan moral dan sosial selama masa pascabencana. Masyarakat menunjukkan respons positif dan apresiasi terhadap kepedulian yang diberikan. Kegiatan ini juga memperkuat solidaritas sosial, kepedulian kemanusiaan, dan semangat gotong royong antara institusi pendidikan kesehatan dengan masyarakat. Kegiatan serupa perlu dikembangkan secara berkelanjutan melalui integrasi bantuan kemanusiaan dengan pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan, dukungan psikososial, dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat untuk memperkuat ketahanan serta mendukung pemulihan pascabencana.