Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI ERGONOMI DAN PROGRAM LATIHAN PEREGANGAN SEDERHANA TERHADAP PENURUNAN KELUHAN PARESTESIA PADA MAHASISWA INFORMATIKA MEDIS STIKES ST. ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE I Made Wahyu Palguna; Mediatrix Santi Gaharpung; Christian Romario; Helena Kidi Labot; Gabriel rolly Davinsi; Selvina Wonga; Hendrikus Julianto Lengi
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1315

Abstract

Parestesia merupakan keluhan sensorik berupa kesemutan dan kebas yang sering dialami mahasiswa akibat aktivitas duduk statis dalam waktu lama dan penerapan postur tubuh yang tidak ergonomis. Mahasiswa Informatika Medis memiliki risiko lebih tinggi karena intensitas penggunaan laptop dan perangkat digital yang tinggi selama proses pembelajaran. Kondisi ini dapat berdampak pada kenyamanan fisik, konsentrasi belajar, dan produktivitas akademik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa serta menurunkan keluhan parestesia melalui edukasi ergonomi dan program latihan peregangan sederhana sebagai upaya fisioterapi preventif. Kegiatan dilaksanakan pada mahasiswa Informatika Medis tingkat I STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere dengan melibatkan 46 peserta. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan ergonomi, demonstrasi dan praktik langsung latihan peregangan statis, dinamis, dan neurodinamik, serta pendampingan selama kegiatan berlangsung. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner keluhan parestesia serta observasi keterampilan peserta dalam melakukan latihan peregangan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan frekuensi dan intensitas keluhan parestesia, dengan 40% peserta melaporkan penurunan frekuensi kesemutan, 55% mengalami penurunan intensitas gejala, dan 60% menyatakan peningkatan kenyamanan saat belajar. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 83% serta peningkatan keterampilan, di mana 87% mahasiswa mampu melakukan latihan peregangan dengan teknik yang benar. Dengan demikian, edukasi ergonomi dan program latihan peregangan sederhana efektif sebagai intervensi fisioterapi preventif dalam menurunkan keluhan parestesia dan meningkatkan perilaku ergonomis mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi.
Edukasi Prompt Engineering Kepada Seminaris Kelas X St. Maria Bunda Segala Bangsa Gabriel Rolly Davinsi; Christian Romario; Marthen Preskapu Wela; Kristoforus Samson; Agus Syawal Yudhistira; Ma. Clara Yureka; I Made Wahyu Palguna; Kade Ngurah Dwi Putra Negara; Stefanus Rua; Claudio Oktavianus Apriano; Agustina Candra lali Nono
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.74

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) memberikan peluang baru dalam mendukung proses pembelajaran, namun pemanfaatannya secara kritis, efektif, dan etis masih menjadi tantangan bagi peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa kelas X Seminari St. Maria Bunda Segala Bangsa dalam menggunakan teknik prompt engineering untuk berinteraksi secara optimal dengan AI. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dan edukatif dengan metode sosialisasi interaktif, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan refleksi berbasis nilai. Peserta diberikan pemahaman mengenai konsep dasar AI, penyusunan prompt yang jelas dan terstruktur, pola persona dan persona audience, penentuan tujuan, audiens, parameter keluaran, serta pemberian konteks yang memadai. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai hubungan antara kualitas prompt dan kualitas keluaran AI. Siswa juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menyusun prompt secara lebih terstruktur serta mulai memahami pentingnya verifikasi informasi, integritas akademik, dan penggunaan AI secara bertanggung jawab. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi prompt engineering yang dipadukan dengan praktik dan refleksi etis dapat menjadi pendekatan yang relevan dalam memperkuat literasi digital siswa.